Refleksi: Gejala Sidoarjo kedua?

http://www.antara.co.id/arc/2007/3/1/pakar_teliti_suara_gemuruh_dari_dalam_tanah_di_yogyakarta/

Pakar Teliti Suara Gemuruh dari Dalam Tanah di Yogyakarta


Yogyakarta (ANTARA News) - Pakar telematika Roy Suryo dan Tim Geologi, 
Geofisika dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, tengah 
berusaha mengungkap misteri suara gemuruh dari dalam tanah yang sering 
terdengar dari sebuah lokasi di Dusun Menciran, Imogiri, Bantul, sejak gempa 
besar melanda daerah itu 27 Mei tahun lalu. 

Tim itu, Kamis petang, memasukkan sebuah kamera infra merah berdiameter 5,5 cm 
ke dalam lubang pemboran yang dibuat sejak Selasa (20/2) lalu, untuk merekam 
kondisi di dalam tanah sebagai bahan penelitian.

Pengeboran yang dibantu sejumlah siswa jurusan geologi pertambangan SMKN II 
Sleman tersebut dilakukan di halaman rumah milik Arjo Winangun (85) di Dusun 
Menciran yang diduga menjadi salah satu sumber suara gemuruh.

Tim ini telah mengebor sampai kedalaman 50 meter dengan diameter lubang 
pengeboran tujuh centimeter. 

Pakar telematika Roy Suryo pemilik kamera infra merah mengatakan, USCV 
(Underground Surveillance Video Camera) yang memiliki kemampuan merekam gambar 
di tempat gelap ini akan mengambil gambar pada kedalaman 18-50 meter. 

Setelah direkam gambarnya akan dianalisa batuan apa saja yang ada di dalam 
tanah tersebut. "Kamera ini akan merekam struktur batuan serta material yang 
ada di dalam," katanya. 

Durasi pengambilan gambar di dalam lubang pengeboran selama dua jam. Ada satu 
lagi kamera pemandu arah selama kamera utama masuk ke dalam lubang. Kamera 
utama hanya bekerja ke samping untuk merekam gambar batuan yang ada. 

Menurut koordinator tim peneliti, Ir Joko Soesilo MT, pengambilan gambar 
dimulai pada kedalaman 18 hingga 50 meter. Sebab, pada kedalaman 1-18 meter, 
material yang ada hanya berupa pasir yang mudah lepas. 

Untuk memperlancar masuknya kamera ke lubang pengeboran, tim peneliti 
memasukkan air jernih ke lubang itu untuk melicinkan jalannya kamera hingga 
pada kedalaman 50 meter. "Air pelicin ini perlu, karena struktur tanahnya 
keras," kata dia.

Perjalanan kamera di dalam lubang pengeboran dapat dilihat langsung oleh warga 
masyarakat melalui monitor yang terpasang di lokasi setempat. 

Banyak warga yang datang ke lokasi itu untuk melihat proses pengambilan gambar 
di dalam tanah, yang sejak gempa 27 Mei 2006 dari dalam tanah tersebut sering 
terdengar suara gemuruh yang cukup meresahkan warga. 

Arjo Winangun pemilik rumah yang tanah halamannya dibor mengaku sempat merasa 
ketakutan dengan suara gemuruh yang didengarnya dari dalam tanah setempat. 

Kata dia, suara gemuruh tersebut bisa muncul setiap saat, bahkan setelah dibor 
pada hari pertama (Selasa, 20/2) lalu, pada malam harinya masih terdengar dua 
kali suara gemuruh.

Suara itu terdengar di empat tempat, yakni di wilayah RT 02 Dusun Menciran 
serta di tiga pekarangan rumah milik warga lainnya. "Suara gemuruh ini 
terdengar bergantian dari tempat-tempat tersebut," katanya.

Aman

Tim Geologi, Geofisika dan Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta sebelumnya 
menyatakan, setelah tim ini melakukan pengeboran tanah di lokasi tersebut 
hingga kedalaman 20 meter dan tidak ditemukan rongga, indikasinya tanah 
setempat aman. 

Ketua tim peneliti, Ir Joko Soesilo MT mengatakan, pada pengeboran hingga 
Selasa (27/2) lalu sampai kedalaman 42 meter juga tidak ditemukan rongga. 

Menurutnya, dari segi geologi, daya dukung tanah di kawasan itu aman karena 
lapisan sedimen sangat kuat. Pada pengeboran hingga kedalaman 42 meter hanya 
ditemukan material lepas seperti kerikil dan lempung. 

Sedangkan mengenai sumber suara gemuruh di dalam tanah itu, menurut Joko, belum 
berhasil menemukan. Tetapi suara gemuruh yang didengar warga setempat 
kemungkinan pertama bersumber dari retakan batu yang pecah akibat gempa dan 
saling mencari keseimbangan. 

"Kemungkinan kedua, karena rongga yang ada di batu gamping kemasukan sedimen 
yang ada di atasnya," kata dia. 

Indikasi yang kedua ini berdasarkan pada jarak sekitar dua kilometer dari 
lokasi yang dibor, yaitu di Dusun Barongan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis 
ditemukan lapisan batu gamping pada kedalaman 34 meter saat dilakukan pencarian 
sumber air bersih beberapa waktu lalu setelah gempa 27 Mei 2006. 

Menurut dia, material yang terangkat dari pengeboran tersebut diteliti di 
laboratorium UPN Veteran Yogyakarta guna mengetahui hasil akhir dari penelitian 
tim ini. 

Kata Joko, saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kondisi tanah 
setempat sudah dinyatakan aman. 

Ia mengimbau Pemkab Bantul untuk melakukan `edukasi` kepada warga dusun 
setempat, misalnya melalui kelompok tani, forum pertemuan warga tingkat RT atau 
RW, Karang Taruna, dan forum lainnya di masyarakat, agar tidak terjadi 
kesimpangsiuran informasi mengenai suara gemuruh tersebut.(*)


Copyright © 2007 ANTARA

01/03/07 18:56


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke