http://www.antara.co.id/seenws/?id=54284
Inggris Tambah Dana Rekonstruksi & Rehabilitasi Aceh-Nias Banda Aceh (ANTARA News) - Pemerintah Inggris berkomitmen menambah dana 33 juta Poundsterling untuk kelanjutan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias pasca musibah gempa bumi dan tsunami. "Komitmen Pemerintah Inggris menambah dana sebesar 33 juta Poundsterling menjadi 38,5 juta Poundsterling (75 juta dolar AS)," kata Pimpinan Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID) untuk Indonesia, Shantanu Mitra, di Banda Aceh, Senin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat komite pengarah di kantor Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Banda Aceh yang dihadiri Gubernur NAD Irwandi Yusuf, Duta Besar Belanda Nikolaos van Dam. Acara yang juga dihadiri pimpinan Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer dan perwakilan 12 negara donor serta tiga institusi internasional itu berlangsung akrab. Pada pertemuan tersebut ia menilai kemajuan proyek-proyek Multi Donor Fund (MDF) untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias pasca tsunami akhir Desember 2004. Dia mengatakan, pengelolaan manajemen MDF berjalan baik dan Pemerintah Inggris menilai MDF sebagai contoh teladan dimana negara-negara donor dapat berkoordinasi secara efektif baik secara internal maupun dalam mendukung program-program prioritas pemerintah dalam rangka melakukan perubahan di Aceh. "Dana tambahan tersebut untuk menyelesaikan dan meningkatkan proyek-proyek yang ada, dan memungkinkan pelaksanaan proyek-proyek baru di berbagai sektor yang diprioritaskan," kata Shantanu Mitra. Dengan tambahan 64 juta dolar AS yang diberikan Pemerintah Inggris, MDF sekarang memiliki 650 juta dolar AS untuk membantu masyarakat Aceh dan Nias dalam membangun kembali dengan lebih baik. Selama lebih dari 18 bulan melakukan misi kemanusiaan di Aceh dan Nias, MDF telah mengalokasikan 482 juta dolar AS atas 17 proyek untuk pembangunan masyarakat dan infrastruktur. Melalui Proyek MDF telah dibangun 1.212 unit rumah baru dan memperbaiki 1.873 unit rumah yang rusak. Sebanyak 6.419 unit rumah baru masih dalam proses rekonstruksi, sementara sebanyak 2.513 unit lainnya dalam proses perbaikan. Selain itu, lebih dari 1.900 kilometer jalan telah dibuat, 720 jembatan, 240 sekolah, 2.450 proyek irigasi dan drainase dan fasilitas air bersih dan sanitasi, serta 40 klinik kesehatan. MDF juga telah memberikan beasiswa bagi 7.000 anak dan memberikan pinjaman dalam jumlah kecil kepada lebih dari 3.500 orang. Gubernur NAD, Irwandi Yusuf mengatakan sangat menghargai kontribusi komunitas internasional dalam rangka rekonstruksi Aceh dan Nias. MDF mengkoordir dana rekonstruksi Aceh-Nias dari 15 donor termasuk dari Komisi Eropa, Belanda, Inggris, Bank Dunia, Denmark, Swedia, Norwegia, Jerman, Kanada, Finlandia, Belgia, Bank Pembangunan Asia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Irlandia.(*) Copyright © 2007 ANTARA 27 Februari 2007 0:49 ++++ http://www.antara.co.id/seenws/?id=54128 Belanda Akan Kembalikan Dokumen Sejarah Aceh Banda Aceh (ANTARA News) - Pemerintah Belanda akan mengembalikan dokumen dan buku berkaitan dengan sejarah Aceh yang tersimpan di negara tersebut kepada Pemerintah Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). "Duta Besar Belanda, Nikolaos van Dam, dijadualkan akan menyerahkan semua dokumen dan buku itu dalam bentuk duplikat pada Selasa 28 Februari 2007," kata Gubernur Provinsi NAD, Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Sabtu. Hal itu dikatakannya usai membuka konferensi internasional tentang Aceh dan kawasan Samudera Hindia yang diselenggarakan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias bekerjasama dengan Asia Research Institut-Universitas Nasional Singapura berlangsung hingga 27 Februari 2007 di Banda Aceh. Konferensi membahas enam materi pokok antara lain mengenai seismologi, geologi dan dampak lingkungan, sejarah Aceh dan kawasan Samudera Hindia, bahasa, budaya dan masyarakat Aceh, pemulihan pasca tsunami, rekonstruksi. Selain itu juga dibahas mitigasi bencana dan pembangunan pasca tsunami, resolusi konflik serta mengenai Islam, hukum dan masyarakat dengan menghadirkan sekitar 20 pakar internasional. Dia mengatakan, dengan kembalinya dokumen tentang sejarah Aceh tersebut masyarakat yang selama ini tidak memiliki akses menyeluruh tentang sejarah Aceh dapat menelusurinya melalui dokumen dan buku itu. "Saya yang mewakili masyarakat Aceh menerima buku dan dokumen sejarah itu merasa berterima kasih kepada Pemerintah Belanda meskipun yang dikembalikan duplikat karena kita belum mampu menjaga apabila diberikan yang asli sebab kita tidak mempunyai museum khusus untuk menyimpannya," katanya. Sejumlah negara yang memiliki dokumen sejarah tentang Aceh seperti surat Sultan Iskandar Muda kepada Kerajaan Inggris yang dibuat pada 1632 yang selama ini tersimpan di Universitas Oxford di Inggris akan dipamerkan di Museum Negeri Aceh pada Senin (27/2). Gubernur mengharapkan konferensi internasional yang diikuti sekitar 310 peserta dari 12 negara itu akan memberikan kontribusi bagi perkembangan Aceh ke depan dengan mengacu pada sejarah. "Melalui konferensi ini diharapkan berdirinya sebuah pusat studi internasional dan ini saatnya sejarah Aceh ditulis ulang dan pakar-pakar sejarah bertanggung jawab dan bertindak benar terhadap sejarah," demikian Gubernur Irwandi Yusuf.(*) Copyright © 2007 ANTARA 24 Februari 2007 23:7 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
