Kelompok Advokasi Riau
Bambang Aswandi SE
--------insert-------- Dukungan untuk Taman Nasional Zamrud Terus Mengalir
Siak Tunggu Kejelasan Bad
---------------------------------
Kabupaten Siak sebagai daerah otonomi tidak mau hutannya terus
diluluhlantakkan. Terilhami oleh keinginan untuk menyelamatkan kawasan hutan di
daerahnya, Bupati Siak H Arwin AS, SH telah berkirim surat kepada Mentri
Kehutanan RI, bermohon agar Kawasan Hutan Suaka Marga Satwa Danau Pulau Besar
dan Danau Bawah ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional. Surat Bupati
itu dikirimkan 9 Juli 2005 lalu, hingga saat ini aneka lobi masih dilakukan,
sementara hutan Zamrud terus menanti perhatian, agar tidak semakin terluka dan
tercabik-cabik. Tak hanya pemerintah Kabupaten Siak, pihak swasta pun ikut
ambil bagian dalam upaya penyelamatan hutan itu. Balai Konservasi Sumber Daya
Alam Riau (BKSDA) dan Dinas Kehutanan Provinsi Riau, serta empat perusahaan
yang ada di sekitar Suaka Marga Satwa juga mulai memberikan dukungan penuh
dengan merelakan sebagian areal mereka untuk dijadikan kawasan penyangga hutan
dimaksud. PT Arara Abadi, PT RAPP, PT Ekawana Lestaridharma dan PT
Nasional Timber Forest Produk bahkan sudah punya komitmen dengan Pemkab Siak
untuk meningkatkan status kawasan itu menjadi Taman Nasional dengan tujuan
berbagai persoalan dan kesalahan yang pernah terjadi bisa diminimalisir sebagai
bentuk kepedulian pada kelestarian alam. Artinya tidak ada lagi persoalan
yang bisa mementahkan keinginan Kabupaten Siak sebagai daerah otonomi untuk
terlibat aktif dalam pengelolaan hutan dimaksud sebab saat ini, lampu hijau
sudah datang dari berbagai pihak. Hanya saja kelanjutan dari surat Siak yang
dikirim ke pusat dua tahun lalu belum ada tindak lanjutnya. Asisten I
Setdakab Siak yang sering dijuluki 'pawang hutan' di Siak berpendapat
Departemen Kehutanan, melalui surat Direktur Jendral baru menanggapi permohonan
tersebut dengan memberikan dua alternatif pengelolaan. Pertama memberikan
janji untuk pemprosesan usulan perubahan fungsi suaka marga satwa Danau Pulau
Besar dan Danau Bawah. Kedua tetap mempertahankan kawasan itu sebagai
suaka marga satwa, diperkuat oleh pemanfaatan peluang dan kolaborasi dengan
pihak-pihak seperti pemegang HTI yang ada di sana. Sayangnya kejelasan prosedur
itu hingga kini masih menggantung dan belum ada kejelasan dari Badan Planalogi
Departemen Kehutanan RI. Hutan Zamrud membutuhkan Perlindungan dan Pengamanan
yang mendesak. Saat ini keberadaan sarana pengaman hutan itu masih sangat
kurang, sehingga para perambah tradisonal serta pemburu makin leluasa menjarah
isi hutan suaka margasatwa itu. Kunjungan Riau Mandiri beberapa waktu lalu ke
kawasan hutan itu membuktikan, semua sarana pengamanan yang ada masih minim,
speed boat sebagai sarana patroli bagi petugas tak ada, padahal danau yang luas
dan kawasan hutan itu tentunya tidak bisa diawasi hanya dengan cara berenang,
alat komunikasi, pos pengamanan yang terbatas, dan rambu-rambu hutan yang
nyaris tidak ada. Pecinta lingkungan tentu memimpikan, bila Suaka Margasatwa
itu menjadi Taman Nasional, tentunya curahan dana
dari pemerintah bisa dioptimalkan kemudian ditindaklanjuti dengan program
Community Developmen berbagai perusahaan besar yang punya HTI di sekitar
kawasan itu. Selama ini PT Arara Abadi dan PT RAPP serta perusahaan lainnya
cukup komit dengan program kemasyarakatan itu dan kini saatnya bisa dialihkan
kepada warga sekitar danau yang telah lama dalam ketrisoliran. "Banyak yang
bisa kita buat di Zamrud ini, di antaranya pengembangan budidaya ikan air
tawar, seperti ikan keramba dengan didampingi oleh BKSDA Riau. Kita bercermin
dari warga di Danau Maninjau yang sukses dengan keramba ikannya dan banyak yang
dikirim ke Riau dan jadi konsumsi lauk makan kita. Tentunya Zamrud juga bisa.
Tidak hanya satu ikan, lele dumbo, patin, udang galah, ikan nila serta aneka
tanaman lainnya bisa dibudikayakan di Danau Zamrud ini, bila sudah ada program
dan acuan jelas dalam pengelolaannya," terang Camat Dayun Roni Rahmat SSTP
beberapa waktu lalu. Melihat letak geografis Danau Zamrud,
hierarkinya banyak yang bisa digelar di sana, seperti sentra pelatihan
keterampilan tentang kehutanan bagi kesiapan petugas kehutanan itu sendiri,
lokasi latihan pemadaman hutan, dan pusat riset bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dan obat-obatan sebab di Zamrud juga tersimpan aneka tanaman langka
yang saat ini mulai jarang dijumpai di daerah lain. ******* -----berita
1------- DPRD Siak Dukung Kinerja Polisi Tangkap Minyak CPO SIAK-Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak mendukung penuh upaya penangkapan
pelaku penimbunan minyak Crude Palm Oil (CPO) yang dapat merugikan masyarakat
luas di Kabupaten Siak. Diharapkan aksi penggerebekan atas berbagai barang
ilegal di Kabupaten Siak terus ditingkatkan hingga ke pelosok pedesaan dan
dermaga rakyat yang selama ini sulit terpantau. Dukungan dan harapan tersebut
disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Siak yang membidangi masalah
perindustrian dan perdangan H Azwar di Siak Kamis (31/5) lalu. "Sukses polisi
menggerebek
tiga lokasi tempat penimbunan CPO yang berada di Kecamatan Kandis dan Minas
serta mengamankan sejumlah tersangka, patut kita acungi jempol dan kita
berharap ke depan upaya seperti itu terus dilakukan dengan cara membidik
tempat-tempat yang belum terpantau selama ini," pinta H Azwar.
Ditambahkannya, DPRD secara kelembagaan dan person yang berasal dari berbagai
daerah kecamatan akan terus mendukungan kepolisian. Polisi juga diimbau
melakukan ekspose publik atas kegiatan mereka sehingga warga juga bisa bahu
membahu membantu aparat. "Jangan setelah digerebek bulan lalu, bulan ini baru
diekspose karena hal itu akan menimbulkan prasangka, 'ada apa ini polisi,
nangkapnya pas Lebaran, diumumkan beberapa bulan kemudian', tapi kita optimis
aparat kita tidak seperti itu, pasti ada hal-hal lain yang mereka pertimbangkan
sehingga belum mau mengekspose suatu penangkapan secara langsung," papar Azwar.
Seperti pemberitaan sebelumnnya Polres Siak berhasil mengamankan sejumlah
CPO. n
iwn --------berita 2--------- Endang Gelar Syukuran Rumah Jabatan Dinas
Endang dan Arwin: Semoga Terjalin Kekompakan SIAK-Wakil Ketua DPRD Siak Drs H
Endang Sukarelawan, Rabu (30/5) lalu menggelar syukuran di rumah dinasnya di di
Kelurahan Kampung Rempak, Siak Sri Inderapura. Penempatan rumah baru tersebut
diharapkan bisa jadi perekat silaturahmi lebih erat antara petinggi eksekutif
dan petinggi legistlatif yang tinggal di komplek tersebut. Hadir dalam
peresmian rumah dinas jabatan tersebut itu Bupati Siak H Arwin AS SH, Wakil
Bupati Siak Drs H OK Fauzi Jamil dan nyonya, Sekdakab Siak Drs Adli Malik dan
nyonya, para kepada dinas dan pejabat Siak lainnya. Endang dalam sambutannya
berharap pejabat dan masyarakat Siak yang hadir ikhlas menerimanya sebagai
warga baru di komplek itu. Sebelumnya beberapa pejabat juga sudah menggelar
syukuran penempatan rumah baru itu seperti Bupati Arwin, Wakil Bupati OK Fauzi,
Sekdakab Siak Adli Malik serta wakil ketua DPRD Irvan
Gunawan. Di pintu masuk utama rumah barunya Endang memajang patung gajah dan
harimau "Singa ini akan bertugas menjaga kijang peliharaan Bupati di rumah
depan. Tentunya harus diberi makan yang banyak, sebab kalau tidak akan memangsa
kijang Bupati, bila hantaran makanan terlambat datang dari depan," ujar Endang
membuat tertawa hadirin. Sementara itu Bupati Siak H Arwin AS SH yang
dimintai komentarnya mengatakan bahwa dengan berkumpulnya para pejabat daerah
di komplek rumah dinas itu, kerjasama yang baik bisa lebih terjalin dalam
rangka memajukan Kabupaten Siak. "Sesuai dengan saran Pak Endang, kita akan
lebih sering berada di sini sepulang dari kantor, kalau ada persoalan yang
kurang tuntas saat dibahas secara formal, kita akan mencoba mendialogkannya
dalam suasana santai sebagai tetangga, nanti kita akan undang pers untuk coffee
morning atau olah raga," Ujar Arwin. n iwn -------berita 3 (HL)--- Soal
Lambang Daerah Suara DPRD Pecah SIAK-Suara anggota DPRD Siak saat
ini belum bulat, khususnya mengenai usulan sejumlah anggota DPRD Siak tentang
perubahan lambang daerah Kabupaten Siak. Pasalnya usulan lambang tersebut tidak
terlalu mendesak dan masih bisa ditunda demi menghindari kemubaziran keuangan
daerah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh 60 persen warga miskin Kabupaten
Siak. Menyusul statemen sejumlah anggota DPRD Siak beberapa waktu lalu
seperti Drs Amir Abdulrahman dan Tengku Sulaiman, kali ini giliran anggota DPRD
dari PPP Zalik Aries juga angkat bicara. Zalik menengarai usulan lambang daerah
tersebut pada dasarnya sangat bagus dan relevan, hanya saja tidak disampaikan
pada waktu yang tepat, sebab banyak masalah lain yang akan dituntaskan oleh
pemerintah dan DPRD Siak, apalagi akses lanjutan dari usulan lambang tersebut
akan berujung pada penganggaran dana sehingga dipandang akan menambah pekerjaan
pemerintah dan anggota DPRD saja. Seharusnya ada acuan pasti yang bisa
digunakan oleh pengusul untuk memperkuat argumennya dan
tidak hanya sekadar mengusulkan, misalnya argumen berisi penilaian apa
persoalan atau kesalahan mendasar dari lambang yang ada saat ini, dan apa
asumsi dan titik tolak lambang itu perlu diubah, apakah masyarakat Kabupaten
Siak benar-benar menginginkan dan seberapa besar keinginan tersebut. "Kita
akan menyatukan pendapat di interen partai dan fraksi untuk memberikan
pandangan resmi, apakah kita akan menerima atau menolak," Ujar Zalik. Ketua
Komisi I DPRD Siak Drs Amir Abdulrahman di tempat terpisah juga melanjutkan
komentar sebelumnya, bahwa kalau alasan usulan perubahan Lambang untuk
membangkitkan ruh dan semangat masyarakat Kabupaten Siak, maka yang perlu
diubah bukanlah lambangnya tapi manusia dan pekerja yang ada di Kabupaten Siak.
Lembaga Adat Melayu sebagai institusi adat harus memperbanyak kegiatan yang
bernuansa budaya seperti menggelar acara kesenian, acara adat dan berbagai iven
budaya yang bisa membangkitkan dan menggambarkan kesenian budaya Melayu yang
pernah ada dan berjaya di Kabupaten Siak. Argumen itu juga diperkuat oleh
Sekretris Fraksi Golkar Siak Tengku Sulaiman, ST, bahwa efek manfaat dari
usulan lambang itu harus dijelaskan dan bisa dipahami secara aklamasi oleh
anggota DPRD Siak yang ada karena yang akan memutuskannya nanti adalah DPRD.
"Saya menolak karena saya tidak paham dan menilai hal ini belum penting dan
kami juga siap membuka forum dialog untuk ini sehingga tidak terus jadi
perdebatan dan kawan-kawan lainnya yang tidak sejutu juga punya hak
menyampaikan keberatannya. Tapi bagaimanapun usulan yang disampaikan oleh
rekan-rekan DPRD itu adalah sebuah pola pandang yang bagus dan sangat kita
hargai. Urusan setuju dan tidak itu juga aturan demokrasi yang ada di daerah
ini," tandas Tengku. Di sisi lainnya Wakil Ketua DPRD Siak Drs H Endang
Sukarelawan, SH mengatakan dirinya secara organisatoris tidak boleh berkomentar
terlalu jauh. Saat ini bola usulan itu telah disampaikan beberapa anggota DPRD
Siak dan
di DPRD itu terdapat pola pikir yang beragam, nanti kepiawaian mereka
masing-masinglah yang akan menentukan gol atau tidaknya usulan itu. "Tugas
kami hanya mengawal usulan ini, dengan semua mekanisme yang ada. Saya tidak
bisa mengatakan setuju atau tidak," Ujar Endang. iwn ------berita 4---------
Kamiran R Pimpin RAPI Siak Radio Antar Penduduk Harus Jadi Mitra Pemerintah
SIAK-Kamiran R atau akrab disapa dengan panggilan Bung Joni Centeng, secara
resmi pimpin organisasi Radio Antar Pendudk Indonesia (RAPI) Siak 04-12 Periode
2006-2009 mendatang yang ditandai dengan pelantikannya oleh Ketua RAPI 04 Riau
H Suryadi Khusaini di Ballroom Hotel Yasmin, Siak Sri Inderapura, Kamis (31/5)
kemarin. RAPI Siak dalam operasionalnya di Kabupaten yang baru berusia 7
tahun ini diharap bisa jadi mitra pemerintah dan menghindari aktivitas omongan
yang tidak bermanfaat di udara karena dinilai akan mengganggu etos kerja
masyarakat. Di hadapan para pengurus RAPI Siak yang merupakan
himpunan pemilik frekuensi gelombang radio komunikasi yang telah mengantongi
izin mengudara, serta warga kehormatan RAPI Siak Bupati H Arwin AS, SH serta
sejumlah a kepada dinas, Ketua Rapi Riau H Suryadi Khusaini mengingatkan, RAPI
Siak di masa datang mesti bisa bekerja sesuai dengan aturan dan tata tertib
yang telah digariskan organisasi. Membantu masyarakat dan Pemkab Siak dalam hal
Komunikasi, sehingga keberadaan RAPI Siak tidak sekadar melegalkan pembicaraan
di udara, tapi hendaknya memberikan manfaat bagi penyampaian informasi kepada
warga masyarakat yang ada di pelosok pedesaan dan sulit terjangkau alat
komunikasi lainnya. "RAPI bukan organisasi politik, tapi RAPI siap membantu
urusan politik dalam hal komunikasi, contohnya perkembangan suara Pilkades,
Bupati atau Gubernur nanti. Jangan jadikan radio faktor penghambat kerja, dan
hanya menghabiskna waktu untuk berbicara yang tidak bermanfaat di saluran yang
dimiliki," ingat Suryadi. Sementara itu Bupati Siak H
Arwin AS, SH dalam sambutannya mengatakan keberadaan RAPI diharapkan bisa
membantu kegiatan informasi masyarakat dalam mendapatkan sesuatu hal yang belum
diketahui, menjadi teman yang baik bagi Pemkab Siak dalam menyampaikan
informasi terkait program pembangunan yang sedang digalakkan. "Siak sebagai
daerah yang baru berkembang mengharapkan kerjasama anggota RAPI. Bantu dinas
terkait dalam hal penertiban jalur-jalur udara yang ada di daerah ini sehingga
tidak mengganggu frekuensi-frekuensi lainnya," harap Arwin.iwn Kabupaten Siak
sebagai daerah otonomi tidak mau hutannya terus diluluhlantakkan. Terilhami
oleh keinginan untuk menyelamatkan kawasan hutan di daerahnya, Bupati Siak H
Arwin AS, SH telah berkirim surat kepada Mentri Kehutanan RI, bermohon agar
Kawasan Hutan Suaka Marga Satwa Danau Pulau Besar dan Danau Bawah ditingkatkan
statusnya menjadi Taman Nasional. Surat Bupati itu dikirimkan 9 Juli 2005
lalu, hingga saat ini aneka lobi masih dilakukan, sementara hutan
Zamrud terus menanti perhatian, agar tidak semakin terluka dan tercabik-cabik.
Tak hanya pemerintah Kabupaten Siak, pihak swasta pun ikut ambil bagian dalam
upaya penyelamatan hutan itu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BKSDA)
dan Dinas Kehutanan Provinsi Riau, serta empat perusahaan yang ada di sekitar
Suaka Marga Satwa juga mulai memberikan dukungan penuh dengan merelakan
sebagian areal mereka untuk dijadikan kawasan penyangga hutan dimaksud. PT
Arara Abadi, PT RAPP, PT Ekawana Lestaridharma dan PT Nasional Timber Forest
Produk bahkan sudah punya komitmen dengan Pemkab Siak untuk meningkatkan status
kawasan itu menjadi Taman Nasional dengan tujuan berbagai persoalan dan
kesalahan yang pernah terjadi bisa diminimalisir sebagai bentuk kepedulian pada
kelestarian alam. Artinya tidak ada lagi persoalan yang bisa mementahkan
keinginan Kabupaten Siak sebagai daerah otonomi untuk terlibat aktif dalam
pengelolaan hutan dimaksud sebab saat ini, lampu hijau sudah datang
dari berbagai pihak. Hanya saja kelanjutan dari surat Siak yang dikirim ke
pusat dua tahun lalu belum ada tindak lanjutnya. Asisten I Setdakab Siak yang
sering dijuluki 'pawang hutan' di Siak berpendapat Departemen Kehutanan,
melalui surat Direktur Jendral baru menanggapi permohonan tersebut dengan
memberikan dua alternatif pengelolaan. Pertama memberikan janji untuk
pemprosesan usulan perubahan fungsi suaka marga satwa Danau Pulau Besar dan
Danau Bawah. Kedua tetap mempertahankan kawasan itu sebagai suaka marga satwa,
diperkuat oleh pemanfaatan peluang dan kolaborasi dengan pihak-pihak seperti
pemegang HTI yang ada di sana. Sayangnya kejelasan prosedur itu hingga kini
masih menggantung dan belum ada kejelasan dari Badan Planalogi Departemen
Kehutanan RI. Hutan Zamrud membutuhkan Perlindungan dan Pengamanan yang
mendesak. Saat ini keberadaan sarana pengaman hutan itu masih sangat kurang,
sehingga para perambah tradisonal serta pemburu makin leluasa menjarah isi hutan
suaka margasatwa itu. Kunjungan Riau Mandiri beberapa waktu lalu ke kawasan
hutan itu membuktikan, semua sarana pengamanan yang ada masih minim, speed boat
sebagai sarana patroli bagi petugas tak ada, padahal danau yang luas dan
kawasan hutan itu tentunya tidak bisa diawasi hanya dengan cara berenang, alat
komunikasi, pos pengamanan yang terbatas, dan rambu-rambu hutan yang nyaris
tidak ada. Pecinta lingkungan tentu memimpikan, bila Suaka Margasatwa itu
menjadi Taman Nasional, tentunya curahan dana dari pemerintah bisa dioptimalkan
kemudian ditindaklanjuti dengan program Community Developmen berbagai
perusahaan besar yang punya HTI di sekitar kawasan itu. Selama ini PT Arara
Abadi dan PT RAPP serta perusahaan lainnya cukup komit dengan program
kemasyarakatan itu dan kini saatnya bisa dialihkan kepada warga sekitar danau
yang telah lama dalam ketrisoliran. "Banyak yang bisa kita buat di Zamrud
ini, di antaranya pengembangan budidaya ikan air tawar, seperti ikan keramba
dengan didampingi oleh BKSDA Riau. Kita bercermin dari warga di Danau Maninjau
yang sukses dengan keramba ikannya dan banyak yang dikirim ke Riau dan jadi
konsumsi lauk makan kita. Tentunya Zamrud juga bisa. Tidak hanya satu ikan,
lele dumbo, patin, udang galah, ikan nila serta aneka tanaman lainnya bisa
dibudikayakan di Danau Zamrud ini, bila sudah ada program dan acuan jelas dalam
pengelolaannya," terang Camat Dayun Roni Rahmat SSTP beberapa waktu lalu.
Melihat letak geografis Danau Zamrud, hierarkinya banyak yang bisa digelar di
sana, seperti sentra pelatihan keterampilan tentang kehutanan bagi kesiapan
petugas kehutanan itu sendiri, lokasi latihan pemadaman hutan, dan pusat riset
bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan obat-obatan sebab di Zamrud juga
tersimpan aneka tanaman langka yang saat ini mulai jarang dijumpai di daerah
lain. ******* -----berita 1------- DPRD Siak Dukung Kinerja Polisi Tangkap
Minyak CPO SIAK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Siak
mendukung penuh upaya penangkapan pelaku penimbunan minyak Crude Palm Oil
(CPO) yang dapat merugikan masyarakat luas di Kabupaten Siak. Diharapkan aksi
penggerebekan atas berbagai barang ilegal di Kabupaten Siak terus ditingkatkan
hingga ke pelosok pedesaan dan dermaga rakyat yang selama ini sulit terpantau.
Dukungan dan harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Siak yang
membidangi masalah perindustrian dan perdangan H Azwar di Siak Kamis (31/5)
lalu. "Sukses polisi menggerebek tiga lokasi tempat penimbunan CPO yang
berada di Kecamatan Kandis dan Minas serta mengamankan sejumlah tersangka,
patut kita acungi jempol dan kita berharap ke depan upaya seperti itu terus
dilakukan dengan cara membidik tempat-tempat yang belum terpantau selama ini,"
pinta H Azwar. Ditambahkannya, DPRD secara kelembagaan dan person yang
berasal dari berbagai daerah kecamatan akan terus mendukungan kepolisian.
Polisi juga diimbau melakukan ekspose publik atas kegiatan mereka
sehingga warga juga bisa bahu membahu membantu aparat. "Jangan setelah
digerebek bulan lalu, bulan ini baru diekspose karena hal itu akan menimbulkan
prasangka, 'ada apa ini polisi, nangkapnya pas Lebaran, diumumkan beberapa
bulan kemudian', tapi kita optimis aparat kita tidak seperti itu, pasti ada
hal-hal lain yang mereka pertimbangkan sehingga belum mau mengekspose suatu
penangkapan secara langsung," papar Azwar. Seperti pemberitaan sebelumnnya
Polres Siak berhasil mengamankan sejumlah CPO. n iwn --------berita 2---------
Endang Gelar Syukuran Rumah Jabatan Dinas Endang dan Arwin: Semoga Terjalin
Kekompakan SIAK-Wakil Ketua DPRD Siak Drs H Endang Sukarelawan, Rabu (30/5)
lalu menggelar syukuran di rumah dinasnya di di Kelurahan Kampung Rempak, Siak
Sri Inderapura. Penempatan rumah baru tersebut diharapkan bisa jadi perekat
silaturahmi lebih erat antara petinggi eksekutif dan petinggi legistlatif yang
tinggal di komplek tersebut. Hadir dalam peresmian rumah dinas
jabatan tersebut itu Bupati Siak H Arwin AS SH, Wakil Bupati Siak Drs H OK
Fauzi Jamil dan nyonya, Sekdakab Siak Drs Adli Malik dan nyonya, para kepada
dinas dan pejabat Siak lainnya. Endang dalam sambutannya berharap pejabat dan
masyarakat Siak yang hadir ikhlas menerimanya sebagai warga baru di komplek
itu. Sebelumnya beberapa pejabat juga sudah menggelar syukuran penempatan rumah
baru itu seperti Bupati Arwin, Wakil Bupati OK Fauzi, Sekdakab Siak Adli Malik
serta wakil ketua DPRD Irvan Gunawan. Di pintu masuk utama rumah barunya
Endang memajang patung gajah dan harimau "Singa ini akan bertugas menjaga
kijang peliharaan Bupati di rumah depan. Tentunya harus diberi makan yang
banyak, sebab kalau tidak akan memangsa kijang Bupati, bila hantaran makanan
terlambat datang dari depan," ujar Endang membuat tertawa hadirin. Sementara
itu Bupati Siak H Arwin AS SH yang dimintai komentarnya mengatakan bahwa dengan
berkumpulnya para pejabat daerah di komplek rumah dinas itu,
kerjasama yang baik bisa lebih terjalin dalam rangka memajukan Kabupaten Siak.
"Sesuai dengan saran Pak Endang, kita akan lebih sering berada di sini
sepulang dari kantor, kalau ada persoalan yang kurang tuntas saat dibahas
secara formal, kita akan mencoba mendialogkannya dalam suasana santai sebagai
tetangga, nanti kita akan undang pers untuk coffee morning atau olah raga,"
Ujar Arwin. n iwn -------berita 3 (HL)--- Soal Lambang Daerah Suara DPRD
Pecah SIAK-Suara anggota DPRD Siak saat ini belum bulat, khususnya mengenai
usulan sejumlah anggota DPRD Siak tentang perubahan lambang daerah Kabupaten
Siak. Pasalnya usulan lambang tersebut tidak terlalu mendesak dan masih bisa
ditunda demi menghindari kemubaziran keuangan daerah yang saat ini sangat
dibutuhkan oleh 60 persen warga miskin Kabupaten Siak. Menyusul statemen
sejumlah anggota DPRD Siak beberapa waktu lalu seperti Drs Amir Abdulrahman dan
Tengku Sulaiman, kali ini giliran anggota DPRD dari PPP Zalik Aries juga
angkat bicara. Zalik menengarai usulan lambang daerah tersebut pada dasarnya
sangat bagus dan relevan, hanya saja tidak disampaikan pada waktu yang tepat,
sebab banyak masalah lain yang akan dituntaskan oleh pemerintah dan DPRD Siak,
apalagi akses lanjutan dari usulan lambang tersebut akan berujung pada
penganggaran dana sehingga dipandang akan menambah pekerjaan pemerintah dan
anggota DPRD saja. Seharusnya ada acuan pasti yang bisa digunakan oleh
pengusul untuk memperkuat argumennya dan tidak hanya sekadar mengusulkan,
misalnya argumen berisi penilaian apa persoalan atau kesalahan mendasar dari
lambang yang ada saat ini, dan apa asumsi dan titik tolak lambang itu perlu
diubah, apakah masyarakat Kabupaten Siak benar-benar menginginkan dan seberapa
besar keinginan tersebut. "Kita akan menyatukan pendapat di interen partai
dan fraksi untuk memberikan pandangan resmi, apakah kita akan menerima atau
menolak," Ujar Zalik. Ketua Komisi I DPRD Siak Drs Amir Abdulrahman di
tempat terpisah juga melanjutkan komentar sebelumnya, bahwa kalau alasan
usulan perubahan Lambang untuk membangkitkan ruh dan semangat masyarakat
Kabupaten Siak, maka yang perlu diubah bukanlah lambangnya tapi manusia dan
pekerja yang ada di Kabupaten Siak. Lembaga Adat Melayu sebagai institusi adat
harus memperbanyak kegiatan yang bernuansa budaya seperti menggelar acara
kesenian, acara adat dan berbagai iven budaya yang bisa membangkitkan dan
menggambarkan kesenian budaya Melayu yang pernah ada dan berjaya di Kabupaten
Siak. Argumen itu juga diperkuat oleh Sekretris Fraksi Golkar Siak Tengku
Sulaiman, ST, bahwa efek manfaat dari usulan lambang itu harus dijelaskan dan
bisa dipahami secara aklamasi oleh anggota DPRD Siak yang ada karena yang akan
memutuskannya nanti adalah DPRD. "Saya menolak karena saya tidak paham dan
menilai hal ini belum penting dan kami juga siap membuka forum dialog untuk ini
sehingga tidak terus jadi perdebatan dan kawan-kawan lainnya yang
tidak sejutu juga punya hak menyampaikan keberatannya. Tapi bagaimanapun
usulan yang disampaikan oleh rekan-rekan DPRD itu adalah sebuah pola pandang
yang bagus dan sangat kita hargai. Urusan setuju dan tidak itu juga aturan
demokrasi yang ada di daerah ini," tandas Tengku. Di sisi lainnya Wakil Ketua
DPRD Siak Drs H Endang Sukarelawan, SH mengatakan dirinya secara organisatoris
tidak boleh berkomentar terlalu jauh. Saat ini bola usulan itu telah
disampaikan beberapa anggota DPRD Siak dan di DPRD itu terdapat pola pikir yang
beragam, nanti kepiawaian mereka masing-masinglah yang akan menentukan gol atau
tidaknya usulan itu. "Tugas kami hanya mengawal usulan ini, dengan semua
mekanisme yang ada. Saya tidak bisa mengatakan setuju atau tidak," Ujar Endang.
iwn ------berita 4--------- Kamiran R Pimpin RAPI Siak Radio Antar Penduduk
Harus Jadi Mitra Pemerintah SIAK-Kamiran R atau akrab disapa dengan panggilan
Bung Joni Centeng, secara resmi pimpin organisasi Radio Antar
Pendudk Indonesia (RAPI) Siak 04-12 Periode 2006-2009 mendatang yang ditandai
dengan pelantikannya oleh Ketua RAPI 04 Riau H Suryadi Khusaini di Ballroom
Hotel Yasmin, Siak Sri Inderapura, Kamis (31/5) kemarin. RAPI Siak dalam
operasionalnya di Kabupaten yang baru berusia 7 tahun ini diharap bisa jadi
mitra pemerintah dan menghindari aktivitas omongan yang tidak bermanfaat di
udara karena dinilai akan mengganggu etos kerja masyarakat. Di hadapan para
pengurus RAPI Siak yang merupakan himpunan pemilik frekuensi gelombang radio
komunikasi yang telah mengantongi izin mengudara, serta warga kehormatan RAPI
Siak Bupati H Arwin AS, SH serta sejumlah a kepada dinas, Ketua Rapi Riau H
Suryadi Khusaini mengingatkan, RAPI Siak di masa datang mesti bisa bekerja
sesuai dengan aturan dan tata tertib yang telah digariskan organisasi. Membantu
masyarakat dan Pemkab Siak dalam hal Komunikasi, sehingga keberadaan RAPI Siak
tidak sekadar melegalkan pembicaraan di udara, tapi hendaknya
memberikan manfaat bagi penyampaian informasi kepada warga masyarakat yang ada
di pelosok pedesaan dan sulit terjangkau alat komunikasi lainnya. "RAPI bukan
organisasi politik, tapi RAPI siap membantu urusan politik dalam hal
komunikasi, contohnya perkembangan suara Pilkades, Bupati atau Gubernur nanti.
Jangan jadikan radio faktor penghambat kerja, dan hanya menghabiskna waktu
untuk berbicara yang tidak bermanfaat di saluran yang dimiliki," ingat Suryadi.
Sementara itu Bupati Siak H Arwin AS, SH dalam sambutannya mengatakan
keberadaan RAPI diharapkan bisa membantu kegiatan informasi masyarakat dalam
mendapatkan sesuatu hal yang belum diketahui, menjadi teman yang baik bagi
Pemkab Siak dalam menyampaikan informasi terkait program pembangunan yang
sedang digalakkan. "Siak sebagai daerah yang baru berkembang mengharapkan
kerjasama anggota RAPI. Bantu dinas terkait dalam hal penertiban jalur-jalur
udara yang ada di daerah ini sehingga tidak mengganggu frekuensi-frekuensi
lainnya," harap Arwin.iwn ( Ikhwan)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
Jl. Gabus. No. 39
Tangkerang Barat
Pekanbaru - Riau
Telp : +62812 680 3467
Fax : +62761 22545
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/