SUARA PEMBARUAN DAILY
------------------------------
Sayembara Novel DKJ

Novelis Daerah Mulai Bergairah

Mantan Menteri Pendidikan Dr Daoed Joesoef berfoto bersama dengan para
pemenang Sayembara Novel 2006 Dewan Kesenian Jakarta, dari kanan ke kiri,
pemenang I Mashuri, pemenang II Junaedi Setiyono dan Calvin Michael Sidjaja
dalam malam anugerah Sayembara Novel DKJ di Teater Kecil, Taman Ismail
Marzuki, Jakarta, Jumat (9/3). [Pembaruan/Alex Suban]

[image: S]ayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali memunculkan
novelis-novelis muda, seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Deretan nama seperti Ayu Utami dan Achmad Tohari pernah dimunculkan oleh
kompetisi ini. Kali ini dalam Sayembara Novel DKJ 2006, memunculkan nama
Calvin Michel Sidjaja yang notabene masih tercatat sebagai mahasiswa di
Universitas Parahyangan, Bandung.

Meskipun hanya menempati posisi ketiga, kehadiran Calvin sepertinya bisa
menjadi bukti bahwa dunia roman Indonesia masih terus berkembang dan belum
berhenti.

"Hasrat untuk menjadi penulis sastra, terutama novel masih terus
menghinggapi kaum muda kita. Memang, sebagian besar peserta kali ini datang
dari kalangan muda," ujar Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Marco Kusumawijaya,
dalam Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2006 di Teater Kecil, Taman Ismail
Marzuki, Jakarta, Jumat (9/3).

Dalam catatan Marco, setiap tahunnya peserta sayembara novel ini selalu
bertambah. Tahun 2003, dewan juri hanya menyeleksi sekitar seratus naskah
saja, tetapi pada penyelenggaraan tahun 2006 ini, ada 249 naskah yang masuk.
Bagi Achmad Tohari, salah satu anggota dewan juri, jumlah naskah ini sudah
mampu membuat dewan juri "mabuk naskah".

"Itu mungkin yang membuat dewan juri yang lain tidak hadir saat ini. Cerita
paling pendek berjumlah 152 halaman," kela- karnya sebelum membacakan
nama-nama pemenang. Achmad Tohari malam itu menggantikan Prof Apsanti
Djokosujatno sebagai ketua dewan juri yang seharusnya membacakan keputusan
dewan juri.

Kembali ke catatan Marco, meskipun penyelenggara sayembara adalah DKJ, tidak
menutup peserta kompetisi ini berasal dari daerah lain. "Kali ini hanya ada
satu pemenang yang berasal dari Jakarta. Memang sejak dahulu kompetisi ini
sudah bertaraf nasional, sehingga banyak novelis-novelis dari daerah lain
ikut serta," ujarnya.

Dalam Sayembara Menulis Novel DKJ 2006 yang diumumkan Jumat (9/3) malam,
pemenang pertama jatuh pada Mashuri, dengan karyanya yang berjudul *Hubbu*.
Pemenang kedua dipegang oleh Tusiran Suseno dengan ceritanya yang
berjudul *Mutiara
Karam*, dan posisi ketiga dipegang oleh Calvin Michel Sidjaja dengan cerita
yang berjudul *Jukstaposisi*.

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 20 juta untuk
pemenang pertama, Rp 15 juta untuk pemenang kedua, dan Rp 10 juta untuk
posisi ke tiga. Selain ketiga pemenang itu, juri juga memutuskan Junaedi
Setiyono dengan karyanya yang berjudul *Glonggong* sebagai pemenang harapan
pertama dan Yonathan S Rahardjo sebagai pemenang harapan kedua.

Achmad Tohari menyebutkan penilaian dewan juri hanya berdasarkan sisi
pandang kesusastraannya saja. Tidak menutup kemungkinan yang tidak menjadi
pemenang malah akan menjadi *best seller* di pasaran.

"Harus dimengerti kaca mata dewan juri dan kaca mata penerbit berbeda
sekali, jadi jangan berkecil hati untuk yang tidak menang, bisa saja
karyanya laku di pasaran, apalagi hampir semua karya yang masuk ke juri
sebenarnya layak untuk naik cetak," ujarnya.

Sayembara novel ini memang bisa menjadi parameter dunia roman di Indonesia,
antusiasme kalangan muda masih memiliki apresiasi yang tinggi terhadap dunia
sastra. Budayawan yang juga mantan menteri pendidikan nasional, Daoed
Joesoef, menyebutkan karya sastra merupakan salah satu indikator
perkembangan peradaban sebuah bangsa, dan saat ini dunia sastra Indonesia
masih ada yang bisa di lihat.

Namun begitu Daoed melihat ada perkembangan yang kurang baik dalam
pengembangan bahasa Indonesia itu sendiri. "Saat ini, pemerintah memberikan
keleluasaan kepada sekolah-sekolah internasional yang mewajibkan penggunaan
bahasa asing dalam pengantarnya. Sedikit banyak hal ini menjadi ancaman
terhadap eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri," ujarnya.

Daoed menyayangkan jika semua sekolah akan berlomba-lomba meningkatkan mutu
dengan menggunakan bahasa asing sebagai pengantar. Ia mengingatkan,
pemuda-pemuda di awal pergerakan kemerdekaan sudah sepakat dan berjanji akan
mengusung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, jika saat ini dilupakan
maka sama saja melupakan para pendahulu bangsa. [K-11]

------------------------------
*Last modified: 10/3/07*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke