---------- forwarded message ----------
From: bicaraagama <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 25 Mei 2007 06:35
Subject: [debat_antar_agama] Alasan A SINA meninggalkan Islam
To: [EMAIL PROTECTED]



 http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=279

 Kenapa Saya Meninggalkan Islam
 Oleh. Ali Sina
 http://www.secularislam.org/testimonies/index.htm

 Banyak orang bertanya kpd saya kenapa saya meninggalkan agama Islam.
Bagi Muslim ini memang sangat tak masuk akal. Mereka memilih utk
percaya bahwa orang murtad karena disogok agen rahasia Nasrani/Yahudi.
Mereka enggan menerima kenyataan bahwa setiap orang punya hak utk
menentukan pilihannya sendiri dan bahkan ada orang yg merasa bahwa
Islam tidak cocok bagiinya.

 Berikut ini adalah alasan saya.

 Hanya beberapa tahun yang lalu saja saya masih percaya bahwa
kepercayaan saya kpd Islam bukan berdasarkan percaya buta tetapi
karena hasil penyelidikan dan penelaahan selama bertahun-tahun. Memang
saya membaca banyak buku2 Islami yang ditulis oleh orang2 yang
pikirannya sesuai dengan saya dan mengemukakan filosofi yang sesuai
dengan pandangan saya, sehingga ini semakin meyakinkan saya bahwa saya
sudah menemukan kebenaran.

 Semua hasil penelaahan saya sesuai dengan iman saya. Sama seperti
kebanyakan Muslim, sayau tadinya percaya bahwa kalau mau benar2
mengetahui sesuatu, maka belajarlah dari sumbernya. Tentu sumber Islam
itu adalah Qur'an dan buku2 yang ditulis oleh ilmuwan Islam. Karena
itu, saya merasa tidak perlu lagi untuk mencari dari sumber lain untuk
menemukan kebenaran, apalagi memang saya begitu yakin menemukannya.
Seperti yang sering dikatakan para Muslim "Talabe ilm ba'd az wossule
ma'lum mazmum". Usaha mencari ilmu pengetahuan lain setelah
menemukannya (Islam) adalah bodoh.

 Tentu saja ini salah. Bagaimana jika kita ingin tahu kebenaran
tentang suatu aliran kepercayaan yang berbahaya? Apakah cukup dengan
hanya bergantung melalui informasi dari pemimpin kepercayaan itu dan
semua penganut2nya yang sendirinya tertipu pemimpin itu? Diperlukan
penelaahan secara saintifik (berdasarkan ilmu pengetahuan) untuk
menelaah kepercayaan itu karena penelaah sains tidak mengutarakan
hasil penyelidikannya berdasarkan iman yang membuta. Mereka membuat
penelaahan yang seksama dari bukti yang ada. Ini sungguh beda dengan
cara pendekatan agamawi yang didasarkan pada iman dan rasa percaya
semata2.

 Untuk itulah saya kembali membaca isi Qur'an dan saya temukan
perintah2 yang tidak sesuai dengan nilai2 kemanusiaan. Saya merasa
sangat tertekan dan risih membaca ajaran seperti ini.

 Q.3: 5
 "Tapi bagi mereka yang menolak Iman setelah mereka menerimanya, dan
lalu menentang Iman, , - pertobatan mereka tidak akan pernah diterima;
karena mereka adalah orang2 yang telah sesat".

 Q.16: 106
 " Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia
mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal
hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi
orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah
menimpanya dan baginya azab yang besar.."

 Orang mungkin berpikir bahwa azab yang besar itu nantinya terjadi di
akherat. Tapi Muhammad memastikan orang2 itu mendapat hukum di bumi
pula. Lihat ayat2 berikut:

 Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
 "Aku mendengar Nabi berkata,"Di hari2 akhir (duni) akan muncul orang2
muda dengan pikiran2 dan ide2 yang bodoh. Mereka akan berkata baik,
tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar
jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika
kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah bagi para
pembunuh itu di Hari Kebangkitan."

 Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 260:
 "Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn
`Abbas, yang berkata,"Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan
membakar mereka, seperti yang dikatakan sang Nabi,'Jangan hukum
(siapapun) dengan Hukuman Allah.' Tidak ragu lagi, aku sudah akan
membunuh mereka, karena Nabi berkata,'Jika seseorang (Muslim)
meninggalkan agamanya, bunuh dia.'"

 Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
 "Delapan orang dari suku `Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka
merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka
berkata,"O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu." Rasul Allah
berkata,"Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2."
Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat)
sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan
melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya
mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh
orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk
memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi,
pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2
mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam
mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu
di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi
mereka air sampai mereka mati. "

 Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339
disampaikan oleh Aisha, Ummul Mu'minin:
 "Rasul Allah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku
tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, secara
hukum tidak boleh ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal
ini: orang yang berzinah setelah menikah, dan hukumannya adalah
dirajam; orang yang melawan Allah dan RasulNya, dan hukumannya adalah
ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau
orang yang membunuh dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. "

 Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana
pun yang membaca ini dan tidak merasa muak berarti tidak dapat disebut
manusia.

 Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
 "Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
 Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung
(bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan
menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau
berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan
tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan
menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di
perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar
diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu
tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta
dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri
mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.

 Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah
majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku
melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak
meninggalkan tabiatnya. I punya dua anak laki seperti mutiara dari
budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia
mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah
pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku
membunuhnya.

 Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang
perlu dibayar bagi darahnya".

 Saya merasa kisah ini mewujudkan ketidakadilan. Muhammad memaafkan
seorang lelaki yang membunuh perempuan hamil beserta anaknya sendiri
hanya karena dia berkata bahwa perempuan ini menghina sang Nabi!?

 Baca juga yang dibawah ini ! Pria2 Arab ternyata punya kebiasaan
meniduri budak2 wanita mereka. Qur'an mengabadikan tradisi ini.

 Q. 33:52 "Tidaklah diperbolehkan bagi kalian (untuk menikahi lebih
banyak) perempuan2 setelah ini, ataupun mengganti mereka dengan
perempuan2 lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali
yang dimiliki oleh tangan kananmu (sebagai budak perempuan)."

 Muhammad sendiri meniduri Marriyah tanpa mengawininya, dan Marriyah
adalah budak istri Muhammad yang bernama Hafsa.

 Memaafkan seseorang yang membunuh orang lain hanya karena dia
mengatakan perempuan itu menghina Muhammad adalah perbuatan yang tidak
dapat diterima. Bagaimana jika orang itu bohong untuk menghindari
hukuman? Apa yang disampaikan kisah ini tentang rasa keadilan
Muhammad? Bayangkan berapa banyak wanita2 tak bersalah yang dibunuh
para suaminya dalam kurun waktu 1.400 tahun ini. Dan bagaimana para
suami itu terelak dari hukuman dengan menuduh para istri yang dibunuh
mereka itu melakukan penghinaan terhadap rasul Tuhan dan Hadith ini
membiarkan mereka bebas karenanya.

 Ini satu lagi.

 Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4349
 "Disampaikan oleh Ali ibn AbuTalib:
 Seorang wanita Yahudi sering menghina dan mengolok-olok sang Nabi.
Seorang pria lalu mencekiknya sampai dia mati. Rasul Allah mengumumkan
tidak perlu hukuman untuk membalas darahnya. "

 Tidak mudah untuk membaca cerita2 ini dan tidak tergerak hatinya.
Tidak ada alasan yang mengira bahwa cerita2 ini dipalsukan. Untuk apa
orang2 yang mempercayai Nabi, yang berusaha keras menggambarkan nabi
mereka sebagai orang yang penuh belas kasihan, memalsukan begitu
banyak cerita yang membuat nabi tampak seperti penguasa bengis? Aku
tidak dapat lagi menerima tindakan yang brutal terhadap orang2 yang
memilih untuk tidak menerima Islam. Iman adalah pilihan pribadi. Aku
tidak dapat lagi menerima bahwa seseorang yang mengritik sebuah agama
harus dihukum mati.

 Lihat bagaimana Muhammad bersikap pada orang2 yang tidak percaya:

 Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4359
 "Disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas:
 Ayat yang berbunyi "Hukuman bagi orang2 yang berperang melawan Allah
dan RasulNya, dan berjuang keras mengacaukan tanah ini adalah dibunuh,
atau disalib, atau potong tangan2 dan kaki2 dari arah yang berlawanan
atau diasingkan dari tanah ini � yang maha pengampun." Ini diberikan
untuk orang2 yang menyembah banyak tuhan. Jika ada dari mereka yang
bertobat sebelum mereka ditangkap, ini tidak menghindarkan mereka dari
hukuman tadi, yang memang layak mereka dapatkan. "

 Bagaimana mungkin utusan Tuhan membunuh dan menyalib orang2 karena
mereka menolak dia? Bisakah orang seperti ini jadi utusan Tuhan?
Tidakkah ada orang lain dengan moral dan etika yang lebih baik untuk
memikul tanggungjawab besar sebagai utusan Tuhan?

 Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa Muhammad membantai 900
orang Yahudi dalam satu hari setelah ia menangkap mereka dalam suatu
penyerbuan yang direncanakannya. Saya membaca kisah ini dan bulu
kudukku berdiri.

 Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4390
 "Disampaikan oleh Atiyyah al-Qurazi:
 Aku adalah seorang dari para tawanan Banu Qurayzah. Mereka (para
penawan) memeriksa kami, dan mereka yang sudah tumbuh bulu kemaluannya
dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku adalah salahsatu dari
mereka yang belum punya bulu kemaluan."

 Saya juga terkejut sekali membaca kisah dibawah ini.

 Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
 "Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
 Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Lalu kata Nabi:
Potong tangannya. Maka tangan kanannya dipotong. Ia dibawa
keduakalinya pada sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia. Orang2
berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata:
Potong kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
 Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi
berkata: Bunuh dia.
 Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
 Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
 Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
 Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
 Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
 Orang itu dibawa lagi untuk kelimakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
 Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia
dan melemparkan dia ke dalam sumur dan menimbuni batu2 di atas
tubuhnya. "

 Tampaknya Muhammad menentukan hukuman melalui apa yang ia dengar.
Juga dengan memotong tangannya, orang itu tidak bisa lagi mencari
makan kecuali dengan mengemis, dan ini pun sulit karena dia sudah
dicap sebagai pencuri dan dibenci orang2. Karena itu ia terpaksa
mencuri lagi untuk bisa terus hidup. Inikah yang dinamakan Nabi yg
Maha Mulia ? Rahmatal lil alamin ?

 Setelah hidup di dunia Barat selama beberapa tahun lamanya dan
diterima dengan baik oleh orang2 dari berbagai agama atau yang tak
beragama sekalipun, yang mencintai saya dan menerima saya sebagai
kawan mereka, aku tidak dapat lagi menerima mandat2 Qur'an sebagai
firman Tuhan.

 Q.58: 22
 "Kau tidak akan menemukan orang2 yang percaya pada Allah dan di hari
akhir, berkawan dengan mereka yang melawan Allah dan utusanNya �"

 Q.3: 118-120
 "O kamu yang percaya! Janganlah memilih bitaanah (penasehat,
konsultan, pelindung, penolong, kawan, dll) di luar agama (penyembah
berhala, orang Yahudi, orang Kristen, dan orang munafik) karena mereka
akan terus berusaha sekuatnya untuk merusak pikiranmu. Mereka ingin
menjahatimu. Kebencian sudah muncul dalam mulut mereka, tapi bahkan
yang tersembunyi dalam dada mereka lebih buruk lagi. Memang Kami telah
menerangkannya padamu, jika kalian mengerti. Lihat! Kalianlah yang
mencintai mereka tapi mereka tidak mencintaimu, dan kalian percaya
akan semua kitab2 (kalian percaya Taurat dan Injil, tapi mereka tidak
percaya Qur'an). Dan jika mereka berjumpa denganmu, mereka berkata,
`Kami percaya.' Tapi kalau mereka sendirian, mereka menggigit ujung
jari2 mereka dengan penuh kemarahan padamu. Katakanlah: `Matilah dalam
kemarahanmu. Tentu Allah tahu apa yang ada dalam hatimu (semua
rahasia).' Jika kebaikan terjadi padamu, mereka bersedih, tapi kalau
kejahatan terjadi padamu, mereka bergembira .."

 Dan ini :

 Q.5: 51
 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain..."

 Saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah. Lihatlah
buktinya di krisis Bosnia dan Kosovo; di mana negara2 Kristen
mengadakan perang terhadap sesama negara Kristen untuk membebaskan
orang2 Muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong pengungsi2
Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama Perang Dunia II, orang2
Muslim Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang2
Yahudi.

 Semakin jelas bagi saya bahwa orang2 Muslim diterima oleh orang2 di
seluruh penjuru dunia, tapi meskipun demikian, nabi kita ingin kita
membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa mereka
menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan
memaksa mereka membayar Jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan!
Sungguh tak berperikemanusiaan!

 Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci Barat dan Yahudi.
Muhammad-lah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa
curiga pada orang2 non-Islam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin
orang2 Muslim bisa bergaul dengan negara2 lain sambil menggenggam
pesan2 kebencian di Qur'an sebagai firman Tuhan?
 Banyak orang2 Muslim yang pindah ke negara2 non-Muslim dan diterima
dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi
bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami
diskriminasi dari negara2 non-Islam. Tapi lihat bagaimana nabi suci
kita menganjurkan kita memperlakukan non-Muslim jika kita menjadi
kalangan mayoritas.

 Q.9: 29
 " Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak
(pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang
telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan
agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al
Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang
mereka dalam keadaan tunduk."

 Aku juga merasa ayat2 berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku
mencintai semua manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia
di bumi ini dan diampuni di akherat. Tapi nabiku melarangku untuk
meminta pengampunan bagi orang2 yang tidak percaya juga bahkan jika
mereka itu orang tua kita atau orang2 yang kita cintai.

 Q.9: 113
 "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman
memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun
orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi
mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka
Jahanam."

 Qur'an dan Ahadith penuh dengan ayat2 yang tidak bisa diterima
seperti ini sehingga ini merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah
seorang nabi, tapi seorang pemimpin suatu aliran kepercayaan saja.
Kepercayaan sesat memang memaksa orang untuk mengadukan anggota
keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya
sangat luarbiasa, sangat memaksa, sehingga orang2 yang bodoh di
zamannya percaya padanya. Lalu generasi berikutnya mewariskan
kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli2 filosofi dan para penulis
lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangakannya lebih lanjut,
memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau
menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Qur'an dan
mempelajari Ahadith, kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong
belaka.

 Saya tahu kata2 saya ini menyakiti hatimu. Tapi saya anjurkan engkau
untuk mengendalikan kemarahanmu dulu, baca tulisan2 saya dan
pikirkanlah matang2.

 Engkau lihat bahwa penolakan saya akan Islam bukan didasari oleh
tindakan2 buruk orang Muslim, tapi oleh tindakan2 buruk pengarangnya
sendiri. Semua kekejaman dan tindakan2 kekerasan yang mengerikan yang
dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia diilhami oleh Qur'an dan
Sunnah. Karena itu saya menyalahkan Qur'an atas tindakan jahat yang
dilakukan orang2 Muslim. Saya tahu bahwa semua usaha untuk
memanusiakan masyarakat Islam hanyalah buang2 waktu belaka karena
musuhnya adalah Islam itu sendiri dan inilah sasaran seranganku.

 Saya lakukan ini meskipun dengan ini saya menjadi magnet yang
menyedot kebencian semua Muslim yang fanatik. Tidak ada untungnya bagi
saya. Satu2nya alasan kenapa saya begitu menentang Islam adalah untuk
membebaskan dunia dari cengkeraman aliran setan ini dan mengembalikan
kedamaian dan kesejahteraan, kasih, dan hormat sesama manusia.




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke