iya, kalo muda kan korupsinya juga lbh cekatan!! ---------- forwarded message ---------- From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> Date: 14 Apr 2007 05:40 Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Capres Sebaiknya di Bawah 60 Tahun To: [EMAIL PROTECTED]
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/14/Politikhukum/3456197.htm ====================== Jakarta, Kompas - Calon presiden yang akan bersaing dalam Pemilu 2009 hendaknya berumur di bawah 60 tahun. Pemimpin muda dinilai lebih berani dan progresif dalam menyejahterakan rakyatnya. "Pemimpin tua, yang berumur di atas 60 tahun, berada di pinggir saja. Memberikan dorongan moral dan mengoreksi jika keliru," kata mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais dalam peluncuran tiga buku dan diskusi yang diselenggarakan Soegeng Sarjadi Syndicate di Jakarta, Jumat (13/4). Sikap ini juga didukung mantan Wakil Presiden Try Soetrisno. Menurut Amien, presiden muda, seperti Evo Morales dari Bolivia dan Mahmoud Ahmadinejad dari Iran, terbukti mampu mengangkat harkat rakyatnya serta berani melawan korporasi asing. Untuk mendorong munculnya tokoh muda dalam kepemimpinan nasional, lanjut Amien, para pemimpin muda dari partai politik, pemikir, maupun penggiat sosial harus duduk bersama membangun semangat kolektif bernegara. Kesepakatan melahirkan pemimpin muda harus dibangun. Jika pemimpin muda berkualitas berada di luar partai, ungkap Amien, partai harus mengakomodasinya. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Akbar Tandjung setuju jika pembatasan umur presiden kurang dari 60 tahun hanya bersifat imbauan. Jika aturan tersebut diformalkan, akan menutup kesempatan bagi warga negara lain yang ingin menjadi presiden. Meskipun demikian, lanjut Akbar, rakyat yang akan menjadi penentu siapa calon pemimpin yang dianggap pantas bagi mereka, berapa pun umurnya. Rakyat lebih memilih pemimpin berdasarkan performa dan kemampuannya, daripada memperhitungkan masalah usia. Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Eros Djarot mengatakan, sumber dari berbagai masalah di Indonesia adalah lemahnya kepemimpinan nasional. Kesalahan dalam memilih presiden terjadi secara berulang. Media harus bantu Sementara itu, ketika ditanya soal krisis kepemimpinan, sosiolog dari Universitas Airlangga, Daniel Sparringa, Kamis, mengatakan, media massa harus ikut membantu mempromosikan pemimpin-pemimpin baru yang tersebar di masyarakat. Sebab, diperkirakan baru 10 tahun lagi partai politik mampu menciptakan kader-kader yang berkualitas. Krisis kepemimpinan ini, lanjut Daniel, salah satunya akibat dari lambannya partai politik melakukan kaderisasi. Kelambanan itu karena rendahnya wibawa dan legitimasi partai politik sehingga orang- orang berkualitas enggan tergabung di dalamnya. (NWO/MZW) Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
