Asing Kuasai Bisnis Petrokimia                        Sabtu, 02 Juni 
2007     JAKARTA (BP) - Investor asing hampir   semuanya menguasai sendi-sendi 
perekonomian. Untuk industri petrokimia misalnya,   mayoritas dimiliki investor 
mancanegara. Padahal, industri petrokimia di   Indonesia masih menghadapi 
kesulitan pasokan bahan baku ethylene.   “Dari 20-an perusahaan petrokimia, 
hanya empat yang dimiliki lokal,   selebihnya Filipina, Taiwan, dan Korea,” 
ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris   di Jakarta kemarin. Menurutnya, 
peralihan kepemilikan tersebut terjadi saat   krisis antara 1999 hingga 2000. 
Itu mengindikasikan belum optimalnya kinerja di   pasar modal.
  
Akibatnya, lanjut dia, banyak perusahaan strategis di Indonesia yang   dikuasai 
pemilik modal dari luar negeri. Menurut Fahmi, perpindahan kepemilikan   
tersebut akibat kebijakan yang belum ramah terhadap sektor riil. Selama ini,   
pasar modal belum menjadi pilihan pendanaan yang strategis.
  
Di sisi lain, perbankan belum mengeluarkan kebijakan yang mendukung penuh   
ekspansi kredit ke dunia usaha. “Jika belum ada kebijakan strategis,   
perusahaan-perusahaan kita yang strategis akan berpindah ke pemilik modal dari  
 luar,” terangnya.
  
Sekjen Asosiasi Industri Plastik dan Olefin Indonesia (Inaplas) Budi   Susanto 
Sadiman mengatakan dikuasainya industri petrokimia di dalam negeri   karena 
kurangnya investasi. Sejak gelombang investasi industri petrokimia pada   1995, 
kebutuhan bahan baku ethylene hanya 600 ribu ton per tahun dengan   kapasitas 
produksi 2 juta ton. “Sekarang kebutuhannya sudah 2,4 juta ton, tapi   
kapasitas produksi tetap,” tuturnya.
  
Kata dia, kebutuhan investasi industri ptrokimia sangat besar, tetapi   belum 
diimbangi kucuran kredit dari perbankan. Untuk itu, dia berharap perbankan   
mau meningkatkan intermediasinya. Sebab, hingga 2015 industri petrokimia   
membutuhkan investasi baru 15 miliar dolar AS untuk pembangunan pabrik, 5 
miliar   dolar AS  untuk industri hilir, dan 5 miliar dolar AS  untuk 
infrastruktur.   “Setidaknya butuh 25 miliar dolar AS  untuk membangun industri 
petrokimia   berkonsep cluster,” jelasnya.(jp
    

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
  Jl. Gabus. No. 39 
  Tangkerang Barat
  Pekanbaru - Riau
  Telp : +62812 680 3467
Fax  : +62761 22545

   

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke