Kabinet reshuffle akan dilakukan oleh Presiden SBY sekitar awal Mei. Sejak awal April, Golkar melalui Wapres Yusuf Kalla sudah melakukan tekanan-tekanan kepada pemerintah untuk melakukan perombakan kabinet. Sehingga sebelum munas di Jogja, Partai Golkar sudah mengirim 12 kadernya sebagai kandidat partainya lengkap dengan CV-nya ke Presiden Yudhoyono.
Beberapa menteri yang punya problem dan memberatkan Presiden adalah menteri Aburizal Bakrie, pemilik Lapindo Brantas yang punya masalah dengan lumpur di Sidoarjo. Menteri HAM Hamid Awaludin, bermasalah dari sejak pemberantasan korupsi di KPU dan sekarang masalah pencairan uang Tommy sebesar US $10 juta. Menteri Sekertariat Negara Yusril Ihza Mahendra yang menjadi otak dari pencairan dana Tommy dari British bank. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa yang mendapat tekanan karena banyaknya kecelakaan transportasi di darat, laut dan udara. Beberapa menteri yang punya masalah dengan kesehatan juga menjadi beban bagi kabinet Presiden Yudhoyono. Ada sekitar 13 menteri yang dilaporkan punya masalah kesehatan seperti Menteri Dalam Negeri Ma'ruf sedang dirawat karena stroke. Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Negara Administrasi Taufik Effendi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Negara BUMN Sugiharto, semuanya dikabarkan menderita sakit jantung. Kabar yang beredar juga mengatakan bahwa Menteri Kordinator Polkam Widodo AS, Menko Ekonomi Boediono dan juga Menteri Pertahanan Juwono Soedarsono sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Yudhoyono. Menko Boediono, pusing tujuh keliling, masalah Lapindo sudah menjadi beban pemerintah. Dari mana dapetin duitnya? Orang baik seperti Boediono sebaiknya memang mudur dan hidup tenang. Pilihan menteri baru adalah hak prerogratif Presiden. Sebaiknya Presiden Yudhoyono memilih menteri secara selektif dan penggantinya dari kalangan muda. Generasi muda yang profesional dapat bergerak cepat dan mampu berpikir jernih dalam keadaan genting (do not crack under pressure). Seorang menteri tidak perlu mengerti secara tehnis dalam bidangnya, karena di departemen sudah ada ahli tehnisnya. Dirjen, Kepala Bidang, mereka semua yang membantu dan mengolah berbicara tentang tehnis, tinggal menterinya yang menjalankan applikasi dan kebijakan saja. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
