Sabtu, 26/05/2007
Pemerintah diminta ikuti jejak Venezuela

   - 
Cetak<http://web.bisnis.com/cetak.php?cid=1&id=7265&url=http%3A%2F%2Fweb.bisnis.com%2Fedisi-cetak%2Fedisi-harian%2Fekonomi-makro%2F1id7265.html>

JAKARTA: Koalisi Anti Utang (KAU) menyarankan agar pemerintah segera keluar
dari IMF dan Bank Dunia dengan mengoptimalkan pembiayaan negara dari sumber
dalam negeri, seperti yang dilakukan Venezuela.

Kusfiardi, Koordinator KAU, mengatakan kerja sama dengan IMF dan Bank Dunia
selama ini ternyata tidak menghasilkan keuntungan ekonomi dan finansial.

Indonesia seharusnya belajar dari kasus di Amerika Latin yang berani untuk
independen dari utang luar negeri, terutama dengan adanya ikrar Presiden
Venezuela Hugo Chavez untuk keluar dari IMF.

"Urgensi dari lepasnya Indonesia dari keanggotaan IMF dan Bank Dunia adalah
untuk mendapatkan kembali kedaulatan ekonomi Indonesia yang selama ini
hilang," kata dia di Jakarta, kemarin.

Untuk mengurangi beban utang, KAU mengusung langkah alternatif yakni dengan
mengoptimalisasi sumber daya nasional, karena ternyata dalam struktur APBN,
sekitar 95% penerimaan negara berasal dari dalam negeri dan struktur belanja
negara dialokasikan untuk pembayaran utang.

*Rusak aturan*

Sementara itu, Bloomberg melaporkan janji Presiden Venezuela Hugo Chavez
untuk menarik negaranya dari keanggotaan IMF berpotensi merusak
aturan-aturan obligasi luar negerinya dan dapat memicu para investor untuk
menuntut uang mereka kembali.

Pacific Investment Management Co dan Alliance Capital Management, pemegang
surat utang terbesar di Venezuela, akan mendapat keuntungan melimpah jika
jaminan dilepaskan. Mereka memiliki obligasi yang diperdagangkan di bawah
nilai nominal.

Venezuela memiliki surat utang (notes) senilai US$6,5 miliar yang
diperdagangkan murah di antara obligasi luar negerinya yang senilai US$20
miliar.�

Keputusan Chavez untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan telekomunikasi
dan energi tahun ini telah memperburuk performa obligasi Venezuela, yakni
menjadi terburuk kedua di pasar.

Negara ini pernah berjanji untuk tetap menjadi anggota IMF sehingga dengan
keluarnya dari lembaga tersebut bisa saja menimbulkan kegagalan teknis.

Menurut Matthew Ryan, pengelola dana US$2,6 milar di MFS Investment yang
juga mengatur obligasi yang diperdagangkan di bawah nilai utama senilai
US$30, Chavez terus menerapkan agenda yang radikal.

Dia juga menilai Chavez mungkin akan menarik kembali janjinya karena
kegagalan teknis dapat membatasi kemampuan Venezuela untuk meminjam di pasar
internasional dan menghapus IMF sebagai sumber dana potensial.

"Sangat masuk akal bagi Chavez untuk menarik kembali janjinya, tetapi sulit
bagi saya mengatakan dia telah gagal," kata Alberto Bernal, analis
fixed-income di Bear Stearns Cos di New York. (*02*)

Bisnis Indonesia

http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/ekonomi-makro/1id7265.html




-- 
Yuyun Harmono
Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia
Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673,
Hp. 081807867506
website : www.kau.or.id
blog : antiutang.wordpress.com


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke