Refleksi: Maksudnya sepanggung kekuasaan [ Kiemas wakil presiden] bila Golkar 
dimenangkan pemilu 2009? Bagaimana dengan Mega?

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=286140

Senin, 21 Mei 2007,

Kalla-Kiemas Sepanggung 






Hadiri Acara Harlah Ke-73 Ansor
JAKARTA - Puncak peringatan hari kelahiran (Harlah) Ke-73 Gerakan Pemuda Ansor 
tadi malam berlangsung semarak. Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf 
mempertemukan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tokoh PDIP Taufiq Kiemas pada 
acara tersebut. 

Saifullah kembali menegaskan bahwa dirinya ikhlas di-reshuffle dari Kabinet 
Indonesia Bersatu. Mantan menteri pembangunan daerah tertinggal (PDT) itu 
menyatakan Ansor tetap komitmen mendukung pemerintah sampai 2,5 tahun ke depan.

"Kalau pemerintah baik, yang untung juga masyarakat. Kalau pemerintah gagal, ya 
kita cari (presiden) yang lain," kata Saiful disambut tepuk tangan Kalla, 
Taufiq Kiemas, dan sekitar 500 undangan.

Mantan pembantu presiden itu juga beberapa kali memuji Kalla. Menurut Saiful, 
di tangan Kalla masalah yang rumit menjadi sederhana dan penyelesaiannya jelas. 
Pada saat yang sama harus dipahami banyak masalah yang belum terselesaikan. 

Alasan mengundang Kalla, kata Saiful, karena saat menjadi Menko Kesra, Kalla 
pernah datang ke Ansor. Waktu itu gedung Ansor belum jadi. "Pak Kalla waktu itu 
nyumbang Rp 50 juta, tapi dicicil empat kali," kata Saiful.

"Kalau Pak Taufiq memang baru pertama kali ke sini. Tapi, saat Ibu Mega jadi 
presiden maupun Wapres, sumbangannya juga sampai ke Ansor. Yang dijanjikan, 
tapi tidak pernah sampai itu sumbangan dari Rokhmin Dahuri (mantan menteri 
kelautan dan perikanan)," sambungnya.

Kalla dalam sambutannya mengatakan, dirinya pernah menjadi anggota Pandu Ansor. 
"Saya dengar tadi mars Ansor luar biasa. Siap mengorbankan jiwa dan raga. Kalau 
sudah itu, apalagi yang lain," kata Kalla disambut tepuk tangan warga Ansor.

Kalla mengatakan, dulu Nabi Yusuf dikenal bisa menyelesaikan krisis pangan 
dalam tujuh tahun. Kabinet Indonesia Bersatu, kata Kalla, sebenarnya memiliki 
empat Yusuf. "Ada saya, Saifullah Yusuf, Yusuf Asyar'i (menteri perumahan 
rakyat), dan Yusuf Anwar (mantan Menkeu). Tapi, sekarang tinggal dua. Saiful 
diistirahatkan untuk membina Ansor," kata ketua umum Partai Golkar itu. 

Pertemuan Kalla dan Kiemas itu merupakan momen bersejarah. Dua tokoh partai 
besar di Indonesia itu belum pernah bertemu sepanggung. Kiemas datang lebih 
awal dengan mengajak Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dan Ketua FPDIP Tjahjo 
Kumolo. Sedangkan Kalla mengajak Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. 

Hadir juga Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua PB NU Said Agil Siraj, dan 
Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa. Sejumlah kiai juga hadir, 
yakni KH Subadar dan KH Idris Marzuki. 

Mengenai pertemuan politis tersebut, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, 
PDIP selalu terbuka untuk bersilaturahmi kepada siapa pun. "Ke depan PDIP juga 
siap bergandeng tangan dengan siapa saja," jelasnya. Termasuk dengan Partai 
Golkar? "Dengan siapa saja," tegasnya. (tom


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke