http://batampos.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=21778&Itemid=1
Senin, 21 Mei 2007
Isi Perjanjian Pertahanan RI-Singapura
JAKARTA (BP) - KERJA sama pertahanan atau Defence Cooperation Agreement
(DCA) antara Indonesia dan Singapura telah ditandatangani. Guna melaksanakan
kerja sama tersebut, TNI dan Singapore Army Force (SAF) bisa melakukan latihan
bersama di tiga wilayah Alpha I, Alpha II dan Bravo. Ketiga wilayah ini
merupakan wilayah laut dan udara yang memanjang mulai Provinsi Kepulauan Riau,
mulai dari Bintan, Karimun, Selat Karimata, Pulau Natuna menuju perairan Cina
Selatan.
Dalam latihan perang bersama itu, SAF juga diizinkan melakukan manuver
udara dan laut, serta menggunakan peluru tajam di wilayah Bravo.
Demikian sebagian isi dokumen DCA yang sudah diteken antara Indonesia dan
Singapura ini telah ditandatangani Menhan Juwono Sudarsono dan Menhan Singapura
Teo Chee Hean di Tampak Siring, Bali pada tanggal 27 April lalu.
Salah satu pasal dalam perjanjian DCA disebutkan, pesawat milik Angkatan
Udara Singapura diperkenankan terbang, baik tes kelaikan terbang, pengecekan
teknis maupun latihan di wilayah atau area yang dikenal sebagai Alpha Satu.
Area Alpha Satu ini meliputi sekitar Pulau Bintan hingga Tanjung Balai Karimun.
Sedangkan di area Alpha Dua, SAF juga diizinkan melakukan latihan di
wilayah udara, seperti udara perairan Selat Karimata hingga perairan Natuna.
Sedangkan, area Bravo, kapal perang milik Angkatan Laut Singapura
diizinkan melakukan latihan manuver dan latihan menembak dengan peluru tajam.
Area Bravo yang telah ditetapkan meliputi wilayah laut, udara dan
beberapa pulau kecil, seperti Kepulauan Anambas, Pulau Natuna Besar di Laut
Natuna. Bahkan khusus untuk Pulau Kayu Ara telah ditetapkan sebagai daerah
latihan bantuan tembakan laut.
Dalam perjanjian DCA yang dikutip situs berita detikcom, kemain, militer
Indonesia dan Singapura secara bersama melakukan latihan di ketiga wilayah ini,
termasuk dalam penembakan peluru kendali hingga empat kali dalam satu tahun.
Namun, sebelum melakukan latihan penembakan peluru kendali tersebut, pihak
Singapura akan memberikan informasi terlebih dahulu kepada pihak TNI AL.
Kesemua latihan tersebut diatur dalam secara khusus dengan Peraturan
Pelaksanaan (PP) atau Implementing Arrangement yang ditandatangani Panglima TNI
Marsekal Djoko Suyanto dan Panglima SAF MG Desmon Kuek. Dalam PP tersebut, SAF
akan memberikan informasi kepada TNI dalam penggunaan daerah Alpha Satu dan
Alpha Dua secara tertulis.
Tentang penggunaan peralatan tempur, dalam PP tersebut, SAF hanya
diperkenankan untuk mengoperasikan 15 pesawat tempur setiap kali latihan di
area Alpha Satu. Setiap harinya, pesawat terbang itu tidak boleh melebihi 40
sorties.
Sedangkan untuk Alpha Dua, Singapura hanya diizinkan mengoperasikan 20
pesawat terbang dengan 60 sorties setiap harinya. Di area Alpha Satu tidak
diperkenankan menggunakan amunisi, kecuali untuk Alpha Dua dengan terlebih
dahulu menginformasikan kepada awak pesawat TNI AU.
Di dalam PP ini memang tidak secara khusus mengatur teknis latihan
militer Singapura di area Bravo. Namun dalam perjanjian itu disepakati
pembangunan latihan militer bersama dengan fasilitas yang ada di Indonesia.
Seperti di antaranya, pemulihan dan pemeliharaan Air Combat Manoeuvring
Range serta infrastruktur dan instrumen terkait, pembangunan Overland Flying
Training Area Range, dan pengoperasian Siabu Air Weapons Range.
Penetapan Pulau Kayu Ara sebagai tempat latihan bantuan tembakan laut dan
pemberian bantuan teknis AL serta akses pada fasilitas latihan AL. Bagitu juga
pengembangan dan penggunaan daerah latihan di Baturaja, ditambah pemberian
bantuan pelatihan simulator oleh SAF kepada TNI.
Dalam Pasal 3 huruf C perjanjian DCA disebutkan, militer Singapura diberi
izin menggelar latihan militer bersama dengan mitra ketiga di Alpha Dua dan
Bravo. Tapi syaratnya, selain harus seizin pemerintah Indonesia, latihan itu
harus ditinjau oleh tim dari Indonesia.
Sementara di Pasal 2 ayat 2 perjanjian Implementing Arrangement,
pelibatan mitra ketiga oleh Singapura ini disyaratkan harus menginformasikan
rencana latihan dalam satu tahun pada pertemuan Komite Latihan Bersama
Indonesia-Singapura.(jpnn
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/