Tidak Ada Satu Raja Islam-pun Yang Memiliki Warisan Tulisan Avicenna ! Tidak ada satupun raja Islam atau umat Islam yang mewarisi catatan2 tentang kompendium obat2an yang pertama kali disusun oleh Avicenna. Semua catatan2 itu ditulis oleh Avicenna dalam bahasa bahasa Arab-Parsi yang dinamakan "Qanum", dan diselamatkan oleh seorang muridnya umat Zoroaster yang mewarisinya langsung dari Avicenna pada abad ke 10. Catatan2 itu mulanya dibawa ke India dan diserahkan kepada pendeta Zoroaster untuk disimpan, tapi perang antar pendatang di Eropah menyebabkan pendeta Zoroaster ini pindah ke Italia untuk kemudian diserahkan kepada raja Frederik II untuk diterjemahkan kedalam bahasa Latin pada abad 13. Kalo saja catatan2 tsb tidak diselamatkan ke India, maka catatan2 itu tentunya akan musnah dimusnahkan penakluk dari Islam Sunni Turki dan raja2 Islam Sunni lainnya. Bahkan, pada tahun berikutnya, Persia dibumi hangus oleh JenghizKhan, dan semua buku2 agama Islam peninggalan Ali dan keturunannya juga ikut musnah.
Pertanyaannya, kenapa tidak ada satupun catatan Avicenna yang berada ditangan raja2 Islam??? Padahal hubungan Avicenna dengan berbagai raja2 Islam itu sangat dekat !!! > as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Avicenna adalah sebutan lidah Eropa bagi Ibnu Sina, yang adalah > Abu Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina. Ibnu Sina dikenal di Barat > dengan nama Avicena (Spanyol aven Sina) dan kemasyhurannya di dunia > Barat sebagai dokter melampaui kemasyhuran sebagai Filosof, > sehingga ia mereka beri gelar "the Prince of the Physicians". Di > dunia Islam ia dikenal dengan nama Al-Syaikh- al-Rais. Pemimpin > utama (dari filosof - filosof). > Avicenna adalah nama aseli atau baptist name dari ibnu Sinna. Avicenna bukan orang Arab, tapi aseli orang Persia, jadi tidak mungkin namanya ibnu Sinna karena nama ibnu sinna adalah nama orang Arab. Avicenna adalah nama baptis dari agama Zoroaster yang berasal dari nama kitab sucinya yang bernama "Avesta". Penakluk Islam yang menjadi raja Islam pertama di Persia adalah Islam aliran Shiah dari sekte Samanids yang berakulturasi dengan budaya agama Zoroaster. Sebagian besar umat Zoroaster dimasa 102 tahun kekuasaan dinasti Samanids masih bisa mempertahankan dan melakukan ibadah agama mereka meskipun secara sembunyi2. Ayah Avicenna diangkat oleh raja Nuh ibn Mansur menjadi Gubernur. Islam dari dinasti Samanids ini sama sekali berbeda dari Islam yang kita kenal sekarang ini. Islam Samanids ini berakulturasi dengan agama Zoroaster, dan hal inilah menyebabkan raja Mansur mencintai seni lukis. Kalo Islam yang kita kenal sekarang melarang melukis nabi Muhammad, bahkan melukis ontanya saja dilarang. Berbeda dengan Islam Samanids, banyak sekali lukisan2 mengenai nabi Muhammad dan website dibawah ini adalah gambar dan lukisan2 dibangunan dan di mesjid di Persia yang hingga kini masih dilestarikan oleh pemerintah Iran. http://www.art-arena.com/samanid.htm Unfortunately, practically nothing remains of Samanid paintings or miniatures, apart from a few fragments of wall paintings found at Nishapur. One such fragment depicts a life-size image of a falconer on horseback, riding at a 'flying gallop' in keeping with modes derived from Sassanian tradition. The falconer is dressed in Iranian style with influences from the steppe, such as the high boots. Namun setelah ditaklukan Islam Sunni dari Turki, Islam samanid musnah, dan tidak adalagi dizaman sekarang !!!! Pasca Dinasti Samanids ini, umat Zoroaster tidak mungkin lagi mempertahankan agamanya, mereka semuanya dibantai atau dijagal bersama dinasti Samanids, sisanya yang bisa menyelamatkan diri lari dan tinggal di India. Sekarang banyak umat Zoroaster yang tinggal di Amerika, dan di India sendiri umat Zoroaster tinggal dikota Bombay dan sekitarnya. Avicenna diajak bergabung dengan Raja Islam Sunni dari Turki yang menguasai Iran pasca Samanids, namun Avicenna menolaknya. Pasca dinasti Samanids (999 AC), umat Zoroaster sudah punah, dan Avicenna menolak untuk bergabung dengan Islam sunni meskipun dia mendapatkan proteksi dari Raja Turki. Jadi disini jelas sekali bahwa Avicenna dipastikan bukan orang Arab, bahkan semua sumber referensi menyatakan bahwa Avicenna dilahirkan diwilayah yang sekarang kita namakan Uzbekistan. JADI TIDAK MUNGKIN NAMA ASELI AVICENNA MERUPAKAN NAMA ARAB. Nama aseli Ibnu Sinna adalah Avicenna, kemudian atas penghargaan yang diberikan oleh raja Mahmud, dia diberi gelar Abu Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina !!!! Tetapi didunia ilmu pengetahuan Barat, dia tetap bernama Avicenna, karena tidak satupun catatan2 ilmu pengetahuan yang disusun oleh Avicenna ada yang jatuh ketangan raja2 Islam. Satu hal yang menunjukkan dengan jelas sekali mengenai paham yang dianut oleh Avicenna adalah dia penganut ajaran philosof2 dari Yunani antara lain Plato, Socrates dan filosof2 hellenic lain. Di website dibawah ini dengan jelas dinyatakan bahwa Avicenna menuju kota Rayy karena dikota inilah berkumpul sisa2 penganut Zoroaster dimana dia bertemu dengan teman dekatnya sesama peneliti kedokteran yang sama2 orang Parsi yang bernama Razi : http://www.iranian.com/History/2002/November/Avicenna/ It is easy to take for granted that Avicenna enjoyed his intellectual interlocution with others in Rayy. The leading intellectuals in Rayy were also alchemists and Avicenna was an anti alchemist philosopher and wrote treaties against it. Razi, for example was also a Persian who had returned from Baghdad to live and work in Rayy. He had set up a medical clinic and lectured at the university. Razi wrote approximately 100 medical books. His most famous book is on Smallpox and Measles. The book was translated into English, Latin and other languages and in a period of some 400 years. Razi was considered the greatest clinical physician of his time and was also an accomplished musician, poet and singer. He was also known for his fearlessness in expressing his philosophical views. He used to call Socrates as his Imam; a blasphemy to the religious establishment of his day. And like Avicenna, Razi held the Hellenic philosophers in high regard, risking backlash from the mainstream Islamic establishment. They met and exchanged ideas, but it was their philosophical stance on alchemy that separated them. Semua catatan2 Avicenna diselamatkan oleh muridnya yang juga beragama zoroaster ke India pada abad ke 10 untuk kemudian dibawa oleh pendeta Zoroaster ke Italia untuk kemudian diberikan kepada raja Frederik II yang memerintahkan Gerard de Sabloneta untuk menterjemahkannya dari bahasa Arab-Parsi kedalam bahasa Latin pada abad ke12. Nama Avicenna menjadi terkenal didunia Barat akibat bukunya yang dibawa oleh umat Zoroaster kedunia Barat. Hidup Avicenna berlangung dibawah instabilitas politik setelah jatuhnya kerajaan Zoroaster, untuk kemudian Persia menjadi ajang perebutan kekuasaan antara Islam Sunni dan Islam Syiah. Avicenna merasa lebih aman dibawah perlindungan raja2 Syiah katimbang Sunni yang tidak ada toleransi terhadap Zoroaster. Kalo Avicenna bisa berbahasa Arab dan juga mempelajari Islam, janganlah diartikan dia percaya Islam, karena hal yang sama juga berlaku dengan umat Kristen atau umat agama lainnya yang bukan Islam yang tinggal di Indonesia yang harus bisa mengikuti tata cara Islam dalam kehidupan se-hari2. Cosmas Batubara yang beragama Katolik sekalipun mengucapkan "Assalamualaikum" sebelum berpidato, namun bukan berarti dia beragama Islam. Demikian halnya dengan Avicenna yang karena kepandaiannya mengobati menjadikan hidupnya dibutuhkan Raja Islam Syiah Nuh Mansur. Semua buku Avicenna pada mulanya ditulis dalam bahasa Parsi, namun belakangan dia berkesempatan memperdalam bahasa Arab di perpustakaan milik raja Nuh Mansur, barulah terakhir sebelum dia meninggal, banyak tulisan beliau yang ditulis dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Gerard de Sabloneta atas perintah raja Frederik II diabad ke 13. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
