Riau Harus Lawan Pertamina
Soal Pengelolaan Blok CPP   
---------------------------------
  PEKANBARU-Masyarakat Riau diminta untuk menentang keberadaan Pertamina yang 
masih mengelola Coastal Plains Pekanbaru (CPP) Block. Pasalnya, turunnya 
produksi minyak CPP Block bukan karena putra daerah, tapi akibat masih kuatnya 
pengaruh Pertamina dalam pengelolaan ladang minyak tersebut.   Hal tersebut 
dikatakan praktisi hukum Riau yang juga salah seorang penggerak perebutan CPP 
Block, H. Kapitra Ampera, S.H., di Pekanbaru, Kamis (7/6). "Bila pemerintah 
Siak menginginkan pergantian pimpinan di lingkup BSP maupun di CPP maka carilah 
putra terbaik Riau yang dianggap mampu menjalankan produksi minyak bumi yang 
diketahui mempunyai kapasitas 70.000 barel per hari. Soal menyangkut 
perusahaan, BSP maupun CPP bisa melakukan kerjasama dengan PT Riau Petroleum 
yang merupakan BUMD milik masyarakat Riau.   “Perlu dicatat, dasar utama kita 
melakukan perlawanan merebut CPP Block dari Pertamina dan PT CPI karena melihat 
keberadaan perusahaan itu tidak memberi kontribusi kepedulian
 yang signifikan kepada masyarakat Riau. Dan tekad itu sudah disampaikan para 
tokoh masyarakat Riau secara terbuka,” ungkapnya. Akan tetapi setelah 
perjuangan berhasil direbut, ternyata hasil yang diperoleh tidak menghasilkan 
apa yang diharapkan karena timbulnya berbagai kalangan pahlawan kesiangan yang 
muncul setelah barang itu sudah di tangan. Pahlawan kesiangan itu hadir dalam 
pengelolaan yang pada akhirnya menimbulkan persoalan melemahnya produksi minyak 
bumi dalam beberapa tahun belakangan yang saat ini mencapai tidak lebih 25.000 
barel/hari. Kelemahan seperti ini, kata Kapitra, yang justru dimanfaatkan 
Pertamina dengan pola membangun PT BSP sehingga hasilnya tidak maksimal. "Meski 
Pertamina telah teruji dalam pengelolaan ladang minyak justru Pertamina tidak 
mampu menggerakan produksi karena ada kepentingan di dalamnya," ujarnya. Untuk 
itu Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemkab Siak diminta untuk melepas 
keterlibatan Pertamina dan serahkan pengelolaan ke daerah.
 "Bagaimanapun BOB taklayak lagi melakukan joint corporate dengan BSP. Lebih 
baik BSP kerjasama dengan Riau Petroleum dengan merekrut dan membayar tenaga 
profesional sesuai keinginan masyarakat Riau.   
Pusat Setengah Hati
Sementara, tokoh masyarakat Riau Drs. Al Azhar, MA, menganggap Pemerintah Pusat 
setengah hati menyerahkan CPP Blok kepada Riau. "Pertamina yang tetap bercokol 
merupakan bukti bahwa pusat tidak pernah memberikan sepenuhnya CPP Blok kepada 
daerah," tegas Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) ini 
ketika ditemui Riau Mandiri di Jalan Kopan, Kamis (7/6) siang. "Tidak ada 
apapun yang kita harapkan dari perjuangan itu, kecuali ingin mengangkat marwah 
masyarakat Riau di mata pusat yang selalu meremehkan. Saya yang tidak kapabel 
dan tahu diri, untuk itu tidak ikut campur dalam ranah bisnis dan teknis 
tentang pengelolaan CPP Blok," ujarnya. Lebih jauh, Al Azhar mengatakan, bisnis 
minyak merupakan bisnis yang menjanjikan saat ini, sehingga menyebabkan sebuah 
negara mengintervensi negara lain. Riau sudah siap mengelola CPP Blok 100 
persen, itu saya setuju. Pusat tidak berhak menyebutkan daerah tidak siap. 
Kalau ditunggu siap, Indonesia dulu juga tidak siap untuk
 merdeka ketika kemerdekaan diproklamirkan. Untuk itu, Pertamina jangan 
mencengkramkan tangannya terlalu kuat dan terlalu lama di Blok CPP," tandas Al 
Azhar.   
Dukung
Dukungan terhadap tuntutan daerah mengelola penuh CPP Blok terus mengalir. Kali 
ini datang dari masyarakat Siak Tengku Romainur. "Kita mendukung apa yang 
dikatakan tokoh masyarakat Riau H Basrizal Koto, siapa pun pemimpin di daerah 
ini harus komit dalam mengelola BSP dan tidak berada di bawah bayang-bayang 
Pertamina, sebab perjuangan merebut BSP dulu akan sia-sia kalau kita masih 
membiarkan Pertamina mendikte kita. Komitmen awal PT BSP dan pengelolaan bloc 
CPP oleh daerah harus dipertegas, bila tidak akan timbul pergolakan dalam hal 
ini, sebab PT BSP bukanlah perusahaan keluarga. Setiap tetes minyak yang 
diambil dari perut bumi Zamrud itu harus jelas pertanggungjawabannya agar hati 
warga dan pejuang perebutan CPP Block tidak makin terluka," ujar Tengku 
Romainur.   Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Siak, Drs. Amir Abdulrahman, 
menjelaskan, baru-baru ini DPRD Siak telah mengesahkan Perda tentang penyertaan 
modal pemerintah daerah di PT BSP mencakup Provinsi dan daerah-daerah
 Kabupaten Kota yang berada di wilayah CPP Bloc. "Kita minta Perda itu segera 
direalisasikan. CPP Block adalah milik Siak dan kita sudah punya aturan main. 
Siak tidak bisa diatur oleh Pertamina, dan perusahaan patungan segera 
diwujudkan," ujarnya.   Menurut Amir, selama ini rakyat Lancang Kuning sering 
terluka, oleh berbagai aktivitas-aktivitas perusahaan minyak. Ibarat pepatah 
semutpun bila terinjak akan menggigit. "Kita harap, kerjasama yang baik dan 
saling menghargai untuk kesejahteraan warga Indonesia. Kita salut dengan 
statemen tokoh masyarakat Riau, karena apa yang disampaikannya itu, adalah 
sebuah sikap peduli untuk kemajuan daerah. Statemen Basko adalah motivasi bagi 
masyarakat Siak. Warga Siak memang sudah bosan selalu dipermainkan dalam 
pengelolaan minyak ini. Kita minta Pertamina menghargai hak-hak rakyat 
Kabupaten Siak karena melihat apa yang terjadi selama ini sangat membuat hati 
orang Siak khususnya dan Riau umumnya sangat terluka," tandas Amir.   
Tunggu Waktu
Di tempat terpisah Irvan Gunawan ST, Wakil Ketua DPRD Siak, mengatakan, 
dominasi Pertamina di PT Bumi Siak Pusako Zamrud Kabupaten Siak hanya tinggal 
mengunggu waktu, sebab saat ini DPRD Tengah menggodok Ranperda Jasa 
Pertambangan Siak. Dengan lahirnya Perda itu nanti, perusahaan patungan bisa 
segera dibentuk disamping itu juga akan lahir Perusahaan Mandiri milik Pemkab 
Siak sebagai anak dari PT BSP. "Dominasi Pertamina secara berangsur-angsur 
dapat kita kurangi, dan alih teknologi bisa dilakuan dengan maksimal. Kendala 
yang terjadi selama ini alih teknologi yang pernah dijanjikan Pertamina tidak 
pernah berlangsung optimal karena selama ini yang banyak diberdayakan oleh 
Pertamina itu masih sebatas pada orang-orang mereka sendiri. Di sampang itu 
alih terknologi ini menjadi kendala karena keterbatasan SDM kita sendiri jujur 
itu harus kita akui," terangnya, kemarin kepada Riau Mandiri. (dar,cr2,iwn)


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
  Jl. Gabus. No. 39 
  Tangkerang Barat
  Pekanbaru - Riau
  Telp : +62812 680 3467
Fax  : +62761 22545

   

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke