---------- forwarded message ----------
From: bicaraagama <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 25 Mei 2007 06:34
Subject: [debat_antar_agama] Zakir Naik: Mengembangkan Terorisme
To: [EMAIL PROTECTED]



 http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=694

http://www.faithfreedom.org/oped/sina51022.htm

 Zakir Naik: Mengembangkan Terorisme
 Oleh Ali Sina
 2005/10/22

 Kutemukan pragraf di bawah ini dari irf.net, website resmi Dr. Zakir
Naik. Inilah yang dia ajarkan pada murid2nya:

 "5. Setiap Muslim harus jadi teroris.

 Setiap Muslim harus jadi teroris. Teroris adalah seorang yang
mengakibatkan teror. Saat perampok melihat seorang polisi, dia akan
takut. Polisi adalah seorang teroris bagi perampok. Sama halnya setiap
Muslim harus jadi teroris bagi elemen2 anti-sosial dalam masyarakat,
seperti pencuri2, dacoist, dan para pemerkosa. Bilamana salah satu
elemen2 anti-sosial ini melihat seorang Muslim, dia harus merasa
takut. Memang betul bahwa arti kata `teroris' secara umum digunakan
bagi seseorang yang menyebabkan teror diantara masyarakat umum. Tapi
seorang Muslim sejati harus jadi teroris hanya bagi elemen
anti-sosial, dan bukan bagi masyarakat tak berdosa. Sebenarnya seorang
Muslim harus jadi sumber kedamaian bagi masyarakat tak berdosa."

 Dr. Naik menyatakan bahwa elemen2 anti-sosial yang perlu diteror oleh
Muslim adalah para kriminal, seperti para pencuri, penjahat dan
pemerkosa. Tapi bukankah pekerjaan polisi untuk menangkap para
kriminal? Polisi dilatih dan dibayar untuk melakukan hal itu.
Pekerjaannya bukan untuk meneror kriminal tapi untuk menegakkan hukum.
Dia harus menghormati hak2 azasi manusia bahkan juga bagi tersangka
kriminal. Selama tersangka tidak terbukti kesalahannya di pengadilan,
maka orang itu tetap dianggap tak bersalah.

 Siapa yang memberi kekuasaan bagi Muslim untuk mengambil alih posisi
polisi dalam hukum, meneror orang yang mereka tuduh melakukan
perbuatan kriminal? Bukankah kita punya sistem hukum anti kriminal
untuk mengurus hal ini? Haruskah warga negara biasa melaksanakan hukum
ini sendiri? Jika memang begitu, maka ini pun berlawanan dengan hukum.
Apa yang dia pura2 kembangkan di sini adalah suatu anarki (kekacauan
karena tiadanya hukum). Kita punya seluruh jajaran hukum untuk
mengatasi kriminal. Di bawah hukum apa warga negara biasa dapat
berperan sebagai seluruh sistem hukum untuk mengatasi kriminal? Ini
sungguh sinting!

 Lebih2 lagi, di setiap negara non-Islam tingkat kejahatan diantara
orang2 Muslim jauh lebih tinggi daripada populasi rata2. Perancis
punya tingkat kriminalitas yang tinggi yang kebanyakan dilakukan oleh
masyarakat Muslim di sana. Aku baca di suatu sumber berita bahwa angka
kejahatan di Belanda melonjak 11% dalam satu tahun saja dan ini gara2
orang Muslim. Di sebuah artikel yang dipublikasikan majalah Times di
Lahor, April 2001, Khaled Ahmed mengabarkan bahwa angka kejahatan
diantara orang2 Pakistan di Inggris "lebih tinggi daripada masyarakat
manapun. Dua persen dari seluruh tawanan yang tinggal lama sekali di
penjara2 Inggris adalah orang2 Pakistan, dan angka ini adalah yang
tertinggi dari masyarakat manapun." Di Australia pemerkosaan gadis2
kulit putih oleh pemuda2 Musim jadi masalah nasional. Apa alasan
pemuda2 Muslim ini untuk melakukan pemerkosaan? Jawab mereka "di
negara2 Islam, gadis2 tidak berpakaian seperti ini!"

 Sungguh naif untuk menerima begitu saja pengesahan terhadap terorisme
seperti yang dikatakan Dr. Naik. Yang dimaksud oleh penjual obat
gadungan sebagai elemen anti-sosial ini sebenarnya adalah non-Muslim
dan semua yang tidak mau memeluk Islam. Baginya, aku adalah bagian
dari elemen anti-sosial dan harus dibunuh. Apakah aku melakukan
perkosaan, mencuri atau tindakan kriminal lainnya? Aku dan orang2
sepertiku dianggap anti-sosial karena kami mengutarakan pendapat kami
dan orang2 Muslim sungguh tidak tahan mendengarnya. Apakah Salman
Rushdie dan Taslima Nasrin termasuk elemen2 anti-sosial? Bagaimana
dengan Theo Van Gogh? Apakah dia elemen anti-sosial?

 Setelah memuliakan dan mensahkan terorisme dan membujuk murid2nya
untuk jadi teroris, membuat mereka percaya akan perintah illahi dan
mengira ini perbuatan yang baik untuk dilakukan, Dr. Naik lalu akan
mengutip ayat2 dan menjelaskan pada murid2nya bahwa shirk itu lebih
jahat daripada membunuh dan non-Muslim itu lebih jahat daripada para
pencuri, penjahat, pemerkosa dan pembunuh. Karena itu wajib bagi
Muslim untuk meneror hati non-Muslim dan membunuh mereka kalau ketemu.
Untuk menentukan apakah mereka berdosa atau tidak, cukup bertanya
apakah mereka mau memeluk Islam atau tidak.

 Ironisnya, karena seperti yang dikatakan dalam Qur'an, para
non-Muslim yang menolak Islam ini telah melakukan kejahatan yang
paling parah, maka harta benda mereka layak dirampas dan istri2 dan
anak2 gadis mereka boleh diperkosa. Jadi para Muslim yang bergabung
dalam pendidikan Islamnya Dr. Naik untuk melawan kriminal malah
MENJADI kriminal dan penjahat kejam.




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke