Sejumlah mahasiswa Riau di Jakarta melakukan aksi protes di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/5). Mereka menuntut pemerintah membatalkan perjanjian kerjasama keamanan dengan Singapura, karena akan merugikan Indonesia terutama masyarakat Riau. (Foto ANTARA/ Ujang Zaelani/kim)
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/25/ppp-curigai-perjanjian-dengan-singapura-rugikan-indonesia/ 25/05/07 13:22 PPP Curigai Perjanjian dengan Singapura Rugikan Indonesia Jakarta (ANTARA News) - Lambannya penyerahan dokumen perjanjian ekstradisi dan militer Indonesia-Singapura oleh pemerintah kepada DPR RI, dicurigai kalangan anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai indikasi bahwa kesepakatan-kesepakatan dalam perjanjian itu merugikan Indonesia. "Sampai hari ini sebagai anggota DPR RI, saya belum mendapatkan copy (salinan) dua perjanjian Indonesia-Singapura tentang ekstradisi serta kerjasama militer tersebut," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI, Suharso Monoarfa, di Jakarta, Jumat. Suharso mengaku menjadi bertanya-tanya, ada faktor apa di balik keterlambatan penyerahan dua salinan perjanjian itu. "Iya kan. Mengapa pemerintah begitu lambat? Dan, ini mengundang kecurigaan, jangan-jangan seperti yang sudah diduga semula, bahwa perjanjian itu sama sekali tidak menguntungkan Indonesia," ujar anggota legislatif dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo ini. Suharso Monoarfa yang juga kini merangkap Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI ini menambahkan, apabila dugaan itu benar, wajib bagi DPR RI melayangkan pertanyaan kepada Presiden RI atau mengajukan usul interpelasi. "Dengan kata lain, sebelum DPR RI meratifikasi, perlu ada kejelasan eterang-terangnya tentang kedua perjanjian tersebut," tandasnya. Jika tidak, Suharso Monoarfa berpendapat, ada baiknya dua kesepakatan tersebut ditolak untuk sementara. "Perlu ada kejelasan seterang-terangnya terlebih dulu. Setelah itu, barulah DPR RI bersikap menolak atau dapat diratifikasi. Kalau penjelasan atau jawaban Presiden RI tidak memadai, maka tentu kedua perjanjian harus ditolak," tegas Suharso Monoarfa bersemangat.(*) Copyright © 2007 ANTARA [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
