Refleksi: Apakah petugas yang membeli dan yang menyelidiki kwalitas tidak 
diperikasa sesusai ketentuan hukum, bila ada peraturan demikian? Ataukah harus 
diucapkan syukuralhamdulilah karena ada beras untuk mengisi perut?

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/14/bulog-rugi-rp1-4-miliar-karena-thailand-kirim-beras-mutu-rendah/

14/06/07 17:28

Bulog Rugi Rp1,4 Miliar Karena Thailand Kirim Beras Mutu Rendah

Jakarta (ANTARA News) - Perum Bulog mengungkapkan pelanggaran yang dilakukan 
Thailand terhadap kontrak impor dengan BUMN tersebut dengan mengirimkan beras 
kualitas buruk yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp1,4 miliar.

Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta, Kamis mengatakan, dari rencana 
impor beras 200 ribu ton dari Thailand ternyata sebanyak 14 ribu ton yang sudah 
dikirimkan kualitasnya buruk yakni dengan kadar pecah 20 persen, sementara 
syarat yang ditetapkan kadar pecah untuk beras impor hanya 15 persen.

"Kita akan mengajukan tuntutan ganti rugi atas pelanggaran yang mereka lakukan 
dengan membayar biaya yang kita keluarkan untuk memperbaiki kembali kualitas 
beras tersebut," katanya.

Menurut dia, dari 12 kapal berisi beras dari Thailand untuk Indonesia tersebut 
sebanyak dua kapal di antaranya dengan volume 8.000 ton yang akan dikirim ke 
Jakarta dan 6.000 ton ke Cilacap ternyata kualitasnya buruk yakni kadar pecah 
20 persen.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan mengirim beras tersebut ke pabrik untuk 
diproses kembali sehingga kualitasnya lebih baik dengan kadar pecah 15 persen.

Biaya pemrosesan beras tersebut serta tingkat penyusutan setelah mengalami 
pemrosesan akan dibebankan kepada pihak Thailand selaku eksportir.

Menyinggung kebijakan yang akan ditempuh pemerintah Indonesia jika Thailand 
tidak bersedia bertanggungjawab terhadap pelanggaran tersebut dengan membayar 
biaya pemrosesan, dia mengatakan, pihaknya akan membicarakan hal itu dengan 
Wakil Menteri Perdagangan/Dirjen Perdagangan Luar Negeri Thailand yang akan 
berkunjung ke Indonesia 2-3 Juli 2007.

"Sampai dengan Juni ini kalau tak ada perbaikan kualitas beras maka kita akan 
komplain saat datang ke Indonesia ," katanya.

Dirut Perum Bulog juga menyatakan keheranannya terhadap lolosnya beras kualitas 
buruk tersebut ke Indonesia padahal sudah ada pengawas baik di Thailand ketika 
akan dikirim maupun di Indonesia yang dilakukan oleh Sucofindo.

Dia mengakui, kasus kualitas beras buruk dari Thailand tersebut hanya lima 
persen dari total rencana impor namun pihaknya tidak ingin hal itu terulang 
lagi. Karena itu akan dilakukan pengusutan lebih jauh terhadap bobolnya 
pengawasan atas beras impor kualitas buruk tersebut. 

Dia mengatakan, dari rencana kontrak impor beras dengan Thailand sebanyak 200 
ribu ton hingga saat ini yang telah masuk ke Indonesia mencapai 77.350 ton.(*)



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke