TEMPO
Edisi. 12/XXXIIIIII/14 - 20 Mei 2007 

Karena Politik, Tekanan Publik, dan Klenik


Lima menteri diganti, dua bergeser posisi. Ada yang mental karena politik, ada 
yang karena ditengarai korupsi. Yang sakit kabarnya dipertahankan karena alasan 
jampi-jampi. 


MINGGU yang cerah dijelang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dua pekan lalu. 
Sembilan hole ia mainkan pagi itu di Padang Golf Halim, Jakarta Timur. Para 
sekondan mengelilinginya, antara lain Panglima Tentara Nasional Indonesia 
Marsekal Djoko Suyanto, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Sekretaris 
Militer Mayor Jenderal Bambang Tedjo.

Bermain golf adalah sinyal baik dari RI-1 bagi orang-orang di sekelilingnya. 
"Itu artinya Pak SBY lagi fresh, tidak ada masalah yang sedang dipikirkan," 
kata Heru Lelono, anggota staf khusus Presiden yang mengetahui kebiasaan 
Yudhoyono.

Satu masalah memang telah diselesaikan Yudhoyono sehari sebelumnya: membongkar 
sebagian Kabinet Indonesia Bersatu. Ia sudah menetapkan lima anggota baru 
kabinet, yaitu Andi Mattalata, Muhammad Nuh, Jusman Syafii Djamal, Lukman Edi, 
dan Hendarman Supandji. Ia pun memindahkan posisi dua menteri lama, yaitu 
Sofyan Djalil dan Hatta Rajasa. Tujuh orang itu dipanggil secara bergiliran ke 
rumah pribadi Yudhoyono, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, sepanjang Sabtu.

Menurut Heru Lelono, komposisi terakhir kabinet telah selesai disusun Presiden 
pada Sabtu malam. "Jika belum, Pak SBY tidak mungkin main golf Minggu paginya," 
ujar anggota staf khusus bidang otonomi daerah itu.

DI pagi yang sama, kegusaran justru melanda markas Partai Bulan Bintang di 
kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Para politisi partai itu telah 
memperoleh kepastian bahwa Yusril Ihza Mahendra, ketua dewan syura mereka, 
dicopot dari jabatan Menteri-Sekretaris Negara.

Sudi Silalahi mengabarkan pencopotan itu pada Sabtu siang di ruang kerja 
Yusril. Kepada koleganya itu, Sudi menyatakan Presiden Yudhoyono menawarkan 
posisi baru sebagai duta besar di Malaysia. Tawaran itu kontan ditolak oleh 
Yusril (lihat "Saling Potong di Ronde Terakhir", Tempo, 13 Mei 2007).

Kabar itu lalu disampaikan Yusril kepada 10 kakak dan adiknya yang sedang 
berkumpul di rumah seorang kakak di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu malam. 
Ibunda Yusril, Nurseha Sandon, 78 tahun, yang tinggal di Manggar, Belitung 
Timur, kebetulan sedang berada di situ. "Yusril menyampaikan bahwa dia memang 
akan dicopot. Ibu bisa menerimanya," kata Yusron Ihza, adik Yusril dan anggota 
Dewan Perwakilan Rakyat. 

Ahad pagi, pengurus harian Partai Bulan Bintang segera menggelar rapat. Mereka 
memutuskan mempertanyakan keputusan Presiden. Apalagi, pada saat yang sama, 
mereka mendengar bahwa Abdul Rahman Saleh, Jaksa Agung yang diajukan partai itu 
pada 2004, juga dicopot.

Sepucuk surat untuk Presiden segera dibuat dengan terburu-buru-ada banyak salah 
ketik pada surat dua lembar itu. Ditandatangani oleh Ketua Umum Malam Sabat 
Kaban dan Sekretaris Jenderal Sahar L. Hasan, surat itu menegaskan bahwa Partai 
Bulan Bintang adalah satu di antara tiga partai politik yang sejak awal 
mengajukan pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 2004.

Dalam surat itu disebutkan bahwa kader Partai Bulan Bintang menjadi "garda 
terdepan" untuk menepis berbagai rumor tentang Yudhoyono dan keluarganya. 
Misalnya desas-desus yang menyebutkan Kristiani Herawati, istri Presiden, 
beragama Katolik serta kedekatan Yudhoyono dengan dunia klenik dan Amerika 
Serikat. 

Mereka juga mengungkit pernyataan Yudhoyono kepada tim sukses dulu bahwa 
pemegang saham utama pasangan itu adalah Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, 
serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Menurut partai itu, kinerja 
Yusril, Kaban, dan Abdul Rahman di kabinet pun tak mengecewakan.

"Oleh karena itu kami meminta kepada Bapak Presiden agar ketiga kader terbaik 
yang telah dititipkan kepada Bapak untuk tetap dipertahankan. Atau bila Bapak 
Presiden memiliki pertimbangan lain, kami berharap Bapak menempuh langkah 
reposisi atau substitusi," demikian tertulis dalam surat berkategori istimewa 
itu.

Salinan surat itu lalu dibawa Kaban, Yusron, dan anggota DPR, Ali Mochtar 
Ngabalin, ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka berharap Kalla bisa membantu 
mempertahankan posisi Yusril di kabinet. Ketua Umum Partai Golkar itu berjanji 
berusaha membantu. "Tapi kami tidak banyak berharap, karena menurut Pak Jusuf, 
dia tidak banyak terlibat dalam penyusunan kabinet," kata Yusron.

Menurut Sahar L. Hasan, surat untuk Yudhoyono dibawa Kaban yang dipanggil 
Presiden sebagai Menteri Kehutanan pada Ahad siang. Tapi usaha mempertahankan 
Yusril itu sia-sia. Bersamaan dengan keberangkatan Kaban ke Cikeas, ajudan 
Presiden telah sampai di rumah dinas Menteri-Sekretaris Negara. Sang kurir 
diminta mengantar tiga lembar surat pemecatan Yusril.

Melalui surat itu, menurut Yusron, Presiden menyatakan Yusril dicopot atas 
desakan publik. Guru besar hukum tata negara itu memang disorot karena dituding 
terlibat korupsi pengadaan alat pemindai sidik jari Departemen Kehakiman-posnya 
sebelum menjadi Menteri-Sekretaris Negara. Bersama Hamid Awaludin, Menteri 
Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril juga dikaitkan dengan skandal pencairan Rp 
100 miliar duit Hutomo Mandala Putra dari Bank Paribas cabang London.

Di akhir suratnya kepada Yusril, Presiden berharap Partai Bulan Bintang tetap 
bekerja sama dengannya. Untuk itu, ia menawarkan pos duta besar untuk Yusron 
Ihza dan Zainul Bahar Noor, bekas Direktur Bank Muamalat yang kini aktif di 
partai itu. Selain itu, Presiden berjanji menempatkan Sahar L. Hasan pada "pos 
yang tepat yang sedang dipikirkan".

Sumber Tempo yang dekat dengan kalangan Istana menyebutkan desakan publik dalam 
pencopotan Yusril itu sekadar alasan formal belaka. Sebenarnya ada beberapa 
catatan negatif dari Presiden terhadap Yusril. Misalnya, kata sumber itu, 
selama ini banyak surat untuk Presiden yang nyangkut di kantor Sekretariat 
Negara.

Yusril juga dinilai Presiden tidak bisa bekerja dalam tim dengan para menteri 
lain. "Yang dibutuhkan Presiden dari menteri kan tidak hanya kemampuan 
personal, tapi juga kerja sama tim," kata sumber itu.

l l l


DEWAN Pertimbangan Presiden kabarnya juga berperan dalam pencopotan Yusril dan 
Hamid Awaludin. Para politisi PBB menyebut Adnan Buyung Nasution, Sjahrir, dan 
T.B. Silalahi sebagai anggota Dewan Pertimbangan yang paling gencar memberikan 
saran pencopotan itu.

Buyung dan Sjahrir menolak memberikan konfirmasi soal itu dengan alasan saran 
untuk Presiden bersifat rahasia. Adapun Subur Budhisantoso, anggota lainnya, 
mengakui bahwa Yusril dan Hamid sempat dibahas dalam pertemuan internal Dewan 
Pertimbangan Presiden. Tapi, "Kalau Anda dengar cerita itu, berarti ada 
kebocoran di Dewan Pertimbangan," kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Pos yang ditinggalkan Yusril kemudian diisi Hatta Rajasa. Jabatan baru untuk 
bekas Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) ini disampaikan Sudi 
Silalahi kepada Soetrisno Bachir, ketua umum partai itu, pada Sabtu petang. 
"Mas Trisno, Mas Hatta sudah tidak bisa lagi duduk di Menteri Perhubungan 
karena banyak disorot masyarakat. Tapi Mas Bambang (Yudhoyono) menyelamatkannya 
ke Sekretaris Negara," kata Sudi seperti dituturkan sumber Tempo di PAN.

Soetrisno, kata sumber itu, tidak mempertanyakan pergeseran ini kepada Sudi. Ia 
hanya minta dipertemukan dengan Presiden sebelum perombakan kabinet diumumkan. 
Pengusaha asal Pekalongan itu kabarnya hendak melobi Yudhoyono agar Hatta, jika 
tetap digeser, ditempatkan di Kementerian BUMN, yang dinilainya lebih penting 
bagi PAN daripada Sekretaris Negara.

Tapi pos yang diharapkan Soetrisno Bachir itu sudah mantap dipercayakan kepada 
Sofyan Djalil. Anggota staf ahli Menteri BUMN di masa Tanri Abeng itu dianggap 
bisa mempercepat penjualan perusahaan-perusahaan milik pemerintah. Sehari 
sebelum dilantik, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu bahkan langsung 
berjanji akan mempercepat penswastaan BUMN.

Masalah privatisasi inilah yang rupanya menjadi pengganjal Sugiharto untuk 
tetap menjadi Menteri BUMN. Menurut seorang pejabat pemerintah, Sugiharto dicap 
selalu menentang penjualan perusahaan untung milik pemerintah. Ia kabarnya 
menolak hadir dalam rapat-rapat yang membahas masalah ini. "Pak Sugiharto hanya 
mengirimkan wakilnya setiap kali ada rapat menteri ekonomi yang membahas 
privatisasi," kata pejabat itu. "Saya yakin ia diganti karena masalah ini." 

Sugiharto pun terpental. Partai Persatuan Pembangunan, partai yang dulu 
mengantarkannya ke kursi menteri, tak bisa menolong. Juga Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS)-organisasi yang belakangan didekati Sugiharto. Sugi kabarnya 
ditawari menjadi duta besar untuk Inggris. Tapi, hingga akhir pekan lalu, 
Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda membantah ada bekas menteri yang diplot 
jadi duta besar. 

l l l


Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah-lah yang pagi-pagi sudah bersuara 
keras menentang rencana pencopotan Sugiharto. Menurut PKS, Sugi sudah bekerja 
keras. Partai itu juga mempertanyakan mengapa menteri ekonomi lainnya tak 
terdengar akan digeser-meski menurut PKS kinerja mereka amat buruk. Santer 
terdengar PKS mempersiapkan dua kadernya jika reshuffle tim ekonomi dilakukan. 
Keduanya adalah anggota DPR, Zulkieflimansyah dan Irwan Prayitno. 
Zulkieflimansyah adalah doktor ekonomi lulusan Inggris dan kandidat Gubernur 
Banten yang kalah dalam pemilihan kepala daerah di sana belum lama ini. 

Namun desas-desus itu dibantah Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta. "Tidak, 
tidak ada nama, reshuffle sepenuhnya di tangan Presiden," kata Anis. Irwan dan 
Zulkieflimansyah juga membantah. "Tanyakan saja ke Presiden PKS, benar atau 
tidak berita itu," kata Zul. Namun Anis tak membantah bahwa partainya memang 
geregetan dengan kinerja tim ekonomi. Terutama di sektor riil, "Tim sekarang 
ini tidak memberi hasil apa-apa," katanya.

Meski tak mendapat posisi di tim ekonomi, PKS bolehlah bersenang: tiga 
menterinya tak diganggu gugat dalam reshuffle kali ini. Mereka adalah Menteri 
Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari, 
serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

Sebelumnya, Jumat dua pekan lalu, mereka harap-harap cemas menunggu kepastian 
dari Presiden. Hingga hampir tengah malam delapan orang petinggi PKS berkumpul 
di rumah ketua dewan syura partai itu, Hilmy Aminudin, di bilangan Cipinang, 
Jakarta Timur. Pertemuan itu digelar untuk menyiapkan argumen jika Presiden 
Yudhoyono berkonsultasi soal perombakan kabinet. Ada kabar, malam itu Presiden 
akan menghubungi Hilmy. Namun, hingga malam larut, Presiden tak juga menelepon. 
Hilmy belakangan hanya dikontak sekretaris pribadi Presiden, Kurdi Mustafa, 
yang menyampaikan pesan Yudhoyono agar mereka sabar menunggu. 

Belum mendapat kepastian soal reshuffle, esok harinya delapan pemimpin teras 
PKS itu kembali berkumpul di rumah Hilmy. Hari itu teka-teki terjawab. Melalui 
Kurdi, Yudhoyono menyampaikan bahwa tiga menteri PKS tidak dicopot. 

Presiden tampaknya tetap memerlukan dukungan PKS di DPR. Selain itu, selama 
ini, petinggi partai tersebut rajin menyambangi Yudhoyono. Setidaknya, "Sekali 
dua bulan kami bertemu," kata Ketua Badan Humas PKS Suryama M. Sastra. 
Terakhir, sebulan sebelum pengumuman, mereka bertemu di kediaman pribadi 
Yudhoyono di Cikeas. Kata Suryama, Kristiani, istri Presiden, turut repot 
menyuguhkan makanan kecil bila petinggi PKS berkunjung. 

l l l


POS yang sempat diwarnai sengketa adalah Kementerian Percepatan Pembangunan 
Daerah Tertinggal. Untuk mengganti Saifullah Yusuf, yang dicopot karena 
dianggap tak lagi memiliki basis politik, Partai Kebangkitan Bangsa 
menyorongkan dua nama, yaitu Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris 
Jenderal Lukman Edi. Yudhoyono pun menunjuk Lukman-menjadikannya sebagai 
menteri termuda di kabinet ini (lihat "Juragan Panci, Doktor Prancis").

Penunjukan itu belakangan dipersoalkan Abdurrahman Wahid. Menurut Ketua Dewan 
Syura Partai Kebangkitan Bangsa itu, Lukman Edi tidak mewakili partainya. Kata 
Gus Dur, Muhaimin Iskandar tidak pernah berkonsultasi dengannya tentang 
penunjukan Lukman sebagai menteri.

Sehari sebelum pengumuman reshuffle kabinet, Lukman Edi sebenarnya telah 
menemui Abdurrahman di rumahnya, di kawasan Ciganjur, Depok, Jawa Barat. Dalam 
pertemuan hingga menjelang tengah malam itu, Lukman ditemani Gubernur Riau 
Rusli Zainal. Mantan presiden itu pun sudah memberi restu kepada Lukman untuk 
masuk kabinet.

Penunjukan Andi Mattalata, Muhammad Nuh, dan Jusman serta Hendarman Supandji 
relatif lebih mulus. Andi merupakan satu di antara sepuluh nama yang 
disorongkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono saat bertemu dengan 
Yudhoyono di Cikeas, akhir Oktober lalu. Menurut seorang sumber, Andi yang 
berasal dari Bugis itu pun dinilai pas untuk menggantikan Hamid, yang juga dari 
Sulawesi Selatan.

Meski begitu, tetap muncul ketidakpuasan dari Golkar. Pangkal soalnya, dari 10 
nama yang diajukan Agung, hanya seorang yang ditunjuk. "Itu artinya Presiden 
menganggap remeh kekuatan Golkar, partai yang memiliki kursi terbanyak di DPR," 
kata Yuddy Chrisnandi, politisi muda yang namanya masuk daftar usulan Agung.

Dalam rapat pengurus pusat Partai Golkar, Selasa pekan lalu, Jusuf Kalla 
berusaha meredam kekecewaan partai itu. Ia meminta anggotanya bersyukur karena 
perwakilan Golkar di kabinet bertambah dengan masuknya Andi Mattalata. "Lihat 
saja, partai-partai lain kan berkurang atau tetap," katanya dalam rapat 
tertutup itu.

Jusuf Kalla mengakui dirinya tidak dilibatkan dalam perombakan kabinet kali 
ini. "Terus terang, pertimbangan itu langsung dari Presiden. Saya tidak akan 
memberikan pertimbangan kalau tidak diminta," kata mantan Menteri Koordinator 
Kesejahteraan Rakyat itu. 

Perombakan kabinet itu pada akhirnya diumumkan Presiden di Istana Negara, Senin 
sore pekan lalu. Menurut Yudhoyono, ada 25 nama yang diusulkan kepadanya oleh 
kalangan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, gubernur, partai 
politik, dan profesional. "Namun saya meminta maaf karena tidak dapat memenuhi 
permintaan itu," kata Kepala Negara.

Yang menarik adalah Yudhoyono mempertahankan Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf, 
yang terserang stroke sejak akhir Maret lalu. "Saya masih menunggu laporan 
akhir dari tim dokter kepresidenan yang bekerja sama dengan tim dokter yang 
merawat beliau di Singapura sekarang ini," katanya.

Mantan ketua tim sukses pasangan Yudhoyono-Kalla itu dirawat di Royal Suite 2 
Rumah Sakit Mount Elizabeth. Di sana, ia ditemani istrinya dan seorang ajudan. 
Menurut karib Ma'ruf, Imam Zakir, pekan lalu Menteri Dalam Negeri itu sudah 
bisa berjalan ke kamar mandi. Dalam sebulan ke depan, ia diperkirakan bisa 
pulih dan masuk kantor.

Selain akibat stroke ringan, menurut Imam, sakit Ma'ruf disebabkan oleh 
"kiriman" orang. Ia menyebutkan, satu meter di dalam tanah di bawah meja makan 
rumah dinas Menteri Dalam Negeri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, 
ditemukan beberapa helai rambut, potongan tulang iga, dan rumput yang dibungkus 
dengan kain putih. Entah dari mana info tentang "fosil bawah tanah" itu 
diperoleh. Juga tak jelas, bagaimana pula "barang kiriman" itu kemudian 
dikeluarkan. Yang pasti, kata Imam, barang-barang itu sudah diambil "orang 
pintar". Diyakini dalam sebulan Ma'ruf bisa kinclong lagi. Itu sebabnya 
Presiden memberinya kesempatan bertahan di kabinet.

Budi Setyarso, Wahyu Dhyatmika, Sunariah, Wahyu Muryadi 

Empat Hari Jantung Berdegup

Kamis 3 Mei 2007
SBY meminta semua menteri tidak meninggalkan Jakarta. Malamnya, tiga menteri 
koordinator dipanggil ke Cikeas. 

Jumat 4 Mei 2007
Seusai salat Jumat, Presiden mengatakan sudah memperoleh laporan kesehatan 
semua menteri. Malam harinya, ia menggelar pertemuan dengan gubernur 
se-Indonesia.

Sabtu 5 Mei 2007

Sekitar pukul 11.00 WIB, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menemui 
Menteri-Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra di kantornya untuk menawarinya 
pos duta besar di Malaysia. 

Sudi Silalahi menelepon Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin. 
Ketika itu Hamid tengah berada di acara akad nikah kerabatnya. Hamid makan 
siang dengan Jusuf Kalla dan melaporkan kabar pencopotan itu. 

Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 
Saifullah Yusuf, dan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh juga dihubungi Sudi.

Sofyan Djalil, Hendarman Supandji, dan Andi Mattalata datang ke Cikeas. Juga 
Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal, Muhammad Nuh, dan Lukman Edi. Lukman 
mengaku pada Sabtu sore ditawari jabatan menteri melalui Ketua Umum PKB 
Muhaimin Iskandar.


Minggu 6 Mei 2007
Menteri yang tidak dicopot dievaluasi Presiden. Lima belas menteri dan Kapolri 
silih berganti datang ke Cikeas, sementara Panglima TNI dan sembilan menteri 
lagi datang ke Istana Negara keesokan harinya. 

Kurie Suditomo 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke