Injil Barnabas itu tidak diakui oleh gereja Kristen Katolik maupun Kristen 
Protestan, kenapa ? Bacalah tulisan dibawah ini :


 
     INJIL BARNABAS SUATU KESAKSIAN PALSU  
   Satu Pertanyaan: Mengapa Orang Kristen Tidak Mengenal Injil 
Barnabas?PENDAHULUAN
  Sudah ditetapkan bahwa kitab yang dikenal sebagai "Injil" Barnabas sama 
sekali tidak berkaitan dengan kekristenan. Karena kitab itu adalah satu 
kesaksian palsu tentang Injil kudus dan merupakan satu upaya untuk menyatakan 
hal-hal yang sangat keliru tentang agama Kristen. Dalam banyak hal kitab ini 
disamakan dengan bentuk Al Qur'an yang ditulis oleh Museilma, si pendusta, atau 
yang dikarang oleh Al-Fadhl bin Rabi'. Kitab yang dikaitkan dengan Barnabas ini 
diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Dr. Khalil Sa'adah, dari salinan dalam 
bahasa Inggeris pada tahun 1907 untuk memenuhi permintaan Sayyid Muhammad 
Rashid Ridha, seorang pendiri majalah Manar. Hal mana ditolak sepenuhnya oleh 
orang-orang Kristen karena terjemahan itu merupakan satu pemalsuan naskah. 
Mereka yang menerimanya adalah suatu sekte orang Muslim. Mereka berbuat 
demikian dengan alasan yang sangat sederhana karena bagian-bagian kitab itu 
menyokong pernyataan bahwa Al-Masih tidak disalibkan, tetapi
 kemiripan-Nya jatuh pada Yudas yang disalibkan menggantikan Dia. 
  PANDANGAN PARA SARJANA  Sarjana-sarjana yang meneliti dengan cermat tentang 
pokok ini secara bulat berpendapat bahwa buku ini, yang dikaitkan dengan 
Barnabas, tidak pernah ada sebelum abad ke 15. Hal ini muncul hampir 1.500 
tahun sesudah kematian Barnabas. Seandainya buku ini dapat digunakan pada 
periode tersebut, maka sarjana-sarjana Muslim seperti Al-Tabari, Al-Baidhawi, 
dan Ibn Kathir tentunya tidak akan terpecah-pecah dalam pandangan mereka 
tentang akhir kehidupan Al-Masih, dan tentang pengenalan secara pribadi akan 
seseorang yang dikatakan telah disalibkan menggantikan Dia. 
Jika kita hubungkan dengan tulisan-tulisan Muslim seperti "Golden Pastures" 
(Penggembalaan Emas) oleh Al-Mas'udi, "The Beginning and the End" (Yang Awal 
dan Yang Akhir), oleh Imam 'Imad-ud-Din, dan "Ibrizi's Version" (Versi Ibrizi) 
oleh Ahmad Al-Magrizi, kita dapat mencatat bahwa sarjana-sarjana yang 
terpandang ini menyatakan dalam karya-karya tulisan mereka, bahwa Injil orang 
Kristen yang ditulis oleh keempat penulis Injil, yakni Matius, Markus, Lukas, 
dan Yohanes. Al-Mas'udi menulis, "Kami telah menyebutkan nama-nama kedua belas 
dan ketujuh puluh murid-murid Al-Masih, tentang penyebaran mereka di seluruh 
negeri, dan berita-berita lain meliputi pekerjaan dan tempat penguburan mereka. 
Penulis keempat Injil termasuk Yohanes dan Matius ada diantara kedua belas 
orang itu, sedangkan Lukas dan Markus ada diantara kelompok tujuh puluh" 
(Al-Tanbih wal Isharaf, halaman 136). 
Kalau kita melihat pada naskah-naskah kuno dari Alkitab, jauh ke belakang pada 
masa sebelum Islam dan masa di mana Al Qur'an menunjukkan dan menyaksikan 
kebenarannya, maka kita tidak akan temui apa yang disebut Injil yang 
dihubungkan dengan Barnabas. Dan juga tidak disebutkan dalam daftar isi dari 
kitab-kitab yang membentuk Alkitab sebagaimana yang disiapkan oleh 
pemimpin-pemimpin gereja. 
Suatu penelitian sejarah menunjukkan bahwa naskah asli dari Injil palsu ini 
muncul untuk pertama kali pada tahun 1709 dalam barang Craemer, seorang 
Penasehat Raja Prusia. Naskah ini diambil dari padanya dan disimpan di 
Perpustakaan Wina pada tahun 1738. Semua sarjana yang menelitinya mencatat 
bahwa sampul buku ini terbuat dalam gaya Timur karena itu mempunyai catatan 
pinggir dalam bahasa Arab. Dari pengujian kertas dan tinta yang digunakan, 
nampak bahwa itu ditulis pada abad ke 15 atau ke 16. 
Sarjana Inggeris, Dr. Sale, mengatakan bahwa ia menemukan buku ini dalam bahasa 
Spanyol yang ditulis oleh seorang Ukraina bernama Mustafa Al 'Arandi, yang 
mengklaim telah menterjemahkannya dari bahasa Itali. Dalam pendahuluan dari 
salinan ini dinyatakan bahwa seorang biarawan bernama Marino, yang dekat dengan 
Paus Sixtus V, mengunjungi perpustakaan Paus pada satu hari di tahun 1585, dan 
menemukan sebuah surat dari St. Irenaeus yang mengeritik rasul Paulus dan 
mendasarkan kritikannya itu pada Injil Barnabas. Setelah itu Marino 
berkeinginan kuat untuk menemukan Injil itu. 
Suatu hari ia berjumpa dengan Paus Sixtus V dalam perpustakaan kepausan, dan 
ketika mereka berbincang-bincang, Paus tertidur. Biarawan ini menggunakan 
kesempatan tersebut, ia mencari buku itu dan menemukannya, ia menyembunyikannya 
dalam salah satu lengan bajunya. Ia berada di sana sampai Paus terbangun, baru 
ia meninggalkan tempat itu, dengan membawa buku tersebut. Walaupun begitu, 
setiap orang yang membaca tulisan St. Irenaeus ini tidak akan menemui 
petunjuk-petunjuk menyangkut Injil Barnabas dan juga tidak ada kritikan dalam 
bentuk apapun yang ditujukan kepada Rasul Paulus. 
Memang ada satu fakta yang dapat diketahui oleh setiap orang. Ada dituliskan 
dalam Kisah Para Rasul bahwa Barnabas sendiri bersama-sama dengan Paulus selama 
Paulus memberitakan Injil di Yerusalem, Antiokia, Ikonium, Listera dan Derbe. 
Barnabas juga memberitakan Injil bersama keponakannya di pulau Siprus. Ini 
menyatakan bahwa Barnabas adalah seorang yang percaya pada Injil salib yang 
diberitakan oleh Paulus, Markus dan Rasul-Rasul lainnya dan dapat disingkatkan 
dalam satu kalimat pendek: Al-Masih telah mati di kayu salib sebagai satu 
korban penebusan bagi dosa-dosa dunia dan bangkit kembali pada hari yang ketiga 
untuk pembenaran bagi setiap orang yang percaya. Karena Injil Barnabas 
menyangkali akan dasar kenyataan ini, maka buktinya pun sudah jelas bahwa kitab 
tersebut adalah satu pemalsuan. 
Beberapa sarjana beranggapan bahwa penulis Injil Barnabas ini adalah biarawan 
Marino sendiri, sesudah ia memeluk agama Islam dan dinamakan Musatafa 
Al-'Arandi. Sarjana-sarjana lainnya cenderung percaya bahwa versi Italia ini 
bukan copy yang pertama karena diterjemahkan dari bahasa Arab sebagai yang 
asli. Karena setiap orang yang membaca injil yang diduga sebagai Injil Barnabas 
dapat menyadari bahwa penulisnya memiliki satu pengetahuan Al Qur'an yang luas 
dan hampir seluruh isinya merupakan terjemahan secara hurufiah dari ayat-ayat 
Al Qur'an. Satu-satunya di antara yang pertama memeluk pandangan ini adalah Dr. 
White, di tahun 1784. 
  PENGARANGNYA: SEORANG KRISTEN YANG BERALIH MEMELUK AGAMA ISLAM  Apapun 
pandangan-pandangan para sarjana nantinya, yang pasti adalah bahwa buku ini 
mengkaitkan sejarah Al-Masih dalam suatu bentuk yang selaras dengan isi Al 
Qur'an dan bertentangan dengan isi Injil. Hal ini menuntun kita untuk meyakini, 
bahwa penulisnya adalah seorang Kristen yang kemudian memeluk agama Islam. 
Seperti yang kita lihat dalam beberapa contoh berikut ini, di mana terdapat 
suatu petunjuk yang melebih-lebihkan Muhammad di atas Al-Masih. Dituliskan 
bahwa Al-Masih berkata, "Dan ketika Aku telah paham kepadanya, jiwaku telah 
dipenuhi dengan penghiburan sembari berkata, 'Oh Muhammad, semoga Allah beserta 
engkau, dan mudah-mudahan Dia menjadikan Aku layak untuk membuka tali sepatumu 
karena mencapai ini, Aku akan menjadi seorang Nabi Besar dan orang kudus utusan 
Allah' " (Injil Barnabas 44 alinea 30-31). Juga dikatakan, "Dan Al-Masih 
berkata, walaupun Aku tidak layak membuka ikatan tali (sepatu) nya,
 Aku telah menerima anugerah dan karunia (Injil Barnabas 97 alinea 10). 
Buku ini berisikan ungkapan-ungkapan yang cocok dengan tulisan-tulisan Muslim 
kuno. "Al-Masih menjawab, 'Nama dari Messiah itu adalah 'Terpuji', karena Allah 
sendiri memberinya nama itu, ketika Dia menciptakan roh-Nya, dan menempatkannya 
dalam sebuah kemuliaan surgawi. Dan bersabda, 'Tunggulah Muhammad, karena demi 
engkau, Aku berkehendak menciptakan surga, dan dunia dan semua makhluk, yang 
aku serahkan kepadamu, sehingga siapa pun yang memberkati akan diberkati, dan 
siapa saja yang mengutuki engkau, akan dilaknat. Apabila Aku mengutus engkau ke 
dunia itu, Aku akan jadikan engkau sebagai PesuruhKu untuk keselamatan, dan 
perkataanmu akan benar, langit dan bumi akan hancur musnah namun kepercayaanmu 
(agamamu) tak akan pernah musnah. 'Muhammad, datanglah cepat-cepat untuk 
keselamatan dunia" (79 alinea 14-18). 
"Dan ketika Adam bangun dan berdiri ia suatu tulisan surya, yang berbunyi, 
'Hanya adalah Allah Maha Esa, dan Muhammad adalah pesuruh Allah Dalam pada itu 
Adam membuka mulutnya dan berkata, 'Aku berterima kasih padaMu, O Allah 
Tuhanku, bahwa Engkau telah sudi menciptakan daku, akan tetapi ceritakan 
kepadaku, aku mohon kepada Engkau, apa maksud amanat dari kata-kata ini, 
'Muhammad adalah Pesuruh Allah'". Allah menjawab: "Selamat datang, hambaKu 
Adam. Sesungguhnya Aku berkata padamu bahwa engkau adalah ciptaanKu yang 
pertama dari semua mahluk. Hal yang kamu lihat ini adalah anakmu yang datang 
kedunia kelak. Dia akan menjadi pesuruhKu yang mana telah Aku ciptakan baginya. 
Kalau ia datang, ia akan memberi terang kepada dunia, yang mana jiwanya telah 
ada di surga 6.000 tahun sebelum aku menciptakan semua. Adam menjawab: Oh, 
Tuhan berikanlah tulisan ini pada kuku jariku, dan Allah menuliskan tulisan 
pada jempol kanan Adam. Tiada illah lain kecuali Allah dan pada jempol kiri
 Muhammad adalah pesuruh Allah (39:14-26). 
"Allah mengundurkan diri, dan malaikat Mikhail mengusir mereka keluar dari 
taman firdaus. Ketika Adam menoleh ke belakang ia melihat tulisan dilantai. 
Tiada illah lain, selain Allah dan Muhammad adalah pesuruh Allah. Oleh sebab 
itu ia menangis dan berkata, semoga hal ini menjadi keridhaan Allah, Muhammad 
datanglah segera selamatkan kami dari kesengsaraan" (41 alinea 29-31). 
Pernyataan-pernyataan ini lebih sejalan baik dalam kata-kata maupun rohnya 
dengan tulisan-tulisan Muslim kuno, seperti "Al-Ithafat Al-Saniyya bil Ahadith 
Al-Qudusiyyah" dan "Al-Anwar Al-Muhammaddiyyah minal Mawahib Al-Laduniyyah" dan 
"Al Isra Mu'jiza Kubra, "dan lain-lainnya. 

  SANGAT BERTENTANGAN DENGAN INJIL KUDUS  Tak terbilang banyaknya bukti-bukti 
yang menunjukkan bahwa penulis Injil Barnabas ini tidak ada hubungannya sama 
sekali dengan para rasul Al-Masih, atau murid-murid-Nya yang menuliskan kitab 
mereka di bawah ilham Roh Kudus. Berikut ini beberapa bukti tentang hal itu. 
Bukti pertama adalah ketidak-tahuan penulisnya tentang ilmu bumi Palestina dan 
negara tempat terjadinya kisah-kisah yang bersifat agama ini. Dia berkata, 
"Al-Masih pergi ke laut Gelilea, dan naik ke dalam sebuah perahu berlayar ke 
kotanya Nazareth; dalam pada itu terjadi suatu topan di laut, sampai akhirnya 
perahu itu hampir tenggelam" (20 alinea 1-2). Sudah sama diketahui dengan baik 
bahwa Nazareth terletak di atas bukit di Gelilea dan bukan sebuah kota di 
pesisir pantai, seperti yang dikatakan penulis ini. Di bagian lainnya dia 
berkata, "Ingatlah bahwa Allah-telah mentaqdirkan untuk menghancurkan Nineveh, 
karena Dia tiada menjumpai seorang pun yang takut kepada Allah. Allah telah 
memanggil Nabi Yunus dan mengutusnya ke kota itu, tetapi dia telah melarikan 
diri ke Tarsus karena takut kepada penduduk itu, oleh sebab itu Allah 
menyebabkan dia dilemparkan ke dalam laut, lalu di telan oleh seekor ikan dan 
dilontarkan keluar dekat Nineveh" (63 alinea 4-7). Sudah diketemukan
 dengan baik bahwa kota Nineveh ini adalah ibu kota dari Kerajaan Asyur dan 
didirikan di atas jalur sebelah timur sungai Tigris, di atas satu pintu keluar 
(gerbang) yang dikenal dengan nama Al-Khirs. Sebab itu kota ini tidak terletak 
di daerah Timur Tengah, seperti yang dilaporkan penulis. 
Kedua, ketidak-pahaman penulis tentang sejarah kehidupan Al-Masih. Pada pasal 
ketiga dari Injil yang palsu ini, ada tertulis, "ketika Al-Masih lahir , 
Pilatus adalah Gubernur, sedangkan jabatan kepala agama dipegang oleh Annanias 
dan Caiphas" (3 alinea 2). Hal ini sama sekali tidak benar, karena Pilatus 
menjadi Gubernur dari tahun 26 sampai 36 Masehi. Sedangkan Annanias menjabat 
sebagai kepala agama pada tahun 6 Masehi dan Caiphas dari tahun 8-36 Masehi. 
Dalam pasal 142 dituliskan bahwa Messiah tidak akan datang dari keturunan Daud 
tetapi dari keturunan Ismail, dan bahwa Perjanjian itu diberikan kepada Ismail 
dan bukan kepada Ishaq (124:14). Ini merupakan kesalahan yang besar karena 
setiap orang yang membaca silsilah Al-Masih dalam Injil yang sejati (benar) 
akan melihat bahwa silsilah itu, menurut daging, Dia berasal dari keturunan 
Daud, dari suku Yehuda. 
Ketiga, pengarangnya memasukkan kisah-kisah yang sama sekali tidak berakar pada 
agama Kristen. Kutipan-kutipan berikut ini merupakan contoh dari kisah-kisah 
tersebut. "Lalu firman Allah kepada pengikut setan, 'Bertobatlah kamu dan 
bersyahadatlah kepada Aku karena Allah, Pencipta kalian.' Mereka menjawab, 
'Kami telah berpaling dari melaksanakan sujud kepada Engkau, karena Engkau 
tidak adil; hanya Satan adalah adil dan tak berdosa dan dia adalah Tuhan kami. 
'..Kemudian Satan, sambil pergi telah meludah pada tanah bumi itu, dan Malaikat 
Jibril mengangkatkan ludah itu beserta sedikit tanah, sehingga sekarang manusia 
mempunyai pusat pada perutnya" (35 alinea 25-27). 
"Al-Masih membalas, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Aku telah kasihan 
kepada syaithan, ketika Aku tahu tentang kejatuhannya; dan Aku kasihan kepada 
manusia yang digodanya kepada dosa. Karena itu Aku telah berdoa dan puasa 
kepada Allah kita yang berbicara kepadaKu dengan perantaraan MalaikatNya 
Jibril, "apakah tuntutan engkau O Al-Masih, dan apakah permohonan Engkau?" Aku 
menjawab, Allah, Engkau mengetahui tentang dosa yang disebabkan syaithan dan 
lewat godaan-godaannya yang banyak yang binasa, dia adalah ciptaanMu karena itu 
Aku mohon ampunilah mereka. Ya Tuhan Allah menjawab, 'Al-Masih perhatikanlah, 
Aku mau mengampuni dia, hanya kalau dia berkata, Allah Tuhanku, aku telah 
berdosa, berilah ampunan kepadaku, dan Aku akan mengampuni dia dan 
mengembalikannya kepada kedudukannya semula. Kata Al-Masih, ketika aku 
mendengar ini, aku sangat gembira percayalah bahwa aku telah membuat perdamaian 
ini. Karena itu aku memanggil syaithan, dan dia bertanya "Apa yang harus aku
 perbuat untukmu, O Al-Masih? Aku menjawab, 'Engkau akan melakukannya untuk 
dirimu sendiri, O syaithan, karena aku tidak senang terhadap perbuatanmu, 
tetapi untuk kebaikanmu telah aku panggil engkau. 'Syaithan membalas, 'Jika 
kamu tidak berkeinginan kepada bantuanku aku juga tidak menginginkan bantuanmu; 
karena aku lebih mulia dari pada kamu, kamu tidak layak untuk melayani aku, 
kamu adalah dari debu sedangkan aku adalah roh" ( 51 alinea 4-20). 
Tidak ada orang yang berpikiran sehat dapat percaya bahwa kisah tahyul ini 
berasal dari Injil yang diilhami Allah. Pertama, karena Allah tidak berkenan 
kepada syaithan ketika syaithan jatuh dan dibuang dari hadiratNya. Hal ini juga 
tidak sejalan dengan kesucian Allah yang illahi itu untuk membicarakan 
perdamaian dengan syaithan. Kedua, sejak mulanya Al-Masih telah masuk dalam 
peperangan dengan sikap tak pernah mengalah dengan syaithan. Alkitab berkata, 
"Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis (syaithan), sebab 
Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya 
supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (I Yohanes 3:8). Ketiga, 
dalam peperangannya dengan Al-Masih, syaithan tidak berani berkata bahwa dia 
lebih hebat dari Al-Masih. Sebaliknya, di tengah-tengah orang banyak di 
Kapernaum ketika ia diperintahkan untuk keluar dari seseorang, dengan suara 
keras ia berseru, "Hai Engkau, Al-Masih orang Nazaret, apa urusanMu dengan
 kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau; Yang 
Kudus dari Allah" (Lukas 4:34). 
Dengan demikian sudah ada satu kepastian yang mutlak bahwa penulis Injil 
Barnabas ini adalah seorang Muslim. Setiap orang yang membaca Injil Barnabas 
ini dengan teliti akan menemukan banyak sekali ajaran-ajaran Islam di dalamnya. 
Pertama, kitab ini berisikan suatu kisah keserupaan dengan Al-Masih. Pada pasal 
112 dikatakan. "Ketahuilah, O Barnabas, bukan karena inilah aku harus 
berhati-hati salah seorang muridku akan mengkhianati aku dengan 30 keping perak 
untuk selanjutnya aku yakin bahwa orang yang akan menjual aku akan terbunuh 
dengan namaku, karena Allah akan mengangkat aku dari ini, dan akan mengubah 
rupa pengkhianat itu sedemikian rupa sehingga setiap orang akan percaya dia 
apabila dia mati dia akan alami suatu kematian yang buruk, aku akan tetap dalam 
noda beberapa lama waktu di dalam dunia ini. Akan tetapi apabila Muhammad 
Pesuruh suci Allah itu, datang nama buruk itu akan diangkatkan" (112 alinea 
13-17). Kisah ini cocok sekali dengan pengajaran Islam pada abad
 pertengahan. Kedua, ada satu pendapat yang kuat bahwa Alkitab telah 
diselewengkan. Dalam pasal l12 dikutipkan seolah-olah Al-Masih sedang berkata, 
"Sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa sekiranya kebenaran itu belum 
dihapuskan dari kitab Musa, Allah tak kan memberikan kepada Daud bapak kita, 
Kitab yang kedua. Dan jikalau kitab Daud itu belum dicemarkan, Allah tidak akan 
menyerahkan Injil kepadaku, mengingat bahwa Allah Tuhan kita tidak 
berubah-ubah, berbicara satu amanah untuk seluruh manusia. Oleh sebab itu 
bilamana Pesuruh Allah itu akan datang, dia akan datang untuk memurnikan 
kembali hal-hal yang telah mencemarkan Kitabku yang telah dilakukan oleh 
orang-orang tak beriman" (124 alinea 8-10). 
Pernyataan ini merupakan satu hujatan terhadap keabsahan Alkitab, dan tidak 
mungkin berasal dari Al-Masih, yang berfirman, "Langit dan bumi akan berlalu, 
tetapi perkataanKu tidak akan berlalu" (Matius 24:35). 

  INJIL BARNABAS ADALAH KESAKSIAN PALSU TERHADAP AL QUR'AN  Dari mulanya sudah 
saya tegaskan bahwa kitab yang dihubungkan dengan Barnabas adalah satu 
kesaksian palsu terhadap Injil karena keseluruhan isinya bertentangan dengan 
Injil. Dibawah ini saya ketengahkan beberapa bagian yang terdapat dalam Injil 
yang palsu itu, yang juga pada gilirannya merupakan satu kesaksian palsu 
terhadap Al Qur'an: 

   Maka Yusuf berangkat dari Nazareth, suatu kota di daerah Galelee, dengan 
Maryam isterinya yang sedang hamil, .... agar dia dapat mendaftarkan nama 
sesuai dekrit Caesar. Setelah Yusuf sampai di Bethlehem, karena kotanya kecil, 
dan sejumlah besar mereka merasa asing di sana, dia tiada menemukan tempat, 
oleh karena itu ia mengambil penginapan di luar kota pada sebuah pemondokan 
yang dibuat untuk tempat berteduh penggembala. Sementara Yusuf bertempat 
tinggal di sana, genaplah waktunya bagi Maryam untuk melahirkan. Perawan itu 
dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa, seraya melahirkan puteranya 
tanpa sakit" (3 alinea 5-10). Sedangkan isi Al Qur'an membenarkan bahwa Maryam 
merasakan kesakitan melahirkan seperti wanita lain umumnya, karena dikatakan: 
"Kemudian Maryam mengandungnya, lalu ia berpindah ke tempat yang jauh. Lalu ia 
berlindung ke pohon korma, karena sakit melahirkan anak, ia berkata: 'Aduhai 
kiranya, matilah aku sebelum ini dan adalah aku lupa yang
 dilupakan'" (Surat Maryam 22-23). 
   "Celaka kepada dunia ini, karena hal itu pasti akan mengalami siksaan abadi. 
Oh umat manusia bedebah, karena Allah telah memilih kamu sebagai seorang anak, 
dan menempatkan engkau di firdaus, dalam pada itu engkau, O orang celaka oleh 
gerakan syaithan telah termasuk ke dalam hal yang tidak diridhai Allah dan 
telah terlontar keluar jannah.." (102 alinea 18-19). Sedangkan Al Qur'an 
memandang kepercayaan kepada ke-bapa-an Allah sebagai satu penghujatan, dan 
layak mendapatkan hukuman dalam neraka. Ia menyuarakan sebagai peringatan 
kepada "orang-orang yang mengatakan: Allah itu mempunyai anak" (Surat Al-Kahfi 
4-5). 
   "Hendaklah seorang lelaki puas dengan seorang wanita yang dikaruniakan Allah 
baginya dan hendaklah dia melupakan wanita lainnya (116.18)". Sedangkan Al 
Qur'an mengajarkan poligami (dapat beristeri lebih dari satu orang) dengan 
berkata, "kawinilah bagimu perempuan-perempuan yang baik bagimu, berdua, 
bertiga atau berempat orang. Tetapi jika kamu takut, bahwa tiada akan berlaku 
adil maka kawinilah seorang saja," (Surat Al-Nisa' 3). 
   Ketika "Allah menciptakan manusia dengan kebebasan agar dia boleh mengetahui 
bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, sama seperti seorang Raja yang kebebasan 
kepada hamba-hambaNya untuk menunjukkan kemurahanNya supaya hamba-hambaNya 
lebih mencintaiNya maha kuasaanNya, ...." (155 alinea 13). Hal ini bertentangan 
dengan Al Qur'an yang mengatakan: "Tiap-tiap manusia Kami ikatkan usahanya 
(amalnya) masing-masing kedudukanya" (Surat Al-Isra' 13). Tafsir Al-Jalalayn, 
dengan mengutip Muhajid sebagai sumber pendukung, menjelaskan ayat ini 
demikian: "Tidak seorangpun yang di lahirkan tanpa selembar kertas yang 
diikatkan pada lehernya dan bertuliskan apakah ia susah atau bahagia." 
   "Kemudian Pesuruh Allah itu akan berkata, O Allah, ada diantara orang-orang 
yang beriman yang telah berada dalam neraka 70.000 tahun. O Allah, dimana 
gerangan ampunan Engkau? Hamba mohon kepada Engkau, Allah, untuk membebaskan 
mereka dari azab-azab pedih itu. Lalu Allah memerintahkan 4 Malaikat kesayangan 
Allah supaya mereka pergi ke neraka dan mengeluarkan setiap orang yang telah 
menganut aqidah Pesuruh-Nya dan memimpin ke dalam surga" (137 alinea 1-4). Ayat 
ini bertentangan dengan Al Qur'an yang sama sekali menyangkal akan permohonan 
ampun, karena dikatakan: "Sesungguhnya Allah mengutuki orang-orang yang kafir 
dan menyediakan untuk mereka api yang bernyala-nyala (neraka). Sedang mereka 
kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tiada memperoleh wali dan tiada pula 
penolong" (Surat Al- Ahzab 64-65). 
   "Al-Masih mengaku dan mengatakan kebenaran, 'Aku bukan Messiah itu'. Mereka 
berkata, 'Apakah kamu Eliyah atau Yeremiah, atau salah seorang di antara 
Nabi-nabi dulu?' Al-Masih menjawab, 'Tidak.' Lalu kata mereka, 'Siapakah kamu? 
Katakanlah supaya kami boleh memberikan kesaksian kepada orang yang diutus 
kepada kami?' Al-Masih berkata, 'Aku adalah suatu suara yang berseru melalui 
seluruh Yudea, dan berteriak, 'Persiapkan olehmu jalan untuk Pesuruh Allah 
itu'" (42 alinea 5:11). Al Qur'an berkata: "(Ingatlah) ketika malaikat berkata, 
'Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan 
kalimat dari pada-Nya (yakni seorang anak), namanya Almasih 'Isa anak Maryam, 
yang mempunyai kebesaran di dunia dan akhirat dan termasuk orang-orang yang 
dekat kepada Tuhan" (A.Surat Ali Imran 45). Masih adakah, dalam kenyataannya, 
satu kesaksian palsu yang menentang Injil dan Al Qur'an dari pada Injil 
Barnabas ini? Masihkah ada seorang Muslim yang mempercayai pemalsuan
 ini bahwa Mesias itu adalah Muhammad anak Abdullah dan bukan Al-Masih anak 
Maryam? 
 BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN KARENA MEREKA AKAN 
DIPUASKAN. [Mat 5:6]

Salam,
Rudy P
Sumber : http://www.the-good-way.com/inz/article/r4030et0.htm
 
niesby sabakingkin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Coba deh, sitir ayat-ayat di Injil Barnabas tentang Tuhan dan Yesus. Jangan 
surat-surat lainnya, karena selain Barnabas, isinya sudah dimodifikasi, bukan 
asli firman Tuhan, gitu loh.
   
  Kalau Yesus anak Allah, Daud anak Allah, setuju saja dari sudut spiritual, 
karena terus terang, jujur saja, saya juga bercita-cita menjadi anak Allah lho, 
cuma belum berhasil karena keislaman saya masih nol atau bahkan minus.
  

Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        YESUS YANG DISEBUT SEBAGAI TUHAN DAN ALLAH
  Yesus adalah suatu pribadi yang sangat unik, karena sejak Ia dilahirkan 
sampai wafat-Nya menjadi bahan pembicaraan yang tidak pernah habis. Ada orang 
yang dibingungkan oleh nama Yesus, ada yang terhibur dan mempunyai pengharapan 
di dalam nama Yesus ada pula ynag marah dan membenci nama Yesus.
  Nama yang unik ini sangat menari untuk kita bahas. Yesus memang seratus 
persen manusia, dari ujung rambut sampai ujung kaki adalah manusia. Dilahirkan 
dari seorang ibu yang juga manusia, sehingga Yesus juga disebut Anak Manusia. 
Yesus juga disebut orang Yahudi, dengan bapa leluhurnya Daud, sehingga Ia juga 
disebut Anak Daud.
  Yang makan karena lapar, yang minum karena haus, yang  istirahat waktu letih, 
yang berdoa waktu gelisah, yang berseru Eloi Eloi lama sabakhtani dan yang mati 
di kayu salib adalah manusia Yesus.
  Untuk memahinya kita harus tahu prinsip dasar tentang wujud Allah yang 
seperti telah disinggung di atas, dan berdasarkan ayat ayat di dalam Alkitab 
menjelaskan:
      
      Tuhan itu Roh

        "Sebab Tuhan adalah Roh dan dimana ada Roh Allah, disitu ada 
kemerdekaan"
  (2 Korintus 3 : 17)
      
      Tuhan itu Allah

        "Dengarlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa"
  (Ulangan 6 : 4)
      
      Allah itu roh - hakikat ini diajari oleh Hazrat 'Isa sendiri

        "Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia harus menyembah-Nya 
dalam Roh dan kebenaran" 
  (Yohanes 4 : 24)
  Lalu Tuhan yang Roh itu ada di mana?
  Tuhan yang Roh itu ada di dalam diri Yesus Kristus, berfirman dan melakukan 
pekerjaan Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Yesus:
  "Percayalah kepada-Ku bahwa Bapa di dalam Aku. Apa yang Aku katakan bukan 
dari diriku sendiri tetapi Bapa yang dian  di dalam Aku. Dialah yang melakukan 
pekerjaan Nya". 
  (Yohanes 14 : 10)
  Berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa Yesus disebut Tuhan karena Tuhan yang 
Roh itu diam di dalam Yesus berfirman dan melakukan pekerjaan-Nya. Ayat lain 
juga mengatakan:
  "kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, katamu tepat sebab memang Akulah Guru dan 
Tuhan"
  (Yohanes 13 : 13)
  disamping Yesus disebut Tuhan juga Dia disebut Allah, mari kita buka dan baca 
(Alkitab kita didalam Yesaya 9 : 5)
  "Seorang anak akan lahir untuk kita, seorang putera akan diberikan untuk 
kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebut  orang:
      
      Penasehat Ajaib  
      Allah yang Perkasa  
      Bapa yang Kekal  
      Raja Damai

  Yesaya,adalah seorang nabi yang hidup tujuh ratus tahun sebelum Yesus lahir, 
telah menuliskan Firman Tuhan, yang bernubuat akan lahirnya seorang anak bagi 
manusia yaitu Yesus Kristus. Allah yang Perkasa itu, yang menjadikan langit dan 
bumi beserta isinya juga Allah yang menyelamatkan, yang disebut Juruselamat 
seperti ada tertulis:
      "… Bukankah Aku ini TUHAN ? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain 
dari pada-Ku! Allah yang Adil dan Juruselamat, tidak ada yang kecuali Aku".
  (Yesaya 45 : 21b)
  Yesus adalah  Allah yang Perkasa, Allah yang Adil dan Juruselamat. Allah yang 
Roh itu diam di dalam diri manusia Yesus yang telah lahir dua ribu tahun yang 
lalu, karena Dia Allah maka sanggup melakukan apa yang tidak sanggup dilakukan 
oleh manusia.
  Dua ribu tahun yang lalu, Yesus yang adalah Sang Juruselamat itu, telah 
mengajarkan tentang jalan keselamatan kepada manusia dan bagaimana cara untuk 
memperoleh keselamatan dan hidup kekal di kerajaan surga, tetapi Yesus telah 
dipersalahkan oleh orang Yahudi hingga berahir dengan kematian-Nya di kayu 
salib, yang mati dalam keadaann-Nya sebagai manusia.
  Dia mati bukan sebagai Allah tetapi sebagai manusia seperti ada tertulis:
      "Sebab juga Kristus telah mati sekali utnuk segala dosa kita, Ia yang 
benar untuk orang  orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; 
Ia, yang tela dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah 
dibangkitkan menurut Roh".
  (1 Petrus 3 : 18)
  Yesus telah dipersalahkan oleh orang orang Yahudi karena (walaupun Dia tidak 
mungkin melakukan kesalahan), karena Dia menyatakan diri-Nya sebagai Anak 
Allah, Firman Allah dan Juruselamat, maka pernyataan inilah yang dianggap oleh 
orang Yahudi,dan ahli taurat merupakan penghujatan yang besar karena Yesus 
telah menyamakan diri-Nya dengan Allah..
  Di depan Yesus orang Yahudi berkata:
      "… Engkau menghujat Allah, karena Engkau, sekalipun hanya manusia saja, 
menyamakan diri-Mu dengan Allah".
  (Yohanes 10 : 33)
  Atas tuduhan itu Yesus menjawab:
      "tidakkah tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman kamu 
adalah Allah. Jika mereka, kepada siapa firman itu disampaikan disebut Allah 
sedang kita suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang 
dikuduskan oleh Bapa dan yang diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat 
Allah! …." (Yohanes 10: 34-36)
  "Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah Allah"
  (Mazmur 82 : 6)
  Dan ayat ini yang menjelaskan kematian Yesus sebagai manusia:
      "Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti seorang pembesar  kamu 
akan tewas."
  (Mazur 82 : 7)
  Lebih jelas lagi Alkitab menjelaskan siapa Yesus yang sesungguhnya.
  Yesus itu Allah
  Pada mulanya adalah FIRMAN …………………
  ………………………… FIRMAN itu bersama sama dengan ALLAH
  ………………………… FIRMAN itu adalah ……………….. ALLAH (Yoh. 1:1)
  dan Yohanes 4 : 24 menyatakan: ALLAH itu Roh …………
           FIRMAN itu, yang adalah ALLAH itu, Roh itu.
  Telah menjadi manusia :
      "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, 
  dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,…."
  (Yohanes 1 : 14)
  Maka Yesus berkata:
      "Percayalah kepada-Ku bahwa Bapa,(Allah red.) Diam di dalam Aku, apa yang 
Aku katakan bukan dari diri-Ku sendiri tetapi Bapa yang diam di dalam Aku. 
Dialah yang melakukan  pekerjaan-Nya.
  (Yohanes 14 : 10)
  dan Ia berkata:
      "Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya 
ialah:"Firman Allah"
  (Wahyu 19 : 13)



niesby sabakingkin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      Kalau Yesus itu Allah, lha 
Allah itu apa dan siapa? Kalau Allah adalah Tuhan dan Yesus juga Tuhan, lantas, 
apa arti Ketuhanan Yang  Maha Esa? Bingung aku jadinya. Mana sih yang salah, 
Pancasila atau pemuja Yesus?

Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
       "Satu-satunya Manusia Yang Paling Unik di Alam Jagad ini"...

Seorang yang baru membelot menanyakan kepada seorang Penginjil tentang imannya 
yang baru, "Sungguhkah Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju surga dan 
Allah?". Aku khawatir kalau-kalau pembelotanku sia-sia ! 
Bagaimana perasaan mereka yang meyakini hal yang sebaliknya ?

Disinilah letaknya, "iman kita diuji".  Siapapun dia, kalau dia adalah pengikut 
Yesus yang setia, walaupun hanya berdasarkan tinjauan secara Alkitabiah dan 
keunikan-Nya serta pengalaman  imannya dengan Yesus, secara tegas dan pasti ia 
akan menjawab, "Bahwa Dia lah satu-satunya jalan"
Yesus adalah Pribadi yang tak tertandingi dalam sejarah -- Saat ini Dia berseru 
kepada kita untuk mempercayakan kehidupan kita kepada-Nya.

Yesus Kristus adalah: 
Unik dalam hakikat: Dia adalah Allah sekaligus manusia (Yohanes 10:30). Unik 
dalam nubuatan: Tak ada kehidupan pemimpin lain yang dinubuatkan dengan begitu 
jelas dan akurat (Mikha 5:2). Unik dalam misi: Hanya Yesus yang datang untuk 
menyelamatkan kita dari dosa (Matius 1:21). Unik dalam kelahiran: Hanya Yesus 
yang dilahirkan dari seorang perawan (Matius 1:23). Unik dalam kemampuan: Hanya 
Yesus yang memiliki kuasa mengampuni dosa (Markus 2:10). Unik dalam keberadaan: 
Yesus telah ada sebelum permulaan zaman (Yohanes 1:1,2). Unik dalam kedudukan: 
Tak seorang pun setara dengan Allah (Filipi 2:5,6). Unik dalam pemerintahan: 
Hanya Yesus yang memerintah selamanya (Ibrani 1:8). 

Dalam sejarah didunia ini, dimanapun dan kapanpun tak seorang pun yang seperti 
Yesus. Hanya Dia satu-satunya yang berhak mendapatkan kepercayaan kita, dan 
hanya Dialah jalan satu-satunya menuju Allah dan sorga !!! 



Bacaan :

Filipi 2:5-11
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang 
terdapat juga dalam Kristus Yesus, 
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah 
itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang 
hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat 
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya 
nama di atas segala nama, 
2:10 supaya dalam nama  Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang 
ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan 
Allah, Bapa!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    
---------------------------------
  Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.   




  
  
---------------------------------
  8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.  


    
---------------------------------
  Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when.   




        

---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
  in the all-new Yahoo! Mail Beta. 
     
                       

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke