Senin, 4 Juni 2007 14:50
GM Hotel Aryaduta Usir Wartawan ke Hutan
Sebuah sikap tak terpuji ditunjukkan GM Hotel Aryaduta Pekanbaru Andreas kepada
wartawan. Ia menegur dengan kasar wartawan yang duduk di loby hotel dan
menyuruhnya pergi ke hutan.
Riauterkini-PEKANBARU- Tiga wartawan foto yang bertugas meliput pertemuan
Menteri Kehutanan MS Kaban dengan sejumlah pengusaha kehutanan di Hotel
Aryaduta Pekanbaru, Senin (4/6), mendapat perlakuan tak menyenangkan dari
General Manager (GM) Hotel Aryaduta bernama Andreas. Pria berkewarganegaraan
Amerika Serikat itu bersikap kasar dan mengusir ketiga wartawan ke hutan.
Pengalaman tak menyenangkan ketiga wartawan foto, yakni Said Mufti dari Riau
Pos, Rahmad dari Riau Mandiri dan Boby Triadi dari LKBN Antara tersebut bermula
dari penantian panjang wartawan terhadap Menteri Kehutanan MS Kaban yang sedang
berada di lantai atas. Sebagai fotografer ketiganya tentu tidak ingin
kehilangan momen. Meskipun wartawan lain menuggu sambil duduk di kursi loby,
ketiganya bertahan di loby samping pintau masuk. Karena capek, Said dan Boby
duduk lesehan. Sedangkan Rahmad duduk di tepi pot bunga.
Tak lama kemudian muncul Andreas dari arah kolam renang. Dengan langkah lebar
ia menghampiri ketiganya. "Get up! Get up! Ayo berdiri," perintahnya pada
ketiga wartawan.
Perintah tersebut langsung dilaksanakan ketiganya. Mereka seketika berdiri.
Kemudian Andreas melanjutkan ucapannya, "Ini hotel. Kalau mau duduk-duduk pergi
sana ke hutan," ketusnya sambil ngeloyor pergi.
Usiran Andreas didengar sejumlah wartawan yang duduk di kursi loby. Seperti
halnya Boby, Said dan Rahmad, wartawan lainya juga merasa tersinggu. Tak lama
kemudian Andreas melintas lagi. Wartawan langsung mencegatnya dan mengingatkan
agar lain kali kalau menyampaikan teguran dilakukan dengan lebih sopan.
Andreas bukannya menyadari kekeliruannya. Ia pura-pura tidak paham Bahasa
Indonesaia, lalu memanggil Humas Aryaduta bernama Sandra. Kepada Sandra, ia
minta dijelaskan apa yang disampaikan wartawan. Belum lagi Sandra menjelaskan,
ia sudah melongos pergi ke arah belakang hotel dan meninggalkan para wartawan
menggerutu pada Sandra.
Sandra lantas meminta maaf atas kejadian tersebut kepada wartawan. "Karena dia
orang barat, mungkin ia salah paham. Karena itu saya mintan maaf," pinta Sandra.
Wartawan merasa semakin tak senang dengan sikap Andreas. Sudahlan keliru,
bukannya minta maaf, justru melimpahkan persoalan pada orang lain. Jika ia
merasa bersalah, mestinya ia langsung minta maaf, bukan harus lewat
Sandra.***(mad)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
Jl. Gabus. No. 39
Tangkerang Barat
Pekanbaru - Riau
Telp : +62812 680 3467
Fax : +62761 22545
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/