FYI

--- In [EMAIL PROTECTED], "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

http://groups.yahoo.com/group/apakabar/post?act=reply&messageNum=60234

Kali ini saya batasi mengomentari bahagian yang tidak saya hapus saja
tapi saya akan kembali ke masaalah ini besok atau hari-hari
berikutnya....  


--- In [EMAIL PROTECTED], Darwin Bahar <dbahar@> wrote:
>
> Ketika si `new comer' Batara Kusuma memulai thread ini dan dengan 
> lugunya menulis, "di tahun 2003 setelah beredar majalah Newsweek edisi 
> 28-juli-03 mereka kebakaran jenggot, dalam majalah terbitan New York
ini 
> pada hal.49 menulis artikel yang berjudul"CHALLENGING THE QURAN" 
> penulisnya seorang il-muwan Jerman yang bernama samaran Prof. Christhop 
> Luxenberg. Penulisnya mengatakan bahwa Muhammad bukan Rasul yang 
> terakhir,dan menemukan bukti bahwa Quran bukan ditulis dalam bahasa
Arab 
> melainkan Aramaik," dalam hati saya berkata:
> 
> "Hare gene masih ngomongin Luxenberg!"
>

(Resensi buku Luxenberg bisa ditemukan di intenret dengan mudah...)
 
> Ya sejenak.
> & nbsp;
> Semula memang banyak yang mengira, tepatnya mengharapkan "penemuan" 
> Luxenberg dalam bukunya Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein 
> Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache yang ditulisnya akan 
> "meluluhlantakkan" keyakinan Islam, mengingat begitu sentralnya peranan 
> Al Qur'an yang dalam ajaran Islam diyakini sebagai wahyu Illahi; setara 
> dengan peranan Yesus Kristus dan agama Kristen.
> 
> Tetapi ternyata efeknya hanya seperti balon yang ditusuk dengan paku: 
> toorrr, puuiissss…. No significant effect!
> 


Iya, hari gini masih ngomongin Luxenberg... .

Disamping sejumlah resensi dan ditambah dengan beberapa interpiu yang
diberikann Luxenberg, lalu simposium yang diadakah di Berlin dan juga
(seingat saya)  disalah satu universitas di Amerika, jangan kita lupa
bahwa Gerhard Böwering (profesor di Yale?) di Leiden akhir tahun 2005
juga mendukung dan memperjelas beberapa aspek tulisan Luxenberg.

Akan halnya Jan. M.F. van REETH (guru besar di Leuven?) tahun yang
lalu juga masih ngomongin Luxenberg...

Saya dapat tulisanannya yang mutaakahir dari teman yang
mengirimkannnya sebagai teks PDF dimana van REETH bilang antara lain
"La méthode de Luxenberg d'avère fertile, (Metode Luxenberg ternyata
subur, )

Dan dijelaskannnya dengan baik bahwa memang ayat-ayat al-Mushaf
seperti ayat tentang bidadari dan  al-Fatihah itu asal usulnya memang
dari sumber Nasrani...

Jadi, tu balon ternyata tetap membumbung tinggi dan bukannnya "balon
yang ditusuk dengan paku: toorrr, puuiissss…. No significant effect!"  

Bagi yang bisa berbahasa Perancis dan bisa minjam majallah ini di 
perpustakaan saya berikan  referensinya:

Notes et documents

Le Vignoble Du Paradis Et Le Chemin Qui Y Mène
La Thèse De C. Luxenberg Et Les Sources Du Coran
Journal Arabica
Publisher       Brill Academic Publishers
ISSN    0570-5398 (Print) 1570-0585 (Online)
Subject Humanities, Social Sciences and Law
Issue   Volume 53, Number 4 / November, 2006
DOI     10.1163/157005806778915137
Pages   511-524


> SWGL (so what gitu loh)?
> 

Makin banyak evidences yang menujukkan bahwa al-Mushaf itu asal
usulnya, ya, teks orang Nasrani juga ...

Allahu Akbar.

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke