mus, ada seseorang yg saya kenal.
dia bukan orang minang, orang jawa atau pun beragama islam.
namun dia suka mengaku-aku suku jawa, atau minang
dan beragama islam.
dia ahli dalam membahas alquran,
bahkan lebih ahli dari para kyai.
dan sebenarnya dia adalah cina keturunan.

ngarti kan maksud saya...???

si jasad.

--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> IMLEK Lebih Marak Dikalangan Umat Islam Katimbang Keturunan Cina !!!
> 
> Ada umat Islam yang menuduh tulisan2 saya sebagai anti-cina, tapi
> tidak ada orang keturunan cina yang menuduh saya anti-cina !!!  Banyak
> pembaca keturunan Cina menyukai tulisan2 saya yang katanya mampu
> membongkar harga diri yang terlukai dari masyarakat keturunan cina
> ini.  Dan diantara keturunan Cina sendiri begitu antusiasnya terhadap
> tulisan2 saya sehingga ada yang bilang bahwa mereka sebagai keturunan
> cina sendiri sebelumnya tidak menyadarinya, baru setelah membaca
> tulisan2 saya mereka menyadari kebenaran isi tulisan2 saya.  Mungkin
> dia benar, karena kemudian ada umat Islam yang menuduh bahwa tulisan2
> saya sengaja mengadu domba keturunan Cina di Indonesia dengan
> Pribuminya dengan tujuan menghancurkan Indonesia.  Tentu tuduhan itu
> absurd, karena tidak mungkin tulisan saya bisa mengadu domba, yang
> menghancurkan Indonesia justru perbuatan2 biadab umat Islam itu
> sendiri yang demi kewajiban agamanya tidak ragu untuk menyebar fitnah,
> kebohongan, penjarahan, pembakaran, pemerkosaan dll tanpa pelakunya
> ditindak bahkan dilindungi.
> 
> Memang lucu judulnya, tapi ini betul2 kenyataan !!!  Mungkin tujuannya
> untuk memberi persepsi bahwa Islam tidak anti-cina meskipun pelaku
> pemerkosaan massal amoy2-nya tetap dilindungi MUI maupun pemerintah RI.
> 
> Yang lebih aneh, ada umat Islam yang memberi selamat Imlek kepada
> tetangganya yang Cina malah ditolak, katanya "kami tidak merayakan
> Imlek".  Wajar saja keturunan Cina di Indonesia harus wanti2 ber-hati2
> agar penjarahan dan pemerkosaan jangan berulang lagi.  Bagi keturunan
> Cina di Indonesia, posisi politik perayaan Imlek kalah kuat dari
> posisi politik Gereja katolik.  Dalam hal ini, saya sendiri kalo jadi
> orang keturunan Cina akan takut merayakan Imlek sehingga kalo ada umat
> Islam yang memberi selamat, buru2 akan saya tolak dan saya akan
> berkata, saya bukan cina jadi tidak merayakan Imlek, saya katolik dan
> gereja katolik melarang merayakan Imlek.  Tentu saya berkata begitu
> dengan tujuan melindungi anak cuku keluarga saya agar jangan jadi
> sasaran penjarahan atau pemerkosaan, apalagi gereja katolik itu posisi
> politiknya didunia sangatlah kuatnya.  Saya lebih aman berlindung
> kepada gereja katolik katimbang kepada kuil yang merayakan Imlek.
> 
> Ajaran2 Islam aliran manapun juga menghalalkan apapun untuk tumpasnya
> mereka yang bukan Islam, wajar2 saja kalo orang2 keturunan Cina yang
> ingin selamat tinggal di Indonesia ada yang buru2 masuk jadi Islam
> katimbang jadi Katolik atau Kristen yang meskipun didunia sangat kuat
> posisi politiknya, namun kalo meledak penjarahan dan pemerkosaan maka
> lembaga gereja katolik atau kristen tak keburu menyelamatkan mereka.
> 
> Tetapi tidak semua keturunan Cina di Indonesia berpikiran pendek untuk
> masuk Islam, mereka yang cerdas lebih banyak di Indonesia, mereka juga
> mempertimbangkan, kalo mereka masuk Islam tentu akan jadi sapi perahan
> dan tidak ada jaminan bahwa sebagai umat Islam tidak mengalami musibah
> seperti yang dialami umat Islam Ahmadiah yang meskipun sama2 Islamnya
> tapi mesjidnya dibakari dan harta benda umatnya dijarahi.  Kelompok
> keturunan Cina yang cerdas tentu lebih marak untuk jadi Katolik
> katimbang masuk Islam ataupun Buddha.
> 
> Betul2 saat ini keanehan2 telah terjadi di Indonesia, umat Islam yang
> sebelumnya anti-cina mendadak membeli barongsai mengajak tetangganya
> keturunan Cina ikut main barongsai.  Sayang, kebanyakan keturunan Cina
> sudah shock dengan barongsainya yang pernah mengundang penjarahan,
> pembunuhan, maupun pemerkosaan hanya karena dituduh barongsainya
> merupakan berhala yang diharamkan dalam ajaran Islam.
> 
> Kalo umat Islam main barongsai dan keturunan Cinanya ketakutan melihat
> barongsai, perlu saya tanyakan ke MUI, barongsai itu milik siapa ???
> 
> Yaaaah.....  tulisan diatas hanyalah realitas yang bisa anda lihat
> dengan mata, tetapi rahasia dibelakangnya yang tidak bisa dilihat mata
> sebenarnya juga bukanlah rahasia, setiap umat Islam maupun setiap
> keturunan Cina di Indonesia sama2 paham kemana tujuannya.
> 
> Ekonomi RI sulit diperbaiki dan terus meluncur kejurang kehancuran
> tanpa bisa direm.  Setiap hari pasti ada investor asing yang memberi
> tahu ke Dept Perindustrian bahwa mereka akan segera cabut dari
> Indonesia.  Jumlah pengangguran setiap hari berlipat jumlahnya,
> lulusan sekolah tinggi tidak ada penampungan kerja, sogok2 marak
> dikalangan pegawai negeri untuk mendapat posisi kerja jadi pegawai. 
> Investor barat kapok diteror, hanya keturunan Cina tidak kapok2nya
> meskipun dijarah, dibakar maupun diperkosa.  Atas dasar inilah
> keputusan pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk menarik simpati
> dunia keturunan Cina untuk mau berinvestasi.  Dunia Islam di Arab sana
> cuma janji2 malah investasinya di Singapore dan Thailand.
> 
> Demikianlah, menarik simpati cina dan keturunan cina cukup dengan
> menghalalkan Imlek.  Sayangnya atau bodohnya ulama2 di Indonesia tidak
> mengerti budaya orang2 keturunan Cina maupun budaya dunia
> Internasional.  Lebih dari 80% keturunan Cina yang merayakan Imlek
> juga merayakan Natal.  Ajaran Islam yang mengajarkan bahwa hanya Allah
> yang satu saja yang boleh disembah, tidak bisa berlaku diluar Islam. 
> Bahkan banyak umat Islam di Indonesia juga selain menyembah Allah juga
> menyembah dewa Semar.  Dan bukan hal yang asing bahwa keturunan Cina
> yang merayakan Imlek juga beragama Kristen ataupun katolik sehingga
> juga merayakan Natal.
> 
> Lalu apa hikmah yang didapat MUI maupun pemerintah RI dengan
> menghalalkan Imlek disatu pihak tapi mengharamkan Natal dilain pihak ?
> 
> Jelas tidak ada faedahnya, karena mengharamkan Natal sangatlah melukai
> kehormatan keturunan Cina yang merayakan Imlek sehingga upaya MUI dan
> pemerintah RI untuk menarik simpati masyarakat keturunan Cina menjadi
> sia2.
> 
> Dimanapun diseluruh dunia anda tinggal, tidak pernah ada UU negaranya
> yang ditahun lalunya mengharamkan Imlek dan menghalalkan natal,
> mendadak tahun ini menghalalkan Imlek dan mengharamkan natal.  Apa
> yang dilakukan pemerintah RI ini hanya menambah beban ketidak
> percayaan dunia Internasional terutama dunia investasi business
> tentunya.  Luka makin menguak, kehormatan sekelompok masyarakat makin
> terhina dan di-injak2 oleh ajaran agama yang namanya Islam.  Apakah
> ajaran begini yang kita namakan ajaran agama damai???  Hanya umat
> Islam saja yang diracuni kepercayaannya yang memandangnya sebagai
> damai meskipun sebagian umat islam lainnya seperti Ahmadiah merasa
> diteror oleh saudara2nya seiman.  Tidak ada orang buta sekalipun bisa
> menemukan kedamaian dalam ajaran Islam.  Begitulah kenyataannya dunia
> diluar Islam sudah menjadikan pengetahuan umum bahwa Islam adalah
> ajaran agama teror yang menteror semua yang bukan Islam maupun Islam
> yang beda alirannya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke