Tidak semua orang Belanda setuju Hindia Belanda lepas dari Holland, tidak semua orang Belanda setuju Indonesia merdeka.
Jadi ada yang teriak "Indiƫ verloren, rampspoed geboren". (Dan nyatanya setelah Hindia Belanda lepas dari Holland, negeri Belanda jadi makmur dan adil seperti sekarang...) Kontradiksi ada dimana-mana dixit Mao Zedong, juga di negeri Belanda.. Para pendukung kapitalis 'onderneming' (Amsterdam) jelas lebih senang bila Belanda tetap menjajah Indonesia, tapi modal industri dan bank (Roterdam) tidak melihat ada perlunya penjajahan itu dipertahankan... Dan dengan gertak Amerika yang memakai Marshal Plan maka proses pelepasan Hindia Belanda itu dipercepat. Jangan kita lupa, dibalik itu, bahwa Partai Komunis Belanda (CPN) sudah sejak permulaan abad ke XX minta Indiƫ los van Holland (Hindia Belanda lepas dari Holland...) Saya ulang: lepasnya negari jajahan dari negeri penjajah itu adalah juga tuntutan perkembangan kapitalisme. Tuntutan sejarah. Makanya bukan hanya Indonesia dan India yang merdeka, tapi juga Malaysia, Malagasi, Togo, Tongga dan Tobago dll.. Bagaimana proses lepasnya jajahan itu dalam kenyataan boleh dibilang hanyalah anekdot sejarah... Soal van Mook. Van Mook adalah orang Indisch yang ingin menghalangi kolabarator fascist Jepang Soekarno menggantikan penindas kolonial... Dan dia gagal... Kegagalannnya itulah - antara lain - yang memungkinan kolabaorator fascist Jepang beserta "pemuda" asuhan Jepang membawa Indonesia ke alam meredeka. Dan mereka itu kemudian menjadi tukang tindas orang Indonesia, tukang rampok perusahaan Belanda (dan Inggeris) dan tukang bunuh orang Indonesia. Mereka bawa Indonesia ke alam dedel duwel seperti sekarang. Dan lucunya, - persisnya ini menyedihkan - ada saja orang Indonesia yang masih memuja-muja dan berterima kasih kepada manusia seperti Soekarno yang telah mengantarkan mereka ke kesengsaraan. --- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Bahwa Belanda atau Ratu Wilhelmina sudah berjanji akan memberikan > kemerdekaan kepada Hindia Belanda tidak benar adanya.Bahkan > Belanda berusaha mati2-an untuk mempertahankan Hindia Belanda > karena: "Indie verloren, is rampspoet geboren artinya :Jika Hindia > Belanda lepas, akan terjadi kesengsaraan/kekurangan di Belanda". --- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam, Bahwa Belanda atau Ratu Wilhelmina sudah berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Hindia Belanda tidak benar adanya.Bahkan Belanda berusaha mati2-an untuk mempertahankan Hindia Belanda karena: "Indie verloren, is rampspoet geboren artinya :Jika Hindia Belanda lepas, akan terjadi kesengsaraan/kekurangan di Belanda". Suatu paradoks bahwa keluarga Kerajaan Belanda sebelum perang belum pernah satupun(apalagi ratunya) yang mengunjungi Hindia Belanda tetapi malah mengunjungi Hindia Barat(Suriname) yang kecil dan tidak berarti. Tetapi itu mungkin soal masalah perjalanan karena diperlukan 21 pelayaran untuk sampai di Hindia Belanda dan pesawat terbang masih sangat berrisiko tinggi dan terlalu banyak terjadi kecelakaan karena peswatnya masih terlalu premitif, seperti a l.yang dialami oleh raja pers Hindia Belanda dan pemilik gedung VILLA ISOLA (Bumi Siliwangi), W.B.Berettty yang jatuh dengan pesawat " Uyver" di atas Turki. Demikian pula Jepang melalui perdana menteri Hedeki Tojo telah memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia"dikelak kemudian hari".Meskipun Sukarno berbaris paling depan ( foto Domei) untuk mengantar ratusan ribu orang romusha yang hanya 20% yang hidup atau dapat pulang ketanah air karena tersebar di Birma,Thailand.Kamboja.Malaya, Singapura dan beberapa pulau lainnya. Jadi Aksi Polisi I dan II adalah usaha militer Belanda untuk tetap menguasai Hindia Belanda, termasuk perbuatan Kapten Turk Westerling yang telah membunuh kurang lebih 2000 orang di Sulawesi Selatan. Bukannya 40.000 seperti yang dipropagandakan sebab itu berarti sudah hampir setengah dari penduduk daerah itu pada waktu itu. Perundingan Renville dan Linggarjati dilakukan atas tekanan Amerika dan internasional dan dipergunakan hanya untuk mengulur-ulur waktu saja. Dalam bidang politik Gubernur Jenderal H .J.Van Mook telah berusaha mendirikan Negara-2 bagian seperti Sumatera Utara,Sumatera Timur,Pasundan dengan Achmat Kartalegawa(tidak ada hubungannya dengan DI Kartosuwirjo yang baru ada setelah RI terbentuk), Negara Jawa Timur dengan walinya dari Madura,Borneo dan NIT(Negara Indonesia Timur) dengan presidennya Sukawati dan perdana menter Najamuddin Daeng Malewa dan menteri LN Anak Agung Gde Agung. Setelah ditekan oleh Amerika dengan MARSHALL plan, meskipun secara militer berhasil mendesak RI sampai hampir habis dikantong-2 kecil dan tinggal Jogya, dan politis berhasil membentuk negara-negara bagian(federal) yang pro Belanda, TEPAKSA Belanda mundur dari daerah RI dan menyetujui perundingan Meja Bundar antara Belanda, RI dan Negara federal bentukan Belanda(BFO). Selanjutnya dicapai pemerintahan RIS. Ternyata kemudian karena karisma Sukarno , dengan dipelopori oleh Anak Agung Gede Agung, Negara-2 federal meleburkan diri menjadi Negara kesatuan Republik Indonesia. Itulah sekilas yang terjadi menurut catatan saya, Wasalam, Wal Suparmo ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
