http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=136411


Jumat, 20 April 2007



Siapkan Pasar Dahulu
Produksi Pertanian 

 
Pontianak,-  Kebijakan pemerintah daerah membuat border Aruk-Biawak (Kabupaten 
Sambas RI-Serawak,Malaysia) dinilai tepat untuk meningkatkan sektor jasa dan 
perdagangan. Demikian juga imbasnya terhadap produksi pertanian di Kabupaten 
Sambas, dan Kalbar. Apalagi, kebijakan tersebut diseriusi dengan rencana Palsa 
(Paloh Sajingan). 


"Dalam kebijakan pertanian dan perkebunan, khususnya di Kabupaten Sambas, 
sangat penting dilakukan adalah mempersiapkan pasar terlebih dahulu, bukan 
mengajak masyarakat hanya menanam produk perkebunan saja," tegas H Muhamad 
Safi'un, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pantai Utara (FKMPU) kepada 
Pontianak Post kemarin. 


Dengan mencontohkan produk pertanian dan perkebunan jenis jeruk, dia 
menyebutkan kendala yang selama ini adalah pemasarannya. Ketika harga pasar 
mengalami penurunan, akhirnya bingung untuk dipasarkan kemana. Saat sekarang, 
muncul juga akan digarap proyek perkebunan alternatif berupa pinang. Dengan 
tujuan ekspor Thailand, India maupun Cina. 


Wiraswasta yang berdomisili di Kota Pontianak ini menyebutkan semestinya tak 
hanya kebijakan pertanian semata untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten 
Sambas. Menurut dia, karena lahan di Kabupaten Sambas tak mengalami penambahan, 
sementara jumlah penduduk setiap tahun terus berkembang. Maka, mulai saat 
sekarang kebijakan sudah mesti diarahkan pada sektor jasa dan perdagangan. 
"Pertanian dan perkebunan tak mesti ditinggalkan tetapi digarap lebih 
profesional, apalagi potensi langsung ke negara tetangga sangat dekat," 
imbuhnya. 


Salah satu strategi yang dapat ditempuh diantaranya dengan mencontoh kebijakan 
pertanian dan perdagangan di negara lainnya. Dimana, dalam meningkatkan peran 
masyarakat khususnya komoditi ekspors, pemerintah menampung produksi 
masyarakat. Tetapi, Sebelumnya pemerintah menjalin kerjasama dengan negara lain 
sebagai tujuan pasar. Dari hasil pertanian dan perkebunan petani dalam satu 
daerah ditampung pemerintah, akan tetapi terjadi kekurangan. Maka, kebijakan 
yang diambil adalah melakukan impor terhadap produk yang sama daeri wilayah 
atau negara lain, dengan tujuan menutup kekurangan sebagaimana perjanjian 
dengan negara tertentu. "Sehingga dengan demikian, setelah hasil produksi 
pertanian dan perkebunan petani mencukupi untuk menutup sebagaimana perjanjian 
dengan negara tujuan ekspor, maka impor dengan negara lain itu dapat diputus, 
kalau tujuan pasar ini sudah ditetapkan terlebih dahulu maka pemerintah bukan 
hanya sebagai penyelamat petani, kebijan itu bisa dilakukan dengan metode bapak 
angkat dan lasin sebagainya," saran Muhamad Safi'un. 


Pendapatnya itu menyikapi selama ini hasil produksi petani seakan akan tangan 
tak nampak (hand imposible man) yang tak nampak mempermainkan pasar pertanian. 
Dimana, petani seakan tak pernah diberi kepastian pasar. Disisi lain petani 
disuruh menanam karet, tetapi pada sisi lain muncul kebijakan untuk menanam 
produk yang lain. Karena itu tak sedikit, kebun kelapa atau karet dibabat untuk 
menanam produk perkebunan yang lain. Dengan demikian, satu produk belum 
menghasilkan sudah harus diganti dengan tanaman yang lain. "Kalau begitu kapan 
petani baru dapat berkembang," tuntasnya. (ndi) 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke