---------- forwarded message ----------
From: Tefa <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 4 Mei 2007 02:23
Subject: [terangdunia] renungan hari ini: Jum'at, 4 Mei 2007
To: Undisclosed-Recipient



 TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

 "marilah kita hadapi setiap tantangan dalam hidup ini dengan tetap
mengandalkan kekuatan Tuhan, sehingga pada akhirnya membuat kehidupan
kita menjadi kuat & indah"

 ||||||||||||||||||||||||||||||||||||

 [EMAIL PROTECTED] Dari TUHAN

 Anak-Ku ,

 Seorang juru masak akan memberitahumu bahwa keberhasilan suatu
masakan tergantung pada bahan-bahan yang segar. Cobalah membuat
masakan lezat yang terbuat dari daging yang sudah berbau dan sayuran
yang busuk, dan apa pun bumbu yang kamu campurkan atau berapa lama
kamu memasaknya, kamu akan mendapatkan hasil masakan berupa sampah
yang benar-benar menjijikkan rasanya.

 Sebaliknya, jika kamu memulai dengan sayuran yang baik dan segar
serta daging yang segar dan berkualitas tinggi, dan campurkanlah
kombinasi yang tepat dari bumbu-bumbu, maka kamu akan membutuhkan
pertolongan kedua! Prinsip yang sama dapat diterapkan di dalam
hidupmu. Jika kamu penuhi kepalamu dengan bahan-bahan yang busuk,
seperti kekerasan, kebencian dan perbuatan buruk lainnya, maka kamu
akan memasak hidupmu yang sama sekali tidak lezat.

 Gunakanlah resep kesukaan-Ku: Penuhilah pikiranmu dengan kebenaran,
keindahan, dan kebaikan: tambahkan dengan cinta kasih-Ku dan kemudian
nikmatilah kehidupan terbaik yang pernah kamu rasakan.

 Jurumasakmu,
 Tuhan

 Jadi, akhirnya saudara-saudara alangkah baiknya jika pikiranmu diisi
dengan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang
suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut
kebajikan dan patut dipuji, semua yang terbaik dan bukan hal-hal yang
buruk (Filipi 4:8)

|||||| sumber: http://www.terangdunia.com// ||||||

 04 Mei 2007 -- J U M A T

 Mengapa Kita Ragu-Ragu | Lukas 5:1-11

 Waktu yang terbaik untuk memancing di danau Galilea telah lewat
berjam-jam yang lalu, dan para nelayan telah membersihkan jala-jala
mereka. Namun, Petrus, salah satu dari nelayan-nelayan, itu bertolak
ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan atas
permintaan dari seorang pengkhotbah keliling. Dan sebagai hadiah
ketaatannya, Petrus menangkap ikan dalam jumlah yang sangat besar.

 Sebagai orang-orang percaya, kita juga menginginkan keberhasilan yang
sama seperti Petrus di dalam mengatasi keragu-raguan kita sehingga
kita dapat mengikut Tuhan dengan berani. Namun, kadang-kadang kita
bersandar pada kecakapan kita sendiri untuk memutuskan apakah kita
percaya kepada-Nya atau tidak. Mungkin apa yang Dia inginkan dari kita
tidak masuk akal. Sebagai contoh, prinsip persepuluhan bertentangan
dengan dengan hikmat manusia: Ketika kita memberikan kepada Tuhan
sepersepuluh dari penghasilan kita, maka Ia akan membuat 90 persen
sisanya berkembang lebih cepat daripada 100 persen yang dapat
disimpan.

 Dalam situasi yang lain, kita ragu-ragu untuk mempercayakan hidup
kita kepada Tuhan karena pengetahuan atau pengalaman kita berlawanan
dengan rencana-Nya. Dengan keahlian yang dimiliki Petrus, pastilah ia
berpikir bahwa memancing pada jam-jam tersebut adalah hal yang
sia-sia. Kadang kala Tuhan menantang setiap orang percaya untuk
melakukan sesuatu bahkan ketika mereka tidak mengerti bagaimana mereka
dapat berhasil.

 Mendengarkan pendapat orang lain bisa menjadi penghalang bagi
keteguhan iman. Kita harus mencari pimpinan Tuhan, namun ketika
kehendak Tuhan dinyatakan dengan jelas, maka kita harus bertindak.
Kita tidak perlu menelpon teman-teman kita untuk menanyakan pendapat
mereka. Tidak ada pendapat yang lebih berarti selain pendapat dari
Tuhan, yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam menyatakan
rencana-Nya.

|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||

 Jumat, 4 Mei
 KELUARGA PALSU
 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku
 (Mat. 15:8)

Bacaan: Mat. 15:1-9
 Setahun: 1Raj. 16-18; Luk. 22:47-71

 Seorang kontraktor di Kalifornia mencetuskan suatu ide inovatif dalam
menjual rumah-rumahnya. Ia pikir cara yang baik untuk membuat sebuah
rumah tampak menarik adalah dengan menghadirkan keluarga di dalamnya
saat ia memamerkan rumah itu kepada calon pembeli. Maka, ia menyewa
para aktor untuk memerankan keluarga bahagia dalam rumah-rumah model
yang dibangun perusahaannya. Bahkan, para pembeli dapat bertanya
kepada para aktor tentang kondisi rumah itu. Setiap anggota keluarga
palsu itu menjalankan perannya masing-masing. Ada yang memasak,
menonton televisi, dan bermain sementara para calon pembeli rumah
melihat-lihat.

 Pemalsuan seperti ini memang tak salah, namun renungkan kepura-puraan
para pemimpin agama di zaman Yesus (Mat. 15:1-9). Mereka pura-pura
mengasihi Allah, dengan saleh membuat daftar aturan yang harus mereka
dan orang lain patuhi. Namun, ini hanya cara agar mereka tampak saleh.
Mereka bahkan menganggap aturan buatannya sama penting dengan Hukum
yang langsung difirmankan Tuhan (ay. 5,6). Yesus menyebut mereka
"munafik" (ay. 7). Di ucapan bibir saja tampaknya mereka menghormati
Allah, tetapi hati mereka berkata lain-mereka jauh dari-Nya (ay. 8).

 Orang di masa kini pun banyak yang berpura-pura seperti ini. Secara
lahiriah kita seperti orang kristiani yang baik karena rajin ke
gereja, menaati beberapa peraturan sesuai hukum, dan berkata benar.
Kita berkata kita mengasihi Yesus, tetapi mungkin hati kita jauh
dari-Nya. Allah menghendaki kita untuk tidak berpura-pura -AMC

 Allah melihat jalan kita dan mengenal hati kita,
 Apa yang dapat kita sembunyikan dari-Nya?
 Kebenaran lahiriah tak menyelamatkan,
 Dia tahu lubuk hati kita yang terdalam. -Sper

 KEPURA-PURAAN BERTENTANGAN DENGAN IMAN SEJATI

 |||||| sumber: http://www.glorianet.org/ ||||||

 RENUNGAN HARI INI
 Jum'at, 4 Mei 2007

PASKAH YANG INDAH 3

 Bacaan: Markus 16 : 6 - 7

 "tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu
mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia
tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
(Markus 16:6)

 Keindahan Paskah bukanlah lahir dari sebuah perayaan ibadah Paskah
yang dilakukan secara besar-besaran belaka. Bukan pula karena
keterlibatan kita melakukan sebuah aksi sosial. Apalagi hanya sekedar
jadi panitia sebuah perayaan Paskah. Semua itu tak ada artinya, jika
kita tidak berada dalam pemahaman yang benar tentang Paskah tersebut.

 Ketika kita mengetahui bahwa Kristus telah mati untuk menebus dosa
tiap orang percaya, serta memenuhi janjiNya tentang keselamatan kekal,
dan kita mau menyadarinya dengan tulus, setia berjalan dalam
firmanNya, serta melakukan segala sesuatu dengan dasar kasih, maka
keindahan Paskah pasti akan kita rasakan. Kesadaran kita akan segala
sesuatu yang dilakukan Kristus ribuan tahun lalu, adalah dasar
pemahaman kita akan kasih dan karunia Kristus bagi kita.

 Coba kita kembali merenungkan sejenak tentang perjalanan kehidupan
yang pernah dilalui, apakah yang sudah kita perbuat bagi Tuhan? Adakah
sesuatu yang baik Tuhan berikan dalam kehidupan kita? Bila kita mau
menjawabnya dengan jujur, maka jawaban yang sering kita dengan akan
sangat bertolak belakang. Artinya, bahwa seringkali sebagai manusia
kita lupa akan segala kebaikan yang pernah Tuhan berikan dalam hidup
ini. Sementara itu, kita lupa diri, tak satu hal pun yang kita lakukan
untuk menyukakan hati Tuhan.

 Kasih dan karunia Tuhan yang begitu indah dalam kehidupan kita
adalah, saat kita tahu pasti bahwa keselamatan yang dijanjikanNya
adalah sesuatu yang nyata, bukan khalayan atau ilusi semata. Hanya
saja, bagaimana kita bisa meraihnya, itu yang sering kali mencuat
menjadi persoalan.

 Hari ini kita pahami bahwa Allah begitu mengasihi hidup kita,
sehingga Dia rela harus melalui "cawan" yang sangat pahit dan
menyakitkan. Kita orang yang berdosa dan penuh kesalahan ini, diampuni
dengan menumpahkan darahNya di atas kayu salib. Bahkan, dengan penuh
keajaiban, Yesus bangkit dari kematian, mengalahkan maut.

 Itulah sebabnya, betapa indahnya sebuah perayaan Paskah, yang
didasari pemahaman tentang kasih karunia Kristus. Amin! (tlt)

Doa:
 Ya Tuhan, ampunilah dosa dan kesalahan kami, yang kerap kami lakukan
dalam kehidupan ini. Amin!

KASIH KRISTUS SUNGGUH INDAH DAN AJAIB BAGI TIAP ORANG YANG TAAT DAN SETIA

|||||| sumber: http://www.glministry.com/ ||||||

 [Non-text portions of this message have been removed]




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke