SERUAN AL QURAN UNTUK MENGGUNAKAN AKAL.


Seperti sudah kita ketahui, tujuan penciptaan manusia adalah sebagai khalifah 
di bumi dengan diberi kemampuan intelektual yang tinggi.  Ini juga menunjukkan 
bahwa manusia adalah mahluk bermoral, artinya memiliki hati nurani dan perasaan 
kuat untuk membedakan yang benar dan salah.  Manusia dikaruniai dengan dorongan 
baik dan jahat dan harus memilih salah satunya.  Tuhan telah menganugerahi 
manusia dengan kesadaran untuk memilah kebenaran dan kekeliruan moral sehingga 
menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menyadari kesalahan mereka 
dan mengkoreksinya.

Ketika para malaikat keberatan dengan rencana Tuhan untuk menciptakan manusia, 
hal pertama yang Tuhan lakukan adalah memperlihatkan kelemahan mereka 
(malaikat) adalah dengan menunjukkan kecerdasan manusia.  Pada intinya, Tuhan 
menyatakan bahwa kelebihan manusia ini lebih dihargai Tuhan dari pada kekebalan 
malaikat terhadap dosa.

Banyak orang berpendapat bahwa akal hanya akan merongrong iman, tetapi Al Quran 
justru menyatakan bahwa iman akan ambruk justru ketika akal diabaikan.  Menurut 
Al Quran, akal dan iman adalah satu kubu, sebagaimana logika dan kepercayaan 
yang salah, dan Al Quran menjelaskan perbedaan nyata diantara keduanya, 
"sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dan yang salah" (QS 2:256; 
7:146; 7:202; 19:59).  Banyak sekali ayat di Al Quran yang menyatakan bahwa 
orang yang paling beruntung, menurut Al Quran, adalah "mereka yang berakal", 
"orang-orang yang mendalam ilmunya", "mereka yang berpikir", dan "mereka yang 
mengakui bukti-bukti terang".

Al Quran juga berkali-kali menguji para pembacanya dan mempertanyakan, 
"Terangkanlah kepadaku.....", "Apakah kamu memperhatikan....?", "Apakah kamu 
mengira....?", "Apakah mereka tidak memperhatikan....?", "Apakah mereka 
menyangka....?".  Pesan-pesan ini sangat jelas bahwa untuk mempunyai iman yang 
sebenar-benarnya, kita harus membebaskan diri dari tradisi dan memeriksa 
kepercayaan-kepercayaan kita secara rasional.

"Bacalah", Al Quran menyeru pembacanya, sebab "Tuhan mengajar (manusia) dengan 
perantaraan kalam" dan "mengajarkan kepada mereka apa yang tidak mereka 
ketahui".  Dalam kehidupan, alam semesta, sejarah, juga di Al Quran terdapat 
"tanda-tanda" dan "pelajaran" bagi mereka yang berakal.  Al Quran menyatakan 
lebih dari seratus kali bahwa kitab ini diturunkan untuk "menjelaskan (atau 
menerangkan) segala sesuatu".  Tuhan mengajar manusia secara langsung dan tidak 
langsung.

Al Quran juga memakai cara lain untuk mendorong manusia agar mendekati iman 
kepada Allah dengan memakai cara rasional.  Kisah tentang Nabi Ibrahim, sewaktu 
Nabi Ibrahim berkata kepada seorang raja lalim bahwa tuhannya Dia yang memberi 
kehidupan dan kematian, raja lalim tersebut juga menjawab bahwa dirinya juga 
bisa memberikan kehidupan dan kematian.  Nabi Ibrahim kemudian memojokkan 
dengan berkata bahwa Tuhannya menciptakan matahari terbit di timur, lalu 
meminta raja itu untuk menerbitkan matahari dari barat. 

Lalu ketika orang-orang menuduh Ibrahim telah menghancurkan berhala-berhala 
mereka dan menyuruhnya mengatakan siapa pelakunya, beliau menunjuk berhala yang 
paling besar disebelah kirinya.  Mereka segera menyadari kelemahan logika 
mereka.  Jika mereka mengatakan Ibrahim itu bodoh, demikian pulalah penyembahan 
mereka kepada tuhan-tuhan mereka.

Al Quran menyatakan bahwa, semakin cerdas suatu pikiran, semakin sulit 
pilihan-pilihan yang harus diambilnya.  Dorongan untuk berbuat baik dan berbuat 
jahat sangat ditentukan oleh akal dan pilihan.  Akal tidak dapat bekerja tanpa 
pilihan, dan pilihan adalah sebuah kerja akal.  Al Quran juga menerangkan bahwa 
iman tidak bisa dipaksakan, karena iman sejati merupakan sebuah pilihan.  Iman 
adalah wujud dari kehendak, akal, dan pilihan, "Tiada paksaan dalam agama; 
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan yang salah" (QS 2:256).

Allah dapat membuat seluruh manusia taat kepada-Nya sebagai satu umat yang 
saleh (QS 6:149; 10:99; 13:31; 32:13; 5:48), tetapi Dia malah memberi kita 
kemampuan intelektual untuk memilih.  Meskipun pilihan kita dapat mempengaruhi 
orang lain, masing-masing manusia itu sendirilah pelaku utama untuk mengambil 
pilihan tersebut.  Ada paradoks yang menarik dari Al Quran adalah,


"Apa pun kebaikan yang terjadi padamu,
 (Asalnya) dari Allah.
 Dan apa pun yang buruk menimpa dirimu,
 (Asalnya) dari dirimu.
 Dan Kami mengutusmu sebagai Rasul kepada manusia
 Dan cukuplah Allah sebagai saksi."

(QS 4:79)

===

Intinya adalah bahwa segala sesuatu pada akhirnya berasal dari Allah, bahkan 
termasuk kemampuan manusia memilih untuk berbuat jahat dan mengalami kerugian.  
Setelah Allah menganugerahi manusia dengan akal dan kemampuan untuk memilih dan 
berbuat jahat, maka keputusan berada di tangan kita.  

Manakala manusia memilih untuk berbuat baik, kita akan mendapatkan imbalan, 
yaitu semakin matangnya kepribadian kita, dan imbalan ini datangnya dari Allah. 
 Apabila kita memilih untuk berbuat jahat, berarti kita menolak imbalan 
tersebut dan kenyataannya justru kita menzalimi diri sendiri.  Dan kerugian 
yang nyata kita alami ini, yaitu kehancuran diri, bermula dari diri kita 
sendiri.  


Seperti pepatah Minang bilang,

"Awak dengan baju buruk awak,
 gantungkanlah, ampaikanlah.
 Awak dengan laku buruk awak, 
 tanggungkanlah, rasaikanlah."



====================







 
____________________________________________________________________________________
Food fight? Enjoy some healthy debate 
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367


Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke