Klarifikasi Fakta
Tulisan Klarifikasi fakta ini bukan bertujuan menghina, balas-membalas,
caci-mencaci dan janganlah dinilai dan dipandang dari sudut sempit, pandanglah
dengan jiwa besar, bermoral tinggi dan bermartabat, ambil manfaatnya, jikalau
ada yang merasa dirugikan ya cukup simple mengatasinya yakni langsung di
"DELETE" saja !!! Gitu azah kok repot.....
Okey, saya mulai,
Baca baik2 dan teliti, cerap, pahami sungguh2 dgn kepala dingin & hati yg jernih
Catatan pengamatan :
Tampaknya kerusuhan sudah teratasi dengan sendirinya. Dan gossip2 para
"selebriti" juga sudah tidak berarti lagi mungkin sudah kehabisan bahan2
untuk ditampilkan.
Kalau sudah selesai bicara, gantian dong kita yang bicara, jangan egoist.
Tapi bicara kita bukan mau menggosip tanpa bukti dan fakta (hanya banyak
ngomong doank), tapi kita mau mengklarifikasikan fakta yang sebenarnya setelah
beredar tak juntrungan supaya kesadaran orang2 yg belum sadar menjadi sadar
karena pencernaan makanan dan minuman itu tidak bisa diabsorbsi dengan baik,
hal ini harus dibantu dengan enzyme pencernaan supaya makanan-minuman itu
benar2 terabsorbsi sempurna. Sangatlah buruk rasanya kalau kerusuhan itu
ditimbulkan oleh segelintir manusia yang tidak menunjukkan sifat2 yang bermoral
baik, apalagi bermoral sebagai seorang Buddhist. Seorang Buddhist yang baik
harus mencerminkan melalui kualitas moral yang bermartabat, bukannya dengan
mulut yg kotor mencaci-maki, menghujat maupun menganiaya yang membabi-buta
tanpa ada control kesadaran moral yg tinggi.
Tulisan ttg, : Apakah ajaran Dharma sudah mencakup keseluruhan
Tulisan itu pada mulanya memang tidak disebutkan sumbernya, supaya orang2
bebas mengkritik dan memberi masukan, serta mengambil hikmah dan maknanya tapi
apa yg terjadi, nyatanya tulisan itu menuai badai, kerusuhan tanpa alasan yg
jelas, belum memahami essensi isi tulisan sehingga menimbulkan kesalahan
pengertian, karena tingkatan yg dicapai masih rendah maka meledaklah emosi,
marah dan tidak sabar dengan cara mencaci-maki lewat goresan yang kurang
bermoral memalukan diri sendiri karena tidak menunjukkan sifat seorang muirid
Buddha !!!
Jadi benarlah tingkat2 yang dicapai pada orang2 yang codotnya besar itu
tampak sekali rendahnya, kurang bermartabat, bahkan juga terjadi pada
Dedengkotnya, tidak usah saya sebutkan namanya, para pembaca sudah tahu siapa
dia?
Tapi seandainya tulisan saya itu saya sebutkan sumbernya, maka mereka pasti
sudah minder bahkan takut; karena Sang Penulis adalah orang yang mampu
membawa seseorang menuju tingkat tinggi. Atau mereka takut karena kuasa
supernormal sang penulis, bisa dan mungkin saja Cangkemnya tertutup selamanya
karena asal ngebacot ?
Tulisan itu sesungguhnya disadur dari tulisan Master Li Hongzhi, Founder
Falungong atau Falun Dafa yang mempunyai member lebih dari 200 juta orang yg
tersebar dilebih dari 100 negara didunia ini, Beliau yang sangat beken, muskil
dan supernormal yang luar biasa J!!! Kalau saya bohong, buktikan sendiri
,datang, lihat, latih dan kultivasi, anda akan mengapung dalam tempoh singkat !
Silahkan para member milis membacanya dengan teliti dan cermat serta memahami
benar2 apa pesan dan makna yang ada dibawah tulisan tersebut, bacalah sebagai
orang yang mempunyai tingkat perspektif yang tinggi, jangan murahan !!!
http://www.falundafa.ca/library/others/indonesian/zfl/zfl_1.htm
http://www.falundafa.ca/library/others/indonesian/zfl/zfl_1.htm
Zhen - Shan - Ren adalah Satu-satunya Kriteria Pengukur Baik Buruk Manusia
Dalam agama Buddha orang terus berdiskusi mengenai apa yang disebut Fa Buddha
? Ada juga yang berpendapat bahwa Dharma yang diajarkan dalam agama Buddha,
sudah merupakan Fa Buddha yang menyeluruh, sebenarnya tidak demikian. Dharma
yang diajarkan oleh Sakyamuni, pada 2.500 tahun yang lalu, hanya diberikan
kepada manusia biasa dengan tingkat yang masih ekstrem rendah, yakni yang baru
saja lahir dari masyarakat primitif, Dharma yang diberikan kepada jenis manusia
yang pikirannya agak sederhana. Masa akhir Dharma yang Dia maksud adalah
sekarang ini, orang sekarang sudah tidak lagi dapat Xiulian dengan menggunakan
Dharma itu. Pada masa akhir Dharma, biksu dalam biara sekalipun juga sangat
sukar menyelamatkan diri, apalagi menyelamatkan orang lain. Dharma yang
diajarkan Sakyamuni pada masa itu diajarkan untuk kondisi itu, sedang Dia juga
belum mengajar semua Fa Buddha yang telah diketahui sesuai keberadaan
tingkat-Nya, sebaliknya guna bertahan agar selamanya tidak berubah, itu
juga tidak mungkin.
Masyarakat berkembang, pikiran manusia juga kian lama kian rumit, sehingga
manusia tidak mudah ingin terus berkultivasi dengan cara ini. Dharma dari agama
Buddha tidak dapat merangkum seluruh Fa Buddha, dia hanya merupakan bagian amat
kecil dari Fa Buddha. Selain itu ada pula Dafa (maha hukum) aliran Buddha yang
masih beredar di kalangan rakyat jelata, turun-temurun diajarkan secara
tunggal. Pada tingkat berbeda berlaku Fa yang berbeda, pada ruang berbeda
berlaku Fa yang berbeda, ini adalah Fa Buddha yang selalu dimanifestasikan
secara beda untuk setiap ruang dan setiap tingkat. Sakyamuni juga menyebutkan,
ada 84.000 aliran Fa dalam kultivasi Buddha, sedang pada agama Buddha hanya ada
belasan aliran Fa, yakni aliran Zen, Tanah Suci, Tiantai, Huayan, esoterik dan
lain-lain, tidak dapat merangkum seluruh Fa Buddha. Sakyamuni sendiri juga
belum mengajar seluruh Dharma-Nya kepada manusia di masa itu, sesuai dengan
daya penerimaan manusia saat itu, hanya diajarkan sebagian
saja dari yang dimiliki-Nya
>>
http://www.falundafa.ca/library/others/indonesian/zfl/zfl_1.htm
<<
.Saya juga masih akan menekankan suatu masalah, Xiulian kami
adalah perlu mengajar Gong dan mengajar Fa. Ada biksu dari beberapa kuil,
terutama dari aliran Zen, mungkin punya beberapa pendapat. Begitu mendengar
pelajaran Fa, dia lalu tidak suka mendengarkan. Apa sebabnya ? Aliran Zen
berpendirian, bahwa Fa tidak boleh dibicarakan, sekali Fa dibicarakan, ia sudah
bukan Fa lagi, tidak ada Fa yang boleh dibicarakan, hanya boleh dimengerti
secara diam, sehingga sampai kini aliran Zen tidak mengajar Fa apa pun. Apa
yang diajarkan Boddhidarma dari aliran Zen, adalah berdasarkan sebuah
pernyataan Sakyamuni. Sakyamuni berkata : "Tidak ada Dharma yang definitif."
Berdasarkan ucapan Sakyamuni ini dia mendirikan aliran Zen. Kami katakan aliran
ini menyusup ke ujung tanduk lembu (mencurahkan banyak usaha untuk mempelajari
masalah yang tidak perlu atau yang tidak terpecahkan). Mengapa disebut menyusup
ke ujung tanduk lembu ? ketika Boddhidarma mulai menyusup ke dalam,
masih terasa agak luas, saat pemimpin generasi kedua menyusup sudah terasa
tidak terlalu luas, bagi pemimpin generasi ketiga masih terasa cukup, untuk
pemimpin generasi keempat sudah merasa sangat sempit, buat pemimpin generasi
kelima pada dasarnya sudah tidak dapat menyusup lagi, giliran Huineng selaku
pemimpin generasi keenam sudah tiba di ujung, sudah tidak dapat masuk lagi.
Sekarang bila anda ingin belajar Fa pada aliran Zen, jangan anda bertanya, bila
anda bertanya padanya, balasannya sebuah tongkat mendarat di kepala anda, ini
disebut "hardikan tongkat." Artinya anda jangan bertanya, harus mencari
pemahaman sendiri. Anda berkata : "Saya belajar ke mari justru karena tidak
tahu apa-apa, paham tentang apa, malah anda memukul saya ?!" Ini
mengindikasikan ujung tanduk lembu sudah disusupi sampai ke ujung, sudah tidak
ada yang dapat dibicarakan lagi. Boddhidarma juga sudah mengatakan hanya dapat
diturunkan sampai enam generasi, selanjutnya sudah tidak berlaku lagi.
Ratusan tahun telah lewat, namun sekarang masih ada yang berpegang teguh pada
prinsip Zen. Apa makna sebenarnya dari pernyataan Sakyamuni bahwa "Tidak ada
Dharma yang definitif" ? Tingkat Sakyamuni berada adalah tingkat Tathagata
(Buddha pada tingkat yang paling rendah), termasuk banyak biksu di kemudian
hari sudah tidak paham tingkat keberadaan Sakyamuni, juga tidak paham
mentalitas dan alam pikiran-Nya, makna sejati Dharma yang diajarkan-Nya, makna
sejati dari ucapan-Nya. Jadi orang di kemudian hari menginterpretasikan begini,
menginterpretasikan begitu, sehingga diinterpretasikan sangat kacau,
beranggapan bahwa tidak ada Dharma yang definitif diartikan anda jangan
berbicara, jika dibicarakan akan menjadi bukan Dharma lagi. Sebenarnya bukan
demikian artinya. Ketika Sakyamuni sudah Kai Gong Kai Wu (terbuka Gong dan
terbuka kesadaran) di bawah pohon Bodhi, bukan dengan seketika mencapai tingkat
Tathagata. Selama 49 tahun Dia mengajarkan Dharma, juga terus-menerus
meningkatkan diri. Setiap kali Dia naik satu tingkat, ketika menoleh kembali,
dilihat Dharma yang baru saja dikatakan sudah tidak benar lagi. Setelah
meningkat lagi, Dia menemukan Dharma yang baru saja dikatakan juga tidak benar
lagi. Sepanjang 49 tahun Dia terus-menerus selalu membubung, setiap sesudah
naik satu tingkat, Dia menemukan bahwa Dharma yang dulu pernah diberikan adalah
sangat rendah pengertiannya. Bahkan Dia menemukan Dharma yang berlaku pada
setiap tingkat, selalu merupakan manifestasi dari Dharma pada setiap tingkat,
selalu ada Dharma yang berlaku pada setiap tingkat, tetapi bukan merupakan
kebenaran yang mutlak dari alam semesta. Sedang Dharma yang setingkat lebih
tinggi lebih mendekati karakter alam semesta, dibandingkan Dharma yang
setingkat lebih rendah, oleh karena itu Dia lalu berkata : "Tidak ada Dharma
yang
definitif."..................................................................>>
Jadi dari hasil debat dan diskusi dapat disimpulkan :
Memang benar masih banyak diantara kita ( tingkatan keluhurannya
masih rendah, tapi ngomongnya/bacotnya sudah seperti melebihan
tingkattermasuk saya lho), Tathagata. Merasa suci dan hebat, apalagi
merasa setiap hari sudah laku tapa/meditasi apalgi kalau disebut-sebut
smatha, vipassana
Banyak diantara kita, suatu tulisan dinilai dari sudut pandang negatif,
sehingga hasilnya tambah negatif. Seharusnya dinilai dari sudut pandang
positif.
Banyak diantara kita Ilmu Pengetahuannya serta wawasan kurang luas,
sehingga referensi2 yang tidak terpakai (Yang berupa sampah) tapi justru
dipakai untuk menyerang tulisan2 yg benar. Seperti Injil Palsu/Injil sesat
ditanyakan dan sambil menyerang, maka tentulah tidak akan dilayani
sebagaimana kebenaran itu. Tapi ada manusia2 yg tidak sehat menilainya
bhw, ia kalah, ia kabur, ia terbirit-birit; dengan kata2 itu tampak sekali
rendahnya kualitas moral, piciknya pikiran, kotornya hati dan rendahnya
wawasan serta sempitnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern, jangan2
pengangguran berat, silahkan melamar keperusahaan saya kalau masih nganggur dan
cenderung depresi, anda dapat bergabung dgn lainnya yg 150 orang , dijamin
dapur pasti mengepul, tiap hari disediakan kopi& teh manis.
Banyak dari kita langsung apriory kalau membaca tulisan yg tidak sealiran
atau sepaham, lalu keluarlah ucapan2 yang tidak mencerminkan seorang Buddhist,
tapi kata2 yg primitif (tahu sendiri orang primitif kan tidak ber-etiket dan
bahkan moralnya masih rendah). Setahu saya teman2 Buddhist saya itu bermoral
tinggi (tapi saya berteman, selektif), tapi kok di milis ini masih ada yg
kurang mencerminkan seorang pengikut ajaran Dharma yang tinggi, bukti ini
menunjukkan sebagai salah satu tanda dari mereka, masih menyerap yg primitif yg
sudah tidak sesuai lagi dengan zaman luar angkasa ini, beda tingkatannya sangat
jauh, masih fisikal sekali. Karena di Mentalnya masih ada kemelekatan emosi,
marah, caci maki, kebencian, fitnah, semua itu.belum terhapus/belum musnah,
inilah salah satu kriteria yang dipakai yakni "Zhen Shan Ren"
dll dll dll dll................
Salam Gigih Maju :)))
Eddy TG
Tanribra Gandranata EDDY <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah Dharma yang diajarkan Buddha Sakyamuni itu Sudah menyeluruh ?
Apakah ajaran Buddha, Dharma yang diajarkan oleh Sakyamuni 2500 tahun yg lalu,
itu sudah merupakan ajaran Buddha yg menyeluruh ?
Secara logis bahwa ajaran itu belum menyeluruh karena ajaran itu diberikan
kepada manusia biasa dengan tingkat yang masih ekstrem rendah, yakni yang baru
saja lahir dari masyarakat primitif, Dharma yg diberikan kepada jenis manusia
yg pikirannya agak sederhana.
Kalau kita menggunakan Dharma itu, maka orang pada zaman sekarang tidak
mungkin dapat berkultivasi dengan menggunakan dharma yg sederhana itu. Walaupun
seorang pemeditasi ulung, baik itu biksu dalam biara sekalipun juga sangat
sukar menyelamatkan diri, apalagi menyelamatkan orang lain. Apalagi umat Buddha
yang hanya berpatokan pada Dharma yang diajarkan 2500 SM itu tidak dikembangkan
lagi, padahal zaman sudah berubah, bukan primitif lagi !
Dharma yg diajarkan Sakyamuni masa itu diajarkan untuk kondisi saat itu,
sedangkan beliau belum mengajarkan sesuai keberadaan tingkat-Nya, sebaliknya
guna mempertahankan agar selamanya tidak berubah, itu juga tidak mungkin.
Makin hari masyarakat makin berubah, pikiran manusia makin rumit, sehingga
manusia tidak mungkin berkultivasi dengan cara itu lagi, apalagi Dharma dari
agama Buddha tidak dapat merangkum seluruh Hukum Buddha, dia hanyalah merupakan
bagian kecil dari hukum Buddha. Maka pada tingkat berbeda berlaku Hukum yang
berbeda. Hukum yang berbeda pada tingkat berbeda akan berperan seorang
pembimbing yg berbeda, pada tingkat makin rendah perwujudannya makin rumit.
Semua element didunia ini haruslah berasimilasi dengan karakter alam semesta.
Dan setiap tingkat mempunyai manifestasi yang berbeda, manusia hanya dengan
tubuh fisik saja belum dapat membentuk seorang manusia seutuhnya, pada manusia
masih diperlukan adanya attitude, watak, karakter dalam jiwa serta roh prima,
dengan demikian barulah terbentuk manusia yg lengkap, mandiri dan memiliki
sifat pribadi !!!
Kriteria untuk mengukur baik buruknya segala sesuatu didalam alam semesta ini
haruslah dengan menggunakan nilai2 moral yg tinggi, dulu kriteria ini dipakai
adalah kebajikan, budi pekerti; bentuk2 materi . Jadi dapat kita simpulkan
segala sesuatu yang melanggar kriteria tyersebut maka mereka tidak mungkin
dapat berkultivasi kealam-alam yang lebih luhur apalagi alam mencapai alam Sang
Maha Sadar !!!
Untuk menaikan tingkat, anda memerlukan energy-energy kultivasi sesuai dengan
tingkat keberadaan energy2 tersebut. Tidak mungkin energy bumi dapat menghanra
anda kepaalam luhur yang lebih tinggi, harus lah enrgy bumi/fisikal ini
dibuang dan diisi oleh energy alam tingkatatasnya secara gradual, hanya pada
bakat-bakat tertentu saja yang bisa meloncat sehingga ia mempunya energy
kultivasi yang cukup tinggi, sehingga mampu membawa dirinya ketingkat alam2
yang lebih luhur !!!
Sadarlah...........sadarlah...........sadaralah......................
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/