poligami itu merupakan daya tarik utama agama islam, karena bisa ambil istri lg ketika istri pertama udah melar badannya ato keriput.
On 2/24/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > RIAU pOS > > Poligami seperti Komedi yang Pahit > > 23 Februari 2007 Pukul 08:54 > Masalah poligami sepertinya terus saja menjadi perbincangan yang hangat. > Belakangan ini kasus poligami lagi menimpa sejumlah artis ibu kota, > sepertinya akan menjadi run news yang menyedot perhatian publik. > > Sebenarnya poligami dibenarkan Alquran, bahkan poligami telah ada dan terjadi > tanpa batas pada masyarakat jahiliyah sebelum Alquran turun. Justru Alquran > turun untuk memberikan batasan, terutama yang bersifat kualitatif, yaitu > keadilan. > > Dalam buku Bangga Jadi Perempuan milik Faqiruddin Abdul Kodir, ada beberapa > pertimbangan (al-munasabah) yang harus diperhatikan dalam memaknai ayat > poligami. Untuk mengenali pertimbangan-pertimbangan pemaknaan ayat poligami, > harus dilakukan pembacaan secara lengkap terhadap penggalan ayat sebelum dan > sesudahnya, juga dengan ayat lain yang terkait berikut alur bahasa > penyusunan, serta konteks di mana dan kapan ayat tersebut turun. Pada saat > yang sama prinsip-prinsip Alquran dalam membicarakan relasi laki-laki dan > perempuan juga harus disertakan sebagai bahan acuan pemaknaan. > > Di Tengah Kondisi Sosial > Yang memutuskan kapan poligami bisa dilakukan atau tidak adalah masyarakat, > sepanjang persyaratan dan kondisi memang memungkinkan, dengan cara melakukan > penelitian atas kondisi tersebut dan meminta pendapat mereka sejauh mana > keadilan bisa ditegakkan atas kewewenangan poligami. > > Dalam konteks ini, poligami memang halal, tetapi harus diletakkan pada > kondisi dan persyaratan seperti yang direkam ayat Al-Nisa. Pada saat yang > sama, harus juga ditegaskan bahwa sesuatu yang halal dalam fiqih bisa saja > dilarang ketika nyata-nyata mendatangkan kemudharatan kepada banyak pihak. > Apa lagi jika melenceng dari persyaratan yang telah digariskan. > > Artinya, ketika poligami sebagai solusi terhadap pemeliharaan anak-anak yatim > ternyata mendatangkan persoalan sosial, maka bisa saja ia dilarang dan > pemeliharaan anak-anak yatim itu tidak harus dilakukan dengan cara mengawini > ibu-ibu mereka. Dalam hal ini, yang berhak menentukan apakah poligami itu > tepat atau tidak adalah masyarakat sendiri, dengan melakukan penelitian dan > jajak pendapat. Dan dalam hal ini berarti sama sekali tidak melanggar > syari'at atau Alquran. > > Dalam ayat tersebut juga disebutkan, bahwa yang boleh dikawini dari ibu-ibu > anak yatim itu adalah mereka yang mau dan rela (ma thaba lakum), bukan dengan > cara dibohongi, atau ditipu, apalagi dipaksa sekendak hati. Ini menunjukkan > bahwa seseorang perempuan bisa menolak dan tidak suka dipoligami, dan sama > sekali tidak berarti menolak atau melecehkan syari'at atau Alquran. > > Ada satu ayat lagi yang juga sering dikaitkan dalam pembicaraan mengenai > poligami. Ayat ini, sebenarnya merupakan peringatan terhadap pasangan > suami-istri yang sedang menghadapi masalah. Biasanya sang suami dalam > menghadapi konflik dengan sang istri akan cenderung kepada perempuan lain dan > ingin berpoligami. > > Ayat ini memperingatkan suami yang seperti itu untuk tidak berpoligami, > karena ia tidak akan bisa berbuat adil terhadap perempuan-perempuan yang akan > dipoligami. Lalu, solusi yang ditawarkan Alquran adalah perbaikan hubungan > antara suami dan istri, kemudian saling menjaga diri. Kalau masih sulit, > solusi yang paling pahit adalah bercerai. Maka ada rasa serba salah, bagi > perempuan poligami adalah komedi yang pahit. > > "Kamu sekalian tidak akan bisa berbuat adil terhadap perempuan-perempuan > (yang akan kamu poligami), sekalipun kamu sangat menginginkan. Maka janganlah > kamu cenderung secara penuh (kepada perempuan selain istrimu), karena akan > mengakibatkan istrimu terkatung-katung (tanpa perhatian). Jika kamu > memperbaiki (hubungan dengan istrimu) dan menjaga diri, sesungguhnya Allah > adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka (pada akhirnya) > berpisah, maka Allah akan mencukupkan setiap orang (dari mereka) dengan > rezki-Nya. Dan sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah lagi Maha Bijaksana.". > (QS. Al-Nisa, 4: 129-130). > > Antara Poligami dan Binatang > Ternyata, faktor genetik juga ikut andil dalam terjadinya perselingkuhan dan > poligami. Mayoritas mahluk hidup memang lahir dengan bawaan tersebut. > Kebanyakan mahluk hidup memang tidak terbiasa hidup bermonogami. Secara > genetik, mayoritas mahluk hidup pun tidak diprogram untuk hidup monogami > alias hidup dengan satu partner saja. Bahkan, dari sekitar 5.500 jenis > mamalia hanya 3-5 persen yang dikenal bisa hidup monogami. > > Walau demikian, hampir tidak ada jenis mahluk hidup yang mengenal monogami > murni. Walau beberapa mahluk hidup selalu diciptakan untuk berpasangan, pada > kenyataannya tetap saja mereka tetap mencari kesempatan untuk ''ke luar > jalur" sesekali. > > Dalam kehidupan mahluk hidup secara umum, terdapat tiga jenis monogami. > Pertama monogami seksual; hanya melakukan aktivitas seksual pada satu partner > saja selama satu musim kawin. Kedua, monogami sosial; mahluk hidup mempunyai > satu pasangan untuk berkembang biak, tapi tetap memiliki partner lain untuk > bersosialisasi dan juga beraktivitas seksual. Ketiga, monogami genetik; hanya > memiliki satu partner untuk bereproduksi. > > Hampir semua jenis burung umumnya menganut gaya hidup monogami sosial. > Masing-masing memiliki pasangan, tapi tetap melakukan aktivitas seks dengan > partner lain. Dalam sebuah penelitian, burung betina yang dipasangkan dengan > pejantan yang telah disteril masih bisa tetap menghasilkan telur baru. > > Burung merpati yang dianggap sebagai simbol kesetiaan saja masih bisa tidak > setia, apalagi angsa yang kerap identik dengan simbol cinta. Spesies jenis > ini juga kerap berselingkuh bahkan ''bercerai" dengan pasangannya. > > Burung Nasar juga termasuk mahluk hidup yang setia. Alasannya karena pola > reproduksi mereka. Pasangan burung Nasar bergantian mengerami telur mereka. > Masing-masing bertugas selama 24 jam. Selama delapan bulan awal kelahiran > bayi burung Nasar, ayah dan ibunya bergantian memberi makan. Karena itu > ikatan pasangan pada burung Nasar cukup kuat. > > Intinya, monogami akan terjadi jika mahluk hidup merasa memerlukan situasi > yang membuat pasangan harus tetap bersama. Dipercaya, manusia sejak dahulu > hidup bermonogami karena membutuhkan komitmen dan kerjasama yang panjang > untuk membesarkan keturunannya serta membangun keluarga.*** > > Hj Suratiny Sulesdianingrum, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Demokrat. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
