Refleksi: Memang harus begitu yaitu "Menteri Korupsi Tak Diganti", sebab mereka 
tahu seluk beluk bagaimana memanipulasi kekayaan negara milik rakyat, dan 
tentunya rejeki nomplok dibagi-bagai antara handai taulan. Mungkin cara yang 
paling baik untuk menghidari keadaan lebih ialah Indonesia dibubarkan secepat 
mungkin, karena kalau umurnya makin lama rakyat di daerah-daerah dimiskinkan 
dengan alasan mempertahankan Negara Kesatuan RI dan yang kaya ialah para 
koruptor yang suka bersuara dengan langgam agama nan indah suci dan yang tidak 
absen dari ibadaha gama. Bagunlah yang lagi ngantuk-ngantuk!. Bagaimana 
komentar Anda?

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/03/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Kriteria "Reshuffle" Kabinet Versi DPR 

Menteri Korupsi Tak Diganti
Presiden terlalu gegabah jika tidak menjadikan persoalan korupsi sebagai 
pertimbangan dalam perombakan kabinetnya. (Pengamat politik Lembaga Ilmu 
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego) 

[JAKARTA] Pertemuan sejumlah pimpinan fraksi DPR yang berlangsung di sebuah 
hotel berbintang lima di Jakarta, Rabu (2/5), sepakat mengusulkan dua kriteria 
yang harus dipertimbangkan Presiden sebagai pedoman perombakan kabinet. Dua 
kriteria itu adalah menteri yang bekerja tidak optimal dan yang sakit. 
Ironisnya, menteri yang tersangkut kasus korupsi, seperti yang diusulkan Fraksi 
Partai Amanat Nasional (FPAN), tidak masuk kriteria yang harus diganti. 

Terkait kriteria itu, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
(LIPI) Indria Samego mengatakan, Presiden terlalu gegabah jika tidak menjadikan 
persoalan korupsi sebagai pertimbangan dalam perombakan kabinetnya. 

"Masalah kinerja bisa diperdebatkan. Menteri A bisa dinilai tidak baik 
kinerjanya, tapi bisa ada pihak lain yang mengatakan baik. Yusril dan Hamid itu 
jelas terkait dengan kasus uang Tommy (Hutomo Mandala Putra)," ucapnya. 

Namun, lanjutnya, bukan tidak mungkin Presiden akan memilih tidak menyentuh 
Yusril dan Hamid karena bakal ada dampak yang lebih merepotkan. "Kasus uang 
Tommy baunya menyengat sekali," tukasnya. 

Bukan tidak mungkin, menurut Indria, uang Tommy telah tersebar ke banyak pihak. 
Dugaan itu semakin kuat jika Yusril dan Hamid dipertahankan. "Kalau Yusril dan 
Hamid dipertahankan, bisa jadi duit itu masuk juga dalam kocek kegiatan politik 
orang-orang penting," ujarnya. 

Tentang kriteria korupsi, Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hasan seusai 
pertemuan tersebut mengatakan, masalah menteri yang terlibat korupsi bukan 
persoalan DPR. "Masalah hukum, harus diputuskan di pengadilan dulu," katanya. 

Dia menjelaskan, dalam pertemuan itu disepakati bahwa sikap pimpinan 
fraksi-fraksi di DPR adalah mendukung langkah Presiden merombak kabinet dengan 
dua kriteria, yakni menteri dengan kinerja tidak optimal dan yang sakit. 

Agenda pertemuan itu sendiri diketahui dari pesan singkat yang beredar di 
kalangan wartawan. Dikabarkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menemui para 
pimpinan fraksi DPR itu. Namun hingga pertemuan berakhir, Wapres tidak hadir. 

Hanya saudara ipar Jusuf Kalla, Aksa Mahmud yang menjadi wakil ketua MPR yang 
hadir. Meski mengatasnamakan pimpinan fraksi-fraksi, pertemuan itu sendiri 
hanya dihadiri oleh beberapa pimpinan dan perwakilan fraksi di DPR. 

Selain Syarif, hadir Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan 
Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Djamaluddin Karim. Dari Fraksi Partai 
Golkar (FPG) hadir anggota Komisi II Feri Mursidan Baldan. 

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa diwakili Ali Chudlori, dan Fraksi Partai 
Bintang Reformasi (FPBR) diwakili Rusman Ali. Beredar kabar pertemuan itu 
difasilitasi Aksa Mahmud, walau akhirnya dibantah. 

Menurut Zulkifli, pertemuan pimpinan-pimpinan fraksi itu sendiri merupakan 
gagasan bersama yang direncanakan bakal dilakukan rutin setiap dua minggu. 

Terkait perombakan kabinet, dia mengungkapkan, sebenarnya PAN menganggap 
waktunya sudah tidak tepat. "Tapi kalau Presiden memutuskan untuk melakukannya, 
maka PAN menyarankan dua kriteria menteri yang harus diganti," katanya. 

Berbeda dari hasil yang disepakati, Zulkifli menyebut dua kriteria, yakni 
menteri yang sakit dan yang tersangkut kasus korupsi. "Tapi masing-masing 
fraksi usulannya berbeda-beda, yang diusulkan PAN hanya masuk satu," tuturnya. 

Sedangkan Syarif membantah pertemuan itu diarahkan agar hasil yang disepakati 
sebagai sikap pimpinan fraksi-fraksi hanya dua kriteria, tidak termasuk soal 
menteri yang tersangkut kasus korupsi. 

Dia menampik anggapan pertemuan itu menyiratkan telah adanya kesepakatan, 
antara Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla untuk mempertahankan Yusril 
Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin. 

Secara terpisah, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Aksa Mahmud 
membantah bahwa dia sebagai penggagas pertemuan beberapa pimpinan fraksi DPR 
yang membahas masalah reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Menurut Aksa, dia 
hadir karena diundang oleh salah seorang anggota pimpinan fraksi. 


Kinerja BUMN Baik 

Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Negara (BUMN) Sugiharto, yang santer 
disebut bakal diganti, menilai kinerja BUMN selama kepemimpinannya membaik. 
Laba yang diperoleh pun meningkat dari tahun ke tahun,yakni dari Rp 40 trilun 
menjadi Rp 54 triliun. Demikian pula setoran ke APBN meningkat dari Rp 54 
triliun pada akhir tahun 2004, menjadi Rp 69 triliun. Presiden pun menyambut 
baik kinerja BUMN seperti itu. 

Sugiharto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/5), merasa yakin, Presiden 
sangat cerdas menilai kinerja para menterinya. Dia mengaku sudah bekerja 
seoptimal mungkin dan menyerahkan kepada Presiden untuk menilai kinerjanya. 
[B-14/A-21] 


Last modified: 3/5/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke