Kemarin, Sabtu 2 Juni, di Jakarta, Presiden SBY minta kepada para guru untuk mencegah generasi muda memuja kebebasan tanpa batas. Sorenya, di Solo, Wapres JK bilang ke Persatuan Guru RI bahwa amanat UUD soal anggaran pendidikan yang 20% APBN itu sulit diwujudkan.
Dari dua pernyataan ini saja dengan mudah kita melihat fakta objektif tentang siapa sesungguhnya yang memuja kebebasan tanpa batas dalam mengangkangi hukum. Benar sekali. Sudah barang tentu yang (antara lain) memboroskan uang rakyat untuk merusak halaman Istana Bogor dengan landasan heli sambil pelit menyediakan anggaran pendidikan sesuai perintah undang-undang! Ditambah kekacauan masalah tanah yang berbuntut penembakan terhadap rakyat Pasuruan, rasanya kita harus mulai keras kepala menghadapi tindakan-tindakan anarkis pemerintah. Tunjukkan bahwa proklamasi kita cuma memberi tempat pada kebebasan yang demokratis, bukan yang minoritas absolut. Berhentilah menyanyikan "My Way" secara konservatif ala Frank Sinatra. Mulailah nyanyikan lagu itu dengan aransemen anti-kemapanan ala Sex Pistols. and now, the end is near..... From: "Sitogog" <[EMAIL PROTECTED]> : ......dan ada pepatah yg bunyinya sbb:" AWAK YG TAK PANDAI : MENARI - DIKATAKAN LAINTAILAH YG BERJUNGKAT " : Terus2an bikin Geli dan Aneh yah ...... Kok malah jadi Pers yg : disalahin dan suruh BUNGKEM......... : : = J.KALLA sbg Pakar (Monkey) Business ééhh ..maaf maksudnya Pakar : Dunia Businesss dan sekali Gus sbg orang No.2 di Republik ini - KOK : masih belum sadar juga bhw Dalam jaman NUCLEAR dan REVOLUSI : KOMUNIKASI dan SATELIT ini - sudah tidak ada lagi yg bisa : dirahasiakan. Bahkan Dapurnya J.Kalla pun bisa dikuntit oleh para : Intejent Service dari Washington .... : : = Jadi ingat lagunya Everly Brothers : Dream - dream - dream...... : and I found You ...... .............and so Mr.JK keeps on dreaming : ........... : : : -------Original Message------- : From: dipo : : Terasa ada yang aneh seminggu ini waktu di pelosok negeri orang : bergosip ria tentang Wakil Presiden Jusuf Kalla yang baru pulang : dari Jepang. Rupanya pak wapres membawa oleh-oleh berupa imbauan : agar pers tidak lagi memberitakan aneka demonstrasi di Indonesia. : Berita demonstrasi bikin takut calon investor Jepang, begitu konon : katanya. : : Aneh, karena orang Jepang di Indonesia pasti berkirim kabar selalu : dengan saudaranya di kampung halaman sana. Juga, orang Jepang di : sana bisa saja dapat berita demo dari NHK atau CNN. : : Lagipula, belum tentu para pengusaha Jepang gemetaran membaca berita : demonstrasi di Indonesia, apalagi yang disebut-sebut sebagai contoh : cuma berita demo Hari Buruh tahun lalu yang kebetulan rusuh di : Jakarta. Contoh itu tentunya sudah kelewat daluwarsa. Basi. Kalaupun : betul para pengusaha Jepang gemetaran di depan JK, tetap saja aneh. : Sebab, JK terhitung orang yang sudah cukup dewasa untuk bisa membela : diri (dan bangsanya) dengan menyodorkan bukti peringatan Hari Buruh : tahun ini, di mana JK sendiri berterimakasih kepada demonstran : se-Indonesia yang memperingati Hari Buruh dengan takzim dan damai. : Atau barangkali sudah terlalu tua dia untuk mengingat apa yang : dikerjakannya sebulan yang lalu? : : Entahlah. Yang jelas imbauan berbau larangan itu membuktikan : besarnya kemauan JK untuk solider kepada sesama pengusaha di Jepang, : sekaligus kuatnya tekad untuk menekan rakyat Indonesia yang sedang : memperjuangkan hak-haknya. Jangan salahkan para penggosip kalau : mereka menoleh pada realita klasik tentang pemerintah yang sangat : proaktif mengurusi kepentingan pemodal asing, kecuali seputar : liarnya pungutan resmi (pajak) dan resminya pungutan-pungutan liar. : : Kalau pemerintah begitu mempropagandakan investasi asing sebagai : sektor andalan untuk menyejahterakan rakyat, maka sudah seharusnya : pemerintah juga berkepentingan menjaga tercapainya kesejahteraan : rakyat melalui sektor andalannya itu. Dengan membiarkan liarnya : pungutan resmi dan resminya pungutan liar, berarti pemerintah : memfasilitasi iklim investasi dengan tata-tertib yang serba kacau. : Sedangkan yang namanya kekacauan, jelas bertentangan dengan : keteraturan. Anarki. Dan yang membiarkan terjadinya anarki, sudah : barang pasti masuk ke dalam golongan anarkis! : : Jadi, jelas dan gamblang di sini bahwa bukan, sekali lagi, bukan : kerusuhan Hari Buruh 2006 itu yang anarki. Kerusuhan itu hanyalah : akibat; hanya pucuk persoalan. Sedangkan akar masalahnya ada di : undang-undang ketenagakerjaan yang kacau karena melecehkan : peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Siapa pembuat undang-undang di : negeri ini, setiap anak SD pasti tahu. : : Begitu juga dengan tidak tercapainya kesejahteraan rakyat melalui : investasi asing, jelas merupakan akibat dari anarkisme berwajah : ketidakseriusannya pemerintah membereskan korupsi dan pungutan liar. : Anarkisme dalam tertib administrasi, operasional, serta ongkos : produksi. : : Tetapi harus diakui juga bahwa anarkisme di sektor investasi bukan : satu-satunya sumber penderitaan rakyat. Dari riwayat panjang : penderitaan rakyat, bisa ditelusuri berbagai anarkisme yang : mengacaukan kehidupan rakyat sehingga lenyaplah kesempatan rakyat : untuk keluar dari kesengsaraan. Tentu saja kekacauan di berbagai : sektor kehidupan itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari : kebijakan-kebijakan pemerintah. Di samping karena banyak kebijakan : yang tidak berpihak kepada rakyat, juga karena pemerintah sering : tidak disiplin menjalankan kebijakan-kebijakan yang dibuatnya : sendiri. : : Dari sini semakin jelas pemandangan kita bahwa kekacauan / anarkisme : yang dibuat pemerintahlah sesungguhnya yang menjadi sumber utama : penderitaan rakyat. Anarkisme pemerintahlah yang mengacaukan : kehidupan rakyat dan menghapus kemungkinan rakyat untuk berdaulat : atas kehidupannya sendiri. : : Sebut saja mulai dari kekacauan yang sederhana seperti pengurusan : surat-surat identitas (akte kelahiran, KTP, dll). Lalu, kekacauan : yang menimbulkan airmata, darah, bahkan hilangnya nyawa seperti : penggusuran; kenaikan harga; ujian nasional dsb. Tak ketinggalan, : kekacauan yang merusak tatanan bernegara seperti, bisnis pejabat : (dan keluarganya); BLBI; maupun penanganan bencana & konflik di mana : pemerintah sering datang terlambat tapi pulangnya duluan dan tidak : muncul-muncul lagi sampai saatnya merayakan ultah bencana. : : Belum lagi skandal dana kampanye capres barusan. Selain skandalnya : anarkis terhadap demokratisasi, tindakan SBY yang mengumumkan : dirinya kena fitnah tapi tidak memperkarakan si pemfitnah, merupakan : gambaran telak betapa kacau dan bingungnya pemerintah dalam : berhukum. : : : : : : [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
