http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8233

Minggu, 25 Feb 2007,

Bola Beton Tembus Pusat Semburan 



SIDOARJO - Upaya Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo menyumbat semburan lumpur 
dengan bola-bola beton dimulai kemarin sore. Teknik penyumbatan dengan metode 
HDCB (high density chained ball) itu dimulai dengan memasukkan (insersi) 
untaian pertama bola-bola beton ke kawah lumpur. 

"Untaian pertama kami masukkan ke kawah sekitar pukul setengah empat sore tadi 
(kemarin, Red)," kata Juru Bicara Timnas Rudi Novrianto kemarin. Meski bola 
sukses masuk ke kawah semburan, kawat baja sling yang digunakan untuk mengerek 
untaian bola itu terputus. Akibatnya, insersi pertama tak dapat dilanjutkan 
sesuai rencana.

Pada insersi itu, Timnas berencana memasukkan lima untaian bola beton. 
Prosesnya, masing-masing untai dimasukkan satu per satu dengan selang waktu 
sekitar satu jam. "Tapi, karena kawat slingnya putus, kami lanjut besok (hari 
ini, Red)," kata Rudi.

Walau demikian, lanjut Rudi, tanda-tanda bahwa teknik HDCB itu akan berhasil 
mulai terlihat. Untaian pertama yang dimasukkan ke kawah lumpur kemarin 
diperkirakan berhasil mencapai permukaan tanah keras. "Untaian pertama yang 
kami masukkan ke kawah itu dilengkapi benang ukur dan alat sensor tekanan. 
Setelah kami ukur, untaian pertama tersebut bisa tenggelam sampai kedalaman 700 
meter," jelas Rudi.

Pada penjelasan tentang metode HDCB sebulan lalu, Timnas mengatakan bahwa 
keberhasilan teknik itu harus diawali dengan tenggelamnya untaian bola beton ke 
dasar kawah semburan. Setiap untai terdiri atas dua bola besar dan dua bola 
kecil. Bola besar masing-masing berdiameter 40 sentimeter. Berat setiap bola 
berat 40 kilogram. Bola yang kecil, masing-masing berdiameter 20 cm dengan 
berat 16-17 kilogram.

Jika ditotal, berat setiap untai bola beton tersebut 112-114 kilogram. Sempat 
dikhawatirkan untaian bola beton itu tak dapat tenggelam ke dasar kawah karena 
kuatnya tekanan semburan. "Kalau untaian bola beton itu cuma melayang-layang di 
antara semburan lumpur, harus kami analisis lagi, apakah teknik itu dapat 
diteruskan atau tidak," jelas Koordinator Monitoring Bidang Keahlian Sifat 
Magnetis Sedimen Tim Insersi HDCB Satria Bijaksana.

Satria pernah mengatakan, pelaksanaan teknik senilai Rp 3 miliar itu berpotensi 
gagal. Potensi kegagalan yang utama, jelas Satria, jika untaian bola beton 
tidak tenggelam ke dasar kawah. Potensi kegagalan berikutnya, jika untaian bola 
beton tidak masuk tepat ke lubang kawah lumpur. "Masalahnya, data yang kami 
miliki sangat minim. Kami belum tahu persis posisi lubang kawah dan besar 
tekanan semburan," tuturnya.

Data tersebut, imbuh Satria, baru dapat diperoleh setelah insersi pertama 
terlaksana. Sebab, dalam insersi pertama itu, salah satu untaian bola beton 
dilengkapi alat sensor tekanan.

Alat tersebut berfungsi mengetahui posisi HDCB di dalam kawah, serta berfungsi 
memberikan gambaran tentang geometri dasar kawah. "Kalau tahap itu berhasil 
dilaksanakan, baru kami masukkan untaian-untaian berikutnya, secara bertahap," 
beber Satria. Total HDCB yang akan digunakan 374 untai.

Proses insersi pertama sendiri kemarin nyaris gagal. Sebelum memasukkan untaian 
bola beton pertama ke dalam kawah, Timnas menyurvei posisi kawah menggunakan 
sonar.

Peralatan sonar tersebut dipasang pada kawat sling yang dibentangkan antara dua 
tower crane di tepi barat dan timur kawah lumpur. "Untuk mengetahui posisi 
kawah, sonar itu digerakkan ke barat dan timur, persis cara kerja scanner," 
jelas Rudi.

Timnas memulai tahap survei posisi kawah sekitar pukul 09.00. Namun, sekitar 
pukul 12.30 proses itu terhenti. Penyebabnya, angin kencang berembus di sekitar 
kawah lumpur sehingga posisi tower crane labil. "Padahal, proses scanning-nya 
tinggal sekitar 2 meter. Tapi, kami sudah mengetahui posisi kawah dan 
bentuknya. Tinggal sedikit penyempurnaan," kata Rudi.

Sekitar pukul 13.00 embusan angin mereda. Timnas kembali berusaha melanjutkan 
proses insersi. Namun, datang awan gelap yang disusul hujan deras. Baru sekitar 
pukul 14.30 cuaca agak bersahabat. "Begitu hujan reda, kami segera memulai 
proses insersi pertama. Proses itu berakhir sekitar pukul setengah lima sore," 
ujar Rudi.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke