RIAU DIKENAL SEBAGAI DAERAH KAYA (BAGIAN I)
NAMUN ANGKA KEMISKINAN TETAP TINGGI
08 Jun 2007 11:15 wib
ad

          POTENSI alam yang berlimpah membuat Riau sejak dulu dikenal sebagai 
daerah kaya. Potensi alam ini terutama berasal dari minyak bumi. Bahkan melalui 
minyak bumi ini, Riau menjadi daerah penghasil devisa terbesar untuk Indonesia. 
Sekitar 70 persen produk minyak bumi Indonesia memang berasal dari Riau. 

Hanya sayangnya, karena rendahnya sumber daya manusia (SDM) Riau, potensi alam 
yang dimiliki daerah ini kurang begitu berpengaruh dalam upaya meningkatkan 
kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan Riau memiliki jumlah penduduk miskin yang 
cukup tinggi yang terkadang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Penduduk miskin Riau ini tersebar di kantong-kantong kemiskinan pada daerah 
pesisir, aliran sungai, kepulauan dan daerah pedalaman yang terisolir. Menurut 
data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, angka penduduk miskin Riau pada 
tahun 2002 lalu mencapai 14,99 persen. 

Persentase penduduk miskin ini jauh mengalami peningkatan pada tahun 2004 yang 
mana berdasarkan pendataan penduduk miskin yang dilakukan Badan Penelitian dan 
Pengembangan (balitbang) Riau mencapai 22,19 persen. Pada umumnya penduduk 
miskin itu bergerak di sektor pertanian.

Pemprov Riau sendiri bukannya tidak punya program dalam menangani penduduk 
miskin di Riau ini. Beberapa tahun terakhir ini Pemprov Riau telah memiliki 
paket program kebijakan ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu mengangkat 
keterpurukan sosial ekonomi masyarakat Riau, khususnya mereka yang bekerja di
sektor pertanian.

Hanya saja karena rendahnya SDM masyarakat, menyebabkan berbagai program yang 
telah dijalankan tersebut tidak terlalu banyak mengangkat kehidupan mereka. 
Bahkan terkadang program tersebut habis begitu saja, tanpa memberikan hasil 
apa-apa di kalangan masyarakat.

Kondisi ini memang tidak bisa disalahkan pada siapa saja. Sebab lebih dari 80 
persen penduduk miskin itu hanya berpendidikan SD ke bawah. Dengan pendidikan 
yang sangat rendah itu, tentunya mereka sulit untuk menyerap program-program 
yang dijalankan pemerintah terhadap mereka.(Bersambung) 
   
  RIAU DIKENAL SEBAGAI DAERAH KAYA (BAGIAN II-HABIS)
INHIL PALING TINGGI ANGKA KEMISKINANNYA
08 Jun 2007 11:37 wib
ad

          
  GUBERNUR Riau HM Rusli Zainal belum lama ini di Pekanbaru mengatakan, 
tingginya angka penduduk miskin di Riau juga disebabkan oleh krisis ekonomi dan 
banyaknya angka migrasi ke Riau. Kedua faktor ini juga menyebabkan angka 
kemiskinan di Riau jadi bertambah setiap tahunnya. 

Bila dilihat dari data tahun 2004, terlihat angka kemiskinan paling tinggi 
terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 31,95 persen, kemudian diikuti 
Indragiri Hulu sebesar 31,44 persen, dan Kabupaten Kuantan Sengigi sebesar 
27,45 persen.

Sedangkan angka kemiskinan terkecil terdapat di Pekanbaru dengan jumlah hanya 
10,91 persen, dan kemudian diikuti Dumai sebesar 17,85 persen, lalu kemudian 
Pelalawan sebesar 18,39 persen. Dari sini dapat dilihat kantong-kantong 
kemiskinan itu umumnya berada di daeah pedesaan.

Meski berbagai upaya kebijakan telah dilakukan untuk pengentasan kemiskinan di 
Riau, seperti melalui program IDT, JPS, PPK, P3DT, p2d, subsidi BM, Raskin dan 
sebagainya, namun upaya itu belum terlihat memberikan perubahan terhadap 
pengurangan kemiskinan. 

Menurut beberapa Pengamat Ekonomi di Riau hal ini disebabkan oleh pendekatan 
pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan sangat diwarnai oleh pendekatan sektor 
yang memprioritaskan produksi. Akibatnya dalam implementasi tidak terlihat 
daerah dan kelompok yang menjadi sasaran.

Rusdi Ilyas, salah seorang Pengamat Ekonomi dari Universitas Riau mengatakan, 
Pemprov Riau seharusnya lebih serius lagi dalam memprogram program guna 
mengentaskan kemiskinan ini. "Program tersebut jangan dijalankan 
setengah-setengah, tapi harus tuntas," jelasnya.

Selain membuat program peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Riau juga 
harus memperhatikan pendidikan di daerah ini. Sebab kemiskinan tersebut
selalu terkait dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. "Jadi bidang 
pendidikan juga harus menjadi prioritas untuk diperhatikan," tambah dia 
lagi.(Ad) 
  
 


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelompok Advokasi Riau - KAR
  Jl. Gabus. No. 39 
  Tangkerang Barat
  Pekanbaru - Riau
  Telp : +62812 680 3467
Fax  : +62761 22545

   

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke