Refleksi: Yang terima sedkit mengakui, tetapi yang terima jumlah besar rujuk? Tak apa itu berkat Illahi.
http://www.kaltengpos.com/berita/index.asp?Berita=utama&id=27797 Selasa, 29 Mei 2007 Hasyim Terima Rp10 Juta BANJARMASIN - Hasyim Muzadi, salah satu kandidat wakil presiden pada Pemilu 2004 lalu, mengaku telah menerima aliran dana non bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Hasyim yang kala itu berpasangan dengan Megawati Soekarno Puteri, mengaku dikasih Rp 10 juta saat mampir di DKP. "Kala itu kan saya mampir di sana dan dikasih Rp 10 juta, Alhamdulillah dong dikasih," ujarnya, saat menghadiri Konferwil NU Kalsel di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, kemarin. Hasyim mengungkapkan, dana tersebut diterimanya sebelum pilpres atas namanya pribadi, bukan atas nama lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. "Langsung saya terima atas nama Hasyim Muzadi karena mampir di rumah saya," katanya dengan nada sewot. Sayangnya, Ketua Umum PBNU ini berusaha menghindar dari wartawan saat ditanya lebih jauh seputar pencairan dana itu dan penggunaannya. "Sejak awal saya tidak ikut-ikutan memberikan komentar ketika persoalan dana DKP mejadi polemik di media massa. Buktinya, saat ribut-ribut saya tidak ikut komentar, dan sekarang saya juga tidak ingin berkomentar," katanya. Menyingung soal aliran dana asing yang mengalir kepada tim sukses kandidat pasangan presiden dan wakil presiden, Hasyim tampaknya enggan berkomentar banyak. "Kok tanya saya, itu kan bukan urusan NU, tapi urusan intelijen untuk menyelidikinya. Saya nggak tahu soal bantuan asing itu," ketusnya seraya berlalu. Seperti diketahui, soal aliran dana asing itu memang sempat mencuat ke permukaan, sebagai buntut kasus aliran dana nonbujeter DKP yang menyeret keterlibatan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Sejumlah tokoh nasional dan para mantan capres-cawapres dalam Pemilu 2004 lalu disebut-sebut sebagai pihak yang menerima dana DKP. Dari sejumlah tokoh itu, ada yang mengaku, ada yang membantah. Di antara yang mengaku adalah Amien Rais. Bahkan, dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan ada pasangan capres-cawapres yang menerima dana kampanye dari Washington.(sga/jpnn) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
