http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/022007/26/0101.htm
Sudah Jadi Bangkai pun Masih Makan Korban Levina, Oh Levina... JAKARTA, (PR).- Meski sudah menjadi bangkai, Kapal Motor Penumpang (KMP) Levina I, kembali memakan korban. Kali ini, seorang kamerawan Lativi, meninggal dunia, satu kamerawan SCTV dan dua petugas Pusat Laboratorium (Puslabfor) Polri hingga semalam belum ditemukan, ketika bangkai KMP Levina I tenggelam di perairan Muara Gembong, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/2) kira-kira pukul 13.00 WIB. Sementara itu, 22 jenazah penumpang KMP Levina I yang terbakar pada Kamis (22/2), kembali ditemukan oleh para nelayan pada hari kemarin di sekitar Pulau Kelapa Kepulauan Seribu, Jakarta. Dengan ditemukan jenazah-jenazah tersebut, korban tewas 42 orang. Juru kamera Lativi, Suherman (31) meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan diri ketika bangkai KMP Levina I terggelam kemarin siang. Sedangkan seorang juru kamera SCTV, M. Guntur dan dua anggota Puslabfor yakni Langgeng Widodo dan Widyantoro, hingga semalam belum ditemukan. Tenggelamnya bangkai kapal tersebut, terjadi ketika ada peninjauan oleh tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dan sejumlah wartawan. Tim KNKT dan Puslabfor Polri melakukan penelitian lanjutan penyebab terbakarnya KMP Levina I pada Kamis (22/2) di dekat Pulau Kelapa, 80 km dari Tanjung Priok Jakarta. Pada Sabtu (24/2) bangkai KMP Levina I ditarik dari lokasi musibah ke perairan Muara Gembong Kab. Bekasi. Menurut anggota tim KNKT, James Tambun, yang selamat dalam musibah tersebut, tenggelamnya kapal tersebut terjadi saat rombongan sudah berada kira-kira satu jam di bangkai kapal tersebut. "Tiba-tiba, kapal mulai miring dan dalam hitungan detik, kapal langsung terbalik. Kami awalnya tidak menyadari karena terfokus pada penyelidikan," ujar James. Beruntung, kata James, semua tim KNKT memakai life jacket, sehingga semuanya selamat. James menuturkan, ketika kapal semakin miring, ia dan rekan-rekan lainnya langsung bergerak ke dek yang lebih atas. Ia melihat sudah banyak wartawan di dek itu. Mereka kemudian berloncatan ke laut dalam keadaan panik. Akibat musibah itu, selain seorang tewas, tiga orang belum ditemukan, dua orang dirawat intensif yakni reporter RCTI Bima Marzuki dan anggota KNKT Ruth Hanna Simatupang. Bima dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran untuk penanganan lebih lanjut, sedangkan Ruth menjalani perawatan Port Medical Center. Pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan melibatkan aparat gabungan dari Search and Rescue (SAR), TNI AL, dan Polair. Pada pukul 17.00 WIB jenazah Suherman dibawa ke rumah duka di Jln. Swasembada Barat XXVI No. 28 RT 003 RW 011 Kebon Bawang, Jakarta Utara. Rencananya, jenazah dikebumikan di TPU Budi Dharma Cilincing, Senin (26/2). Dihentikan sementara Upaya pencarian dihentikan sementara, pukul 19.00 WIB, dan akan dilanjutkan Senin (26/2). Kepala Seksi Operasi Tim SAR DKI Jakarta, Hadi Tugiman mengatakan, karena kondisi cuaca dan malam hari maka proses pencarian dilanjutkan Senin (26/2). Menurut Hadi, proses pencarian korban akan dilakukan di sekitar bangkai kapal yang tenggelam di kedalaman 30 meter bawah permukaan laut. Sedangkan menurut Kapolsek Muara Gembong, AKP Lestariyono, tim pemantau muara melihat ada asap yang mengepul. Meski di lokasi tersebut juga terdapat kilang minyak, asap yang tampak berbeda dengan biasanya. "Karena kapal karam, mengakibatkan munculnya ombak besar bersamaan dengan angin barat laut yang sangat kencang dengan kecepatan 2 m/detik sehingga air menjadi pasang," katanya. Karena kondisi tidak memungkinkan, tim pemantau tak jadi mendekat. 22 jenazah ditemukan Sebanyak 22 jenazah penumpang KMP Levina I kembali ditemukan nelayan di perairan sekitar Pulau Kelapa Kepulauan Seribu, Minggu (25/2). Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Panji Nirwana dalam keterangan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (25/2) menuturkan, kapal nelayan yang menemukan mayat-mayat itu adalah Kapal Sumber Lancar sebanyak 5 korban, Langsung Jaya (7), Citra Bahari (5), dan Nambah Rezeki (5). Tujuh korban laki-laki dibawa dari Pulau Kelapa dengan menggunakan KRI Kalagian, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kira-kira pukul 14.00 WIB. Menyusul kemudian, 15 jenazah tiba di Tanjung Priok. Keluarga korban yang sudah menunggu langsung berebutan untuk melihat apakah ada anggota keluarga mereka. Jenazah-jenazah tersebut selanjutnya diidentifikasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Beberapa keluarga korban pun banyak yang jatuh pingsan, saat di antara jenazah itu ternyata ada kerabatnya. Akibatnya, petugas pun berusaha menjauhkan keluarga korban yang pingsan ke ruangan VIP Room di Terminal Penumpang Tanjung Priok. Dari 22 jenazah, baru sebanyak 15 jenazah yang dapat diidentifikasi, di antaranya Zumaedi asal Cirebon, Luki Suparman (34) Cimahi Tengah, Dani Wijaya (21) asal Cibinong, Umar bin Oman (37) asal Sukabumi, Arif (24) asal Bogor, Dahlan (29) asal Sukabumi. Tinggal enam Dari Cimahi dilaporkan, anggota rombongan pekerja yang semula berniat ke Bangka, satu per satu mulai ditemukan keberadaannya. Meski sudah tak bernyawa, jenazah Sugiyanto (46) akhirnya tiba di kediamannya di RW 3 Kel. Karangmekar Kec. Cimahi Tengah. Korban hidup lainnya, Arifin (40), kini sudah berkumpul bersama keluarga di RT 4 RW 2 Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah. Dengan demikian, dari 11 anggota rombongan tersebut, tinggal enam yang belum jelas keberadaannya. Mereka adalah Cepi, Yudha, Suherman, Sukma Irawan, Lucky, dan Lukman. (A-94/A-130/A-153/A-158/D [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
