Menjadi pegawai (negeri) atau menjadi pejabat di Indonesai itu artinya dapat kesempatan untuk jadi perampok dan pemeras (presiden, menteri, anggota DPR, polisi lalu lintas, pegawai duane di pelabuhan atau bandar udara dll) atau dapat kesempatan untuk berebut menguras kekayaan negara atau perusahaan negara......
Presiden juga memakai Istanan Negara untuk pesta perkawinan anaknya. Emangnya tu Istana Negara milik kakeknya? Korupsi. Masaalahnya: Pegawai atau pejabat di Indonesia itu bukan orang gajian penduduk atau pembayar pajak yang harus mempertanggung jawabkan gawenya kepada penduduk pembayar pajak. Lha yang bayar pajak itu siapa saja di Indonesia? Freeport... Jumlah pembayar pajak di Indonesia ada berapa persen dari jumlah penduduk? Jelasnya ada berapa persen orang Indonesia yang bayar pajak langsung (yang dipotong dari gaji atau penghasilan misalnya) artinya ada berapa persen orang Indonesia yang nggah bahwa pegawai dan pejabat itu digaji dengan uang pajak mereka? Jadi: orang Indonesia itu TIDAK banyak yang membayar pajak, jadi mereka juga tidak banyak yang merasa berhak mengontrol gawe pegawai dan pejabat. Maunya ikut berebut menguras kekayaan negara yang didapat dari Freeport... Di berbagai negara Eropa pajak itu bisa lebih dari separuh gaji kotor, belon lagi pajak lokal (kotapraja dll). Jadi kalau jalan nggak bersih disapu dan sampah telat dikumpulkan maka penduduk akan segera tilpon pegawe mereka dan bilang: "Lu kan gua gaji buat ngurus jalan dan sampah?" Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, lampu jalan didepan rumah kami nggak nyala. Saya tilpon kantor kotapraja yang segera bergegas mengirim pegawai mengganti lampunya. Coba perhatikan: negeri yang tidak banyak pegawai yang korup itu adalah negeri Skandinavia atau Eropa Utara: pajak disana nggak ketulungan tingginya. --- In [EMAIL PROTECTED], apakabar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > >Jadi jangan heran kalau kereta api Indonesia itu sampai segitu bobrok > >dan juga banyak hal lain yang nggak beres. > >Jangan menyalahkan komunis/PKI atau TNI atau siapapun, kita semua > >punya andil dalam menghancurkan NKRI. > > Intisari dari diskusi "kereta api" adalah rasa memiliki dari rakyat Indone- > sia terhadap "public property" di Indonesia. Nah..baru2 ini diberitakan > bahwa mantan Meneg BUMN Sugiharto telah mempreteli barang2 dari > rumah dinasnya saat keluar dari sana setelah dipecat oleh SBY (silakan > baca berita terlampir, dimana Kloset WC dan Wastafel termasuk barang2 > yang dibawa pergi). Lha, kalau tingkah laku menteri seperti itu, apa yang > bisa diharapkan dari masyarakat umum? > > Dr.No > ============================================= > Sumber: http://www.liputan6.com/view/1,141457,1,0,1179412951.html > > Ditinggal Sugiharto, Rumah Dinas Melompong > > 14/05/2007 14:58 > Tak ada satupun barang atau perabot di rumah dinas Menneg BUMN yang ditinggalkan Sugiharto. Data Setneg menyebut rumah dinas itu dilengkapi dua AC, dua set sofa, dan tirai jendela. > > Liputan6.com, Jakarta: Rumah dinas Menteri Negera Badan Usaha Milik Negara yang pernah ditinggali Sugiharto ternyata kini kosong melompong. Tak ada satupun barang yang ditinggalkan. Perlengkapan mandi hingga penyejuk udara (AC) sudah tak ada lagi di tempatnya. > > Tak ada satupun perabot tersisa di rumah yang berada di Jalan Widya Chandra III Nomor 11, Jakarta Selatan itu saat dikunjungi SCTV, belum lama ini. Jangankan kursi atau sofa, wastafel dan kloset pun tak ada lagi di tempatnya. > > Padahal semua perabot dan perlengkapan rumah tersebut sudah disediakan negara. Berdasarkan data yang diterima SCTV, Sekretaris Negara menyediakan dua AC, dua set sofa, dan gordin saat Sugiharto masuk ke rumah dinas tersebut. > > Sugiharto hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai keadaan di bekas rumah dinasnya itu. Sugiharto bahkan tak bisa ditemui di rumah pribadinya di kawasan Ciniru, Jaksel. Hanya penjaga rumah di balik gerbang yang bisa ditemui wartawan.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV) > _________________________________________________________ > dikirim lewat http://forums.apakabar.ws - tanpa moderasi > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
