Pengalaman Saya Yg Luar Biasa ketika Belajar di King Abdul Aziz Universitas 
Jeddah, Saudi Arabia. 
  Dengan ini saya menyampaikan sesuatu yang luar biasa, di luar dari Yang saya 
bayangkan. Mungkin beberapa di antara kita sudah tahu berita Penampakan Yesus 
Kristus Di Kramat V No. 24, yang juga sudah disiarkan oleh Indosiar. Lokasinya 
tepat di depan Gereja GPIB Gideon, ada rumah seorang Haji, istrinya orang 
Kristen. Menurut orang-orang yang tinggal di situ, tadinya Pak Haji ini sudah 
masuk Kristen, tetapi berselang waktu kemudian dia pindah ke Moslem lagi. 
Ketika dia sembahyang di rumahnya dengan posisi menghadap tembok yang dicat 
putih, tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang mau bicara kepadanya yang 
muncul dari tembok tersebut.

Awalnya dia takut dan gelisah sehingga dia menceritakan ke istrinya. Mereka 
pikir itu hanya ilusi atau rembesan hujan, sampai-sampai dia mencat dinding itu 
4 kali, tetapi yang herannya, Penampakan itu semakin jelas. (Penampakan ini 
tidak terus ada, tetapi sering muncul tiba-tiba di dinding itu). Penampakan ini 
kalo tidak salah mulai dari tanggal 26 Desember 2000. 

Karena banyaknya orang berduyun-duyun datang melihat, akhirnya polisi menjaga 
rumah itu, dan pengunjung tidak diperbolehkan masuk lagi, dan dikasih 
pengumuman bahwa Penampakan tersebut sudah tidak ada. Tetapi yang herannya, 
Penampakan itu justru berpindah ke dinding luar dari kamar tempat Pak Haji 
pertama kali melihatnya. Ini terlihat pada malam Minggu (tanggal 13 Januari 
2001) oleh pengunjung sekitar jam 12 malam sampai dengan jam 1 pagi dini hari. 
Pengunjung spontanitas bernyanyi memuji-muji Tuhan dan berdoa menangis 
bersukacita. Banyak juga Hamba Tuhan yang hadir di sana. Menjelang jam 1 pagi 
dini hari, Penampakan itu semakin hilang, tetapi terangkat ke angkasa dengan 
cahaya / sinar yang sangat terang dan menghilang. 

Berita ini juga sampai kepada saya, dan saya penasaran juga mau melihat, 
membuktikan benar tidaknya berita tersebut, soalnya tidak jauh dari tempat 
saya. Akhirnya kami pergi ke lokasi kemarin, hari Minggu, tanggal 14 Januari 
2001, sekitar jam 17.30 sore. Benar juga, ternyata di sana masih banyak orang 
yang pengen lihat. Tapi Penampakan itu pada saat itu tidak ada. 

Dan tembok luar, di mana Tuhan menampakkan diri pada malam Minggu tanggal 
13-nya, sudah dicat warna Biru Laut, dan catnya pun masih bau dan masih agak 
lengket. 

Kami hanya dapat melihat foto-fotonya, rupanya ada juga yang foto untuk 
membuktikan, dan di foto itu terlihat wajahnya Yesus Kristus, dengan rambutnya 
sebahu, itulah yang terlihat jelas, juga gambar ketika sinar / cahaya yang 
terangkat ke atas. Saya pengen gambar itu sebagai bukti, tetapi harus dipesan 
dulu. 

Kira-kira jam 18.30, menjelang malam, saya dan teman-teman mau pulang, posisi 
kami saat itu ada di seberang jalan, di depan dinding. Ketika saya berbalik mau 
pulang, TIBA-TIBA MATA SAYA TERTUJU KE DINDING YANG SUDAH DICAT BIRU ITU, DAN 
APA YANG SAYA LIHAT, SAYA MELIHAT PENAMPAKAN YESUS DI DINDING ITU! YANG SANGAT 
JELAS PERTAMA ADALAH KEPALANYA, KEMUDIAN BAHU, KEMUDIAN KEDUA TANGANNYA. 
POSISINYA, KEPALANYA AGAK MENUNDUK (KURANG LEBIH 45 %), KEDUA TANGANNYA 
TERANGKAT (POSISI MEMBERKATI), BADANNYA TIDAK TERLIHAT, TETAPI PUNGGUNG / BAHU 
BELAKANG TERLIHAT, PERGELANGAN TANGAN DAN PUNGGUNG MEMAKAI JUBAH, DAN POSISINYA 
SEMUA AGAK MIRING (KURANG LEBIH 30 %). 

MELIHAT ITU, SPONTAN SAYA BERTERIAK-TERIAK, SETENGAH HISTERIS, "ITU DIA... ITU 
DIA... ITU TUHAN..." SAYA TIDAK TAHU APA YANG SAYA RASAKAN PADA SAAT ITU. SAYA 
SAMPAI GEMETARAN DAN MENANGIS. SAYA HANYA DAPAT MENGUCAP SYUKUR KEPADANYA. 
TERNYATA TEMAN SAYA, YANG BERDIRI DI SEBELAH SAYA, JUGA MELIHAT. DIA JUGA 
HISTERIS, SETENGAH MENANGIS, "OH TUHAN...OH TUHAN YESUS..."

Shalom alaikhim Beshem ha Mashiah 

Saya anak ketiga dari enam bersaudara, empat saudara saya perempuan Dan saya 
termasuk anak laki-laki paling besar. Saya dilahirkan dalam Keluarga Muslim 
yang taat dan fanatik karena ayah saya adalah seorang Kiyai dan juga anggota 
ABRI yang oleh komandannya ditugaskan untuk membina mental dan rohani anggota 
ABRI. 

Dilingkungan keluarga, ayah saya sangat keras dalam mendidik anak-anaknya 
terutama dalam hal agama. Dalam pergaulan ayah saya juga memberikan pengajaran 
yang sangat keras, kami dilarang bergaul atau Berteman dengan orang-orang 
Kristen. Tahun 1992 saya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi 
swasta di Jakarta. Saya dianjurkan ayah saya agar melanjutkan Pendidikan agama 
ke salah satu pesantren di Jombang, Jawa Timur, supaya saya lebih memahami 
tentang Al-quran, akan tetapi tinggal dan belajar di dalam pesantren menurut 
saya tidak efectif karena pengajarannya hanya 

membaca dan menulis huruf arab saja tidak dengan arti bahasa indonesianya, 
sehingga saya hanya bertahan sampai empat bulan, setelah itu saya menganggur. 

Pada bulan juli 1994 saya mencoba masuk Lembaga ilmu Pengetahuan Islam Arab 
LIPIA), setelah mengikuti ujian masuk saya dapat diterima dan ternyata saya 
salah satu yang mendapat beasiswa untuk belajar di King Abdul Aziz Universitas 
Jeddah, Saudi Arabia selama tiga tahun. Mendengar kabar tersebut bukan hanya 
saya yang gembira, orang tua saya lebih gembira dari saya, dengan harapan saya 
bisa menjadi penerus ayah sebagai seorang "Kiyai". 

Bulan November 1994 saya berangkat menuju Saudi Arabia. Di Saudi Arabia saya 
tinggal di sebuah apartemen di Fasyalia Street I Jeddah, kurang lebih 100 km 
menuju kota Mekkah. Pada tahun pertama saya tinggal di Saudi Arabia, saya rajin 
beribadah Umroh dan Haji ke Masjidil Haram Mekkah. Saya sempat terkejut setelah 
mengetahui bagaimana orang Islam di Saudi Arabia memperingati hari-hari besar 
Islam karena ada beberapa peringatan hari besar agama Islam di Saudi Arabia 
yang berbeda dengan di Indonesia, contohnya di Saudi Arabia tidak ada 
peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi+raj Nabi Muhammad juga tidak ada 
adanya Idhul Fitri dan banyak lagi perbedaan agama Islam di negara Arab dengan 
Indonesia. 

"Isa Almasih dalam Al-quran" 

Satu setengah tahun sudah saya belajar di Saudi Arabia, saya mulai mengerti 
arti terkandung dalam kitab suci yang saya imani dahulu yaitu Al-quran. Didalam 
Quran sendiri banyak sekali kesaksian tentang Injil Isa Almasih, antara lain 
Surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30: QAALUU YAA QAUMANA INNA SAMI+NA KITABAN UNZILA 
MIMBA+DI YADAIHI YAHDI ILAL HAQQI WA ILA THARIQIM MUSTAQIM, Artinya: "Hai kaum 
kami, sesungguhnya kami telah mendengar Kitab Al-Qur+an yang diturunkan sesudah 
Musa, yang membenarkan Kitab Injil yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan 
kepada jalan yang lurus". Surah 4 An-Nisaa ayat 59: WA INI MIN AHLIL KITABI 
ILLA LA YU+MINAMNA BIHIIQOBLA MAUTIHI WAYAUMIL QIYAMATI YAKUNU ALAIHIM 
SYAHIDAA. Artinyaan tidak seorangpun dari ahli kitab akan beriman kepada Isa 
dan ada hari kiamat Dia menjadi saksi terhadap mereka".

Surat 43 Az-Zukhuri ayat 61: WA INAHUU LA+ILMUL LIS SAA +TI FA LAA AMTARUNA 
BIHA WA TABI+UNI HAZDAA SHIRAATUM MUSTAQIM. Artinya: "Dan sesungguhnya Dia 
adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu entang kiamat itu, 
dan ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus". Ayat yang diatas menyatakan bahwa 
jalan yang lurus ada pada Isa Almasih yang memberikan pengetahuan tentang hari 
kiamat dan tidak boleh diragukan. 

Oleh karena itu kita harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa Almasih 
sebab inilah jalan yang lurus. Disamping Surah 43 Az-zukhuruf tersebut, jalan 
yang lurus ada di dalam surat 46 Al-Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa Kitab 
Taurat dan Injil memberikan petunjuk kepada kebenaran kepada jalan yang lurus. 
Surah Al-Maa-Idah ayat 68 juga menyatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) 
adalah merupakan Kitab yang benar bagi orang yang beragama menurut kehendak 
Allah. 

Surah Al-Maa-Idah ayat 68: QUL YAA AHLAL KITABI LASTUM+ ALAA SYAI iNHATTA 
TUQIMUT TAURATA WAL INJILA WA MAA UNZILA ILAIKUM MIR RABBIKUM THUQYANAW 
WAKUKUFRAN FALLA TA+SA+ALAL QAUMIL KAAFIRIN. Artinya: "Katakanlah, hai ahli 
kitab, engkau tidak beragama yang sebenarnya, kecuali ngkau turuti Taurat dan 
Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, bagi kebanyakan mereka 
sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran. 

"Saya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat" Pada suatu hari di 
bulan Agustus 1996 ketika saya sedang membaca Alquran di kamar apartemen 
tiba-tiba saya melihat seorang laki-laki berjenggot dan berjubah putih 
mendekati saya. Saya takut sekali tapi bukan karena kehadiran orang tersebut 
yang begitu tiba-tiba tapi karena wajahnya yang sangat wibawa sekali. Apakah 
saya ini sedang bermimpi? Ah, tidak .. saya tidak bermimpi ataupun mabuk. 
Sepertinya orang tersebut tahu kalau saya sedang ketakutan, DIApun langsung 
berbicara : "Jangan takut Aku datang untuk menyelamatkanmu". Setelah DIA 
berkata begitu, saya langsung tidak sadarkan diri waktu itu kira-kira pukul 9 
malam waktu Jeddah. Segala sesuatu hening dan tenang. 

Sayapun merenungkan siapa yang datang tadi? Kalau dia manusia, darimana 
masuknya sebab semua pintu terkunci. Dan apa maksudnya dengan menyelamatkan?. 
Koq dia lancar sekali berbahasa Indonesia, sedangkan wajahnya wajah 
Arab-Palestina. Darimana Dia tahu kalu saya orang Indonesia, sedangkan saya 
saat itu saya tidak sedang berada di Indonesia tapi di Jeddah, ya paling tidak 
pakai bahasa Arablah, karena disana orang Indonesia juga kalau bertemu dengan 
bangsanya sendiri pakai bahasa Arab. Tiba-tiba saya merasakan ada sesuatu yang 
masuk kedalam diri saya. Sekarang saya baru tahu kalau yang masuk tersebut 
adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang membuat hati saya dapat mengambil 
kesimpulan bahwa yang datang tadi adalah Isa Almasih (Yesus Kristus). Sayapun 
langsung tersungkur dan menangis sambil memohon ampun kepada Allah atas semua 
dosa-dosa saya selama ini, yang ternyata saya selama ini telah mengikuti jalan 
yang tidak benar. Spontan saya berkata "Bagaimana saya harus menerima
 Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat?", bicara saya saat itu memang perlahan 
saya juga tidak mengerti kenapa saya bicara seperti itu, dan lagi saya tidak 
tahu Juruselamat itu apa?

Ini hal-hal aneh yang terjadi saat itu. Pagi itu juga saya berdoa dalam bahasa 
Indonesia dengan lancar sekali, doa saya waktu itu adalah sebagai berikut: "Ya 
Allah saya percaya melalui FirmanMu bahwa saya adalah manusia berdosa dan telah 
kehilangan kemuliaan Allah serta harus binasa, tetapi saya juga percaya melalui 
FirmanMu Yesus Kristus telah mati untuk semua orang yang berdosa dan Darah-Nya 
telah dicurahkan untuk menghapus dosa-dosa kami. Sekarang saya menerima Engkau 
Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadiku. Penuhi saya dengan Roh 
KudusMu Tuhan. Terima kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin." 

Setelah berdoa seperti itu, doa tersebut langsung saya catat ke dalam sebuah 
buku harian. Setelah itu saya merenung, sambil bertanya-tanya dalam hati, 
kenapa saya begitu mudah berdoa dalam bahasa Indonesia? Dan mengapa doa 
tersebut seperti doa orang Kristen, sebab ada kata Yesus? Lantas saya berfikir 
lagi, yang berdoa tadi, saya atau siapa? Aneh tiba-tiba saya penuh dengan 
sukacita. 

Sejak tahun 1996 saya secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan 
Juruselamat saya. Ditahun 1997 saya pulang ke Jakarta dengan sambutan meriah 
dari keluarga karena mereka tahu bahwa diri saya telah menjadi seorang haji 
yang patut dibanggakan. Keluarga saya belum tahu kalau saya sudah bertemu 
dengan Tuhan Yesus dan menjadi pengikutNya. Inilah rahasia yang terus saya 
rahasiakan, tidak seperti yang lain saya tidak pernah memakai gelar Haji di 
depan nama saya, dan tindakan ini membuat orang tua saya bertanya-tanya akan 
apa yang saya perbuat. 

Tidak lama setelah saya sampai di Jakarta, saya mendapat tawaran bekerja di 
salah satu Bank swasta di Jakarta. Tetapi baru kerja kurang lebih sembilan 
bulan, saya terkena PHK karena Bank tersebut dilikwidasi/ditutup oleh 
pemerintah, tidak lama setelah saya terkena PHK ayah saya memasuki masa 
pensiun, sehingga harus pulang ke Jomabng, Jawa Timur, karena rumah yang 
ditempati di Jakarta adalah rumah dinas. Dan saya memilih untuk tinggal dan 
kost di Jakarta, tepatnya di Jalan Kramat Raya Jakarta pusat. Selama hidup 
menjadi anak kost yang masih di biayai keluarga karena saya belum bekerja, hal 
seperti ini menghidupkan kembali kerinduan saya untuk mempelajari Alkitab, 
seperti janji hati ketika baru menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat 
saya. Setelah membeli sebuah Alkitab dan saya belajar sama Tuhan, mulailah saya 
ikut kebaktian, yang pertama sekali saya ikut Kebaktian Minggu disalah satu 
gedung gereja di Jakarta Pusat. Selanjutnya keluar masuk gereja dari yang
 Karismatik, Pantekosta, Protestan sampai Katolik sehingga saya mengenal 
beberapa Hamba Tuhan. 

Tanggal 8 April 1999, saya bertemu seorang Hamba Tuhan dari satu gereja di 
Jakarta yang bersedia membaptis saya pada sebuah kolam renang yang berada di 
salah satu Hotel di Jakarta Timur. 

"Tuhan bekerja luar biasa di balik sobekan celurit" Pada 28 April 1999 saya 
datang berkunjung ke rumah paman di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk 
mengakui bahwa saya telah menjadi Pengikut Kristus. Sampai di sanapun saya 
ditanya oleh Paman, "Bagaimana kabar kamu? Sudah lama tidak main ke sini?" 
"Puji Tuhan", jawab saya. Mendengar jawaban seperti itu, wajah Paman langsung 
berubah tidak ada senyum lagi. Saya ulangi lagi, "Puji Tuhan! Sekarang ini saya 
menjadi pengikut Kristus". Paman saya tanya lagi, Apa itu pengikut Kristus? 
Dengan suara yang sangat kasar sekali. Saya kembali menegaskan "Sekarang saya 
sudah menjadi seorang Kristen". Tanpa ada komentar lagi, melayanglah pukulan 
dari Paman yang bertubuh besar ke arah saya yang berbadan kecil. Saya terjatuh, 
akibat terkena pukulan, lalu kesempatan itu digunakan oleh paman saya untuk 
mengambil sebuah celurit yang terpajang di tembok. Lalu dari arah belakang 
Paman mengalungi lehar saya dengan celurit dan merobek leher saya
 sambil berkata, "Kamu sudah murtat, Kamu sudah menjadi kafir, orang kafir 
kalau dipotong lehernya diminum darahnya halal". Mendengar itu saya merasa 
bahwa saya tidak akan hidup lagi. Tapi tiba-tiba dengan pertolongan dan 
kekuatan dari Tuhan , tangan saya cepat bergerak menangkap celurit yang sangat 
tajam itu untuk saya tarik ke depan dengan kedua tangan saya ini. Begitu 
terlepas dari celurit tajam itu, lalu saya lari keluar dan dikejar oleh Paman. 
Puji nama Tuhan! Tuhan Yesus menghalanginya sehingga Paman saya tidak 
mengejarnya lagi. Saya memanggil taksi, dan sopirnya bertanya kepada saya "Mau 
dibawa kemana?" saya bilang sama sopir taksi "Tolong bawa saya kerumah sakit 
mana saja." 

Sementara darah terus mengalir membasahi pakaian saya, sambil memegangi leher 
yang terluka dengan keadaan tangan saya yang juga hampir putus karena menahan 
celurit yang tajam tadi. Selama ditaksi saya berseru "Tuhan, kalau memang 
Engkau mau mengambil saya ambillah Tuhan, jangan lama-lama". 

Taksi diarahkan kerumah sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo. Saya dibawa masuk 
dengan alat dorongan, tapi dokter masih menanyai saya dengan beberapa 
pertanyaan sebab dikiranya saya seorang penjahat yang jadi korban pengadilan 
massa. Tapi Puji Tuhan, seorang perawat digerakkan oleh Tuhan untuk melayani 
saya, dia membersihkan luka di leher dan di tangan saya. Dan tak lama kemudian 
datang juga dokter tersebut dengan menjahit luka-luka saya. 

Setelah dijahit dan saya mampu untuk duduk, mulailah dokter itu kembali 
mengajak saya berbincang-bincang, kenapa dan apa yang terjadi dengan saya. Saya 
menjelaskan bahwa Paman saya telah menggorok leher saya ini karena saya telah 
menjadi seorang Kristen. Tak saya sangka-sangka dokter itu juga marah dan 
mengatakan saya sudah menjadi Kafir. Lalu saya jawab semua perkataan dokter 
tersebut dengan mempersilahkan membaca beberapa ayat yang ada di dalam

Alquran seperti surah 46 Al-Ahqaaf ayat 30, Surat Az-Zukruf ayat 61 dan Surah 
Al-Maa-Idah ayat 68, juga saya mengatakan bahwa saya pernah belajar di Saudi 
Arabia selama tiga tahun bahkan saya bertemu dengan Tuhan Yesus di Saudi Arabia 
bukan di Indonesia. Akhirnya dokter tersebut terdiam merenung. Untuk 
mengalihkan pembicaraan, sayapun bertanya "Dokter berapa biaya yang harus saya 
bayar?" Tetapi apa yang terjadi? Ternyata Tuhan bekerja luar biasa sekali, 
sebab dokter tersebut mengatakan tidak usah dibayar bahkan saya dibolehkan ke 
rumah.

Saya mengucap syukur pada Tuhan... Keesokkan harinya saya menelepon orang tua 
di Jombang dan menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya, orang tua saya 
merasa kaget sekali dan marah besar, saya dikatakan orang kafir, orang murtat 
bahkan lebih dari itu mereka melarang saya mengakui sebagai orangtuanya lagi 
dan juga termasuk semua saudara-saudara saya. Saya juga dilarang menginjak 
rumah orang tua saya. Belum sempat saya bicara lagi, telepon ditutup. Sejak 
saat itu hubungan saya dengan orang tua serta saudara-saudara putus. Akibatnya, 
saya tidak mendapat bantuan keuangan dan akhirnya saya tidak sanggup meneruskan 
pembayaran uang kost. 

"Gelandangan awal pelayanan saya" 

Dengan bermodalkan sebuah Alkitab dan beberapa lembar pakaian mulailah saya 
tidur di Mesjid-mesjid, di stasiun-stasiun kereta api dan tempat-tempat 
lainnya. Pertama sekali saya tidur di Masjid Baitul Falah jalan kramat raya 
nomor 121 dan Masjid Istiqlal lalu pindah ke Stasiun Kereta Api Senen, Juanda 
dan Taman Lapangan Banteng. Kehidupan saya benar-benar menjadi gembel dan 
gelandangan seringkali saya tidak makan berhari-hari dan ternyata Tuhan tidak 
membiarkan saya. Suatu hari saya mendapat kabar dari seorang teman gelandangan 
juga bahwa ada satu tempat dimana disana disediakan makanan gratis dari Tuhan 
untuk orang-orang jalanan yaitu dirumah salah seorang dokter juga sebagai Hamba 
Tuhan yaitu dokter Suradi Ben Abraham di alan proklamasi nomor 47 Jakarta 
Pusat. ampir setiap hari saya datang untuk makan dengan sepuasnya di sana. 
Disamping itu iman saya juga terus bertumbuh, diantara para gembel dan 
gelandangan saya membentuk satu kelompok doa bersama mengambil lokasi di aman
 Lapangan Banteng, Jakarta Pusat setiap hari sabtu pukul 11.00 sampai 13.00 
WIB. Waktu itu pertama kali dilayani oleh Team dari Doulos, tetapi 
lama-kelamaan kamipun dapat melakukan pelayan sendiri terhadap kelompok doa 
kami sendiri.

Pada suatu hari seorang Hamba Tuhan melihat kelompok doa yang saya pimpin dan 
menawarkan kepada saya untuk melayani penginjilan ke suatu desa di Sukabumi 
Jawa Barat. Sejak saat itulah hingga sekarang Tuhan pakai saya untuk 
memberitakan Injil di beberapa tempat. Demikianlah kesaksian saya, Tuhan 
memberkati. "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, 
engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31)
  __________________


 
---------------------------------
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke