Hammas Terjebak Oleh Jebakan Yang Dibuatnya Sendiri !!! Setelah Israel memenangkan perang 7 hari atas serangan gabungan negara2 Arab, Israel berhasil menduduki lembah Bekaa, Gaza dan beberapa wilayah strategis lain yang bisa digunakan untuk serangan balik yang menghancurkan seluruh negara2 Arab.
Serangan gabungan negara2 Arab ini pada mulanya diyakini akan mampu menduduki Israel dan membantai seluruh bangsa Yahudi diwilayah ini. Keyakinan negara2 Arab bukan se-mata2 karena diracuni backing dari Allah mereka melainkan backing dari Soviet yang telah memberikan semua senjata paling mutakhir yang belum dikenal Amerika. Senjata pamungkas yang maha hebat dari Soviet antara lain adalah radar jarak jauh yang sanggup mendeteksi semua pesawat tempur Israel yang baru mengudara yang akan bisa disergap saat baru mengudara. Selain itu lebih dari 5000 tank2 mutakhir Soviet yang dilengkapi semuanya dengan meriam anti-serangan udara dimana semua pesawat tempur Israel akan mampu dibungkam sebelum tiba ditempat tujuannya. Singkatnya, diatas kertas semuanya sempurna, tidak ada satupun kemungkinan yang bisa diperhitungkan bahwa Israel akan sanggup menangkal serangan dari segala penjuru ini. Penasihat militer Soviet langsung turun kelapangan untuk membantu instalasi seluruh peralatan perang yang paling mutakhir tsb. Kalo dibandingkan pesawat dan persenjataan Israel yang hanya sedikit lebih baik daripada peninggalan perang dunia kedua, tentu tidak akan sanggup mengimbangi gerakan dan serangan yang maha dahsyat ini. Namun hasil akhir dari perang 7 hari ini memang diluar dugaan, senjata modern bukanlah penentu, yang menentukan adalah siapa yang berada dibelakang senjata tsb. Seluruh tank negara2 Arab hancur lebur sebelum memasuki perbatasan Israel, perang udara juga membuktikan ketramilan pilot2 Israel yang adu ketangkasan di udara semuanya berhasil menjatuhkan ratusan pesawat2 jet mutakhir Soviet tsb. Dan yang paling mengagumkan, Pasukan komando Israel berhasil terjun langsung ke Homebase pasukan lawannya dan mensita secara lengkap semua radar yang paling mutakhir yang belum dikenal Amerika. Pesawat2 Jet mutakhir Soviet yang jatuh juga dipreteli, difoto, dan diangkut ke Teluk Aviv untuk kemudian dipelajari dalam menciptakan design pesawat tempur Israel yang lebih sempurna dari apa yang di copy aseli-nya ciptaan Soviet. Itulah awal munculnya Israel sebagai negara baru yang mampu menciptakan sendiri senjata2 modern-nya. Sebagian lembah Bekaa dikembalikan kepada Syria dengan ikatan perjanjian yang sangat merugikan dan memperlemah pertahanan Syria. Bagian lembah yang strategis tetap berada dibawah pendudukan Israel hingga detik ini. Gaza yang sebelumnya milik Mesir dijadikan bekal untuk kartu truf menghadapi tekanan dunia yang mendukung berdirinya negara Palestina. Akhirnya dengan kartu truf Gaza ini, Israel mengajukan pertukaran pengakuan resmi terhadap negaranya dan memberi wilayah ini untuk berdirinya negara Palestina. Ada dua alasan penting mengapa Yasser Arafat menerima tawaran ini. Pertama, dengan diakuinya negara Palestina, maka dimasa depan Yasser Arafat akan bisa mengharapkan bantuan seluruh dunia untuk menghancurkan Israel. Kedua, dengan berdirinya negara Palestina, Yasser Arafat akan mendapat kesempatan menghimpun kekuatan yang lebih solid karena selama ini perjuangan PLO hanyalah bergerilya dimana menyerang ke Israel dan melarikan diri dibawah perlindungan perbatasan negara2 Libanon, Yordania, maupun Syria. Namun akhir2 ini Yordania dan Syria merasakan pejuang2 PLO ini akan menjadi beban jangka panjang kalo dibiarkan terus untuk berpangkalan diwilayah mereka. Dilain pihak, Israel juga punya dua alasan yang sangat penting mengapa mereka setuju untuk mengakui PLO sebagai wakil negara Palestina dengan memberikan wilayah Gaza yang justru terletak dalam wilayah Israel sendiri. Kalo kita melihatnya dipeta, maka posisi Gaza ibarat duri dalam daging bagi Israel. Alasan pertama adalah, Israel membutuhkan pengakuan dunia terhadap keabsahan negaranya. Kedua, dengan memberikan wilayah Gaza, maka seluruh pejuang PLO bisa diusir dari Libanon, Yordania maupun Syria sehingga terkonsentrasi hanya diwilayah Gaza yang setiap saat bisa dikepung tanpa harus mengganggu negara2 lain seperti Yordania, Libanon, dan Syria. Selama ini, setiap gerilyawan PLO melarikan diri kewilayah negara Libanon, Yordania dan Syria, maka pengejaran tidak mungkin dilanjutkan dengan melanggar batas wilayah negara tetangganya. Demikianlah, semua berjalan mulus, perjanjian Camp David digelar dan ditanda tangani kedua belah pihak dengan harapan masa depan masing2 yang sesuai dengan angan2 kedua belah pihak. Namun harapan negara Impian Palestina pupus sudah akibat naiknya Hammas yang langsung mengkhianati perjanjian Camp David yang ditanda tangani oleh para pendahulunya. Inilah test case pertama bagi Israel untuk melumpuhkan semua terorist yang dilatih di Gaza, dengan menyerbu langsung dengan tank2, pesawat udara, maupun pasukan komando, setiap jengkal tanah di Gaza diperiksa, seluruh kamp2 pelatihan jihad islam langsung dihancurkan, semua anggauta2 yang sudah siap menjadi bomb manusia jihad mati ditempat dalam perlawanan yang sia2. Bomb2 yang berada di gudang mereka meledak di Gaza bukan di Israel seperti yang diimpikan mereka. Hancur luluh-lah project pelatihan teror yang sangat mahal yang dibangun dengan bantuan bank dunia ini. Protest2 pihak PLO atas serbuan ini tidak mendapatkan response, dunia terkejut dan merasa tertipu atas bantuan yang diberikan mereka dengan tujuan membangun sekolah2 demi memajukan rakyat Palestina. Ternyata yang didirikan bukan sekolah yang mendidik baca tulis, melainkan sekolah ketrampilan menjadi bomb manusia bunuh diri. Israel meng-obrak abrik semua pusat kekuatan PLO/Hammas tanpa mengganggu negara tetangganya. Serangan bomb bunuh diri tidak berhenti meskipun Gaza hancur luluh. Irak menjadi pusat pelatihan baru, dan Sadam Hussein menjamin semua biaya pendidikan maupun biaya penyerangan. Senjata2 diselundupkan melalui perbatasan masuk ke Gaza. Mengalirnya bantuan tsb demikian derasnya dan hanya sedikit yang berhasil di cegah Israel. Kalo saja Amerika menyerang Iraq dulu sebelum menyerang Afghanistant, kemungkinan serangan ke Iraq akan gagal dan akhirnya Afghanistant tidak akan mampu diserangnya kemudian. Kebrillianan para jenderal Amerika berhasil memastikan bahwa Afghanistant yang harus lebih dulu diduduki karena perkebunan candu yang terluas didunia ada ditempat ini yang akan mampu membiayai perang jangka panjang untuk mempertahankan Irak. Setelah Afghanistant berhasil dikuasai, barulah Iraq dengan mudah diduduki. Hasil semua strategi ini menghasilkan hasil yang benar2 luar biasa. Pasukan teroris Hammas kehabisan amunisi, didalam disapu oleh tentara Israel, sedangkan bantuan dari luar terhenti akibat Irak diduduki oleh tentara aliansi Amerika. Sisa2 AlQaeda dari Afganistant berusaha menyelamatkan diri ke Irak, mereka bertujuan mempertahankan jalur ke Gaza, perang mati2an berkecamuk di Irak, namun satu persatu pemimpin AlQaeda berhasil ditembak mati. Bahkan kurang dari seminggu yang lalu, kembali tokoh penting AlQaeda almasri dipastikan tertembak mati oleh serangan gabungan aliansi. Dunia Internasional tidak lagi me-nyebut2 nama Palestina, masalah Palestina akan dilupakan dimasa depan. Kehidupan di Gaza sangat parah, tidak ada lapangan kerja, tidak ada bantuan Internasional, yang ada hanyalah iklan2 yang mengajak masyarakat untuk menyusup melalui perbatasan pindah ke-negara2 tetangga untuk memulai hidup baru yang jauh dari perang. Masyarakat Arab Palestina sudah jenuh, perang tidak membawa kebahagiaan bagi mereka, malah menambah perpecahan diantara mereka. Jumlah penduduk di Gaza makin lama makin menurun karena negara Palestina hanyalah tinggal nama tanpa dana dan tak mampu menyediakan kerja bagi kehidupan rakyatnya. Hammas dan Abbas berusaha berdamai dengan meminta Arab Saudia sebagai perantara, namun meskipun ide berdamai bisa disepakati dan Hammas sudah bersedia mengakui Israel, namun Israel tutup telinga karena negara ini sudah tidak membutuhkan pengakuan yang sebelumnya sudah dibatalkan oleh Hammas sendiri. Koffi Annan sebagai sekretaris PBB diminta bantuannya agar untuk membuka dialog perdamaian dengan Israel dimana Hammas bisa secara resmi mengakui Israel, namun usaha ini gagal, karena setiap agenda untuk mengajukan pembicaraan antara Israel dan Palestina selalu gugur karena kurang suara yang mendukung. Agenda masalah dunia yang lebih penting terlalu banyak sehingga agenda urusan Hammas dengan Israel kurang menarik perhatian. Kalo dimasa lalu, untuk menarik perhatian dunia, Hammas melakukan teror2 hebat kedalam wilayah Israel. Namun sekarang sangatlah berbeda, Hammas tidak mungkin lagi melakukan ulah yang hebat yang bisa menarik perhatian dunia karena selain dananya tidak ada, juga sponsornya di Iraq sudah berakhir tahtanya. Hammas hanya bisa tahajut mengharapkan adanya kejutan2 baru. Namun dunia dengan ekonomi yang suram tidak lagi membutuhkan kejutan2 baru. Marilah kita semua ber-sama2 melupakan urusan Palestina, karena pada dasarnya kerajaan Palestina masa lalu sudah dipecah menjadi 4 negara yaitu Syria, Israel, Yordania, dan Libanon. Kita tak perlu menambah lagi satu negara baru yang bernama Palestina yang tidak sama dengan Palestina dimasa lalu. Kejadian atau pengalaman tragis PLO sangatlah penting untuk menjadi pelajaran bagi kita. Seharusnya kita berterima kasih dengan kue kecil yang dihadiahkan oleh lawan kita secara gratis, tetapi karena serakah ingin merebut kue besar milik lawan kita yang lebih kuat mengakibatkan kue kecil yang sudah ditangan sendiri sekalipun akhirnya jadi hilang. Kita jadi gagal makan kue hanya karena serakah ingin merebut kue besar milik orang lain tapi dengan tenaga kekuatan bukan dari diri sendiri melainkan tenaga pihak luar yang nantinya juga akan kita musuhi. Gagal makan kue menjadikan kita kelaparan, anak isteri yang ikut kelaparan akhirnya meninggalkan kita, keluarga jadi bubar, dan tinggal-lah kekosongan yang hanya menjadi penyesalan. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
