HARIAN ANALISA
Edisi Sabtu, 16 Juni 2007 

Tanah Jakarta Berpotensi Amblas jika Terjadi Gempa 5 MW 

Jakarta, (Analisa) 

Tanah Jakarta cukup berpotensi untuk amblas, longsor dan kehilangan daya dukung 
terhadap fondasi bangunan dan infrastruktur di atasnya jika terjadi gempa 
dengan skala di atas 5 MW (Magnitudo gempa) dan dengan kecepatan gempa 
permukaan di atas 0,1 gal (80 cm per detik kuadrat). 

"Jakarta merupakan kota yang dibangun di pesisir, khususnya area di utara 
Jakarta. Jadi sebagian tanahnya dari jenis pasir, bukan jenis lempung," kata 
pakar geoteknologi LIPI, Adrin Tohari di Jakarta, Jumat. 

Tanah jenis ini jika ditambah syarat lain yakni bersifat lepas (tidak padat) 
dan jenuh air, lanjut dia, maka cukup berpotensi terkena likuifaksi atau suatu 
fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. 

Pada peristiwa ini, lapisan tanah pasir berubah menjadi cairan sehingga tidak 
mampu menopang beban bangunan di atasnya dan mengakibatkan antara lain, 
hilangnya daya dukung atau kegagalan pondasi jembatan, mengakibatkan "ground 
settlement" yang dapat menimbulkan penurunan pada bangunan dan "ground 
oscillation" yang dapat menimbulkan kerusakan pada jalan. 

Likuifaksi juga menyebabkan "flow failure" atau longsoran lereng tanah yang 
menimbulkan kerusakan besar pada jalan yang berada di atas tebing, menyebabkan 
"lateral spread" atau perpindahan menyamping pada permukaan datar dan 
menimbulkan kerusakan pada bangunan dan jalan. 

Likuifaksi juga membuat lapisan pasir menyembur (sand boiling) dan menyumbat 
sumur. 

Ia memberi contoh ketika terjadi gempa Yogyakarta di mana sumur-sumur 
menyemburkan pasir dan tersumbat sehingga warga Yogyakarta yang rumah-rumahnya 
hancur karena gempa makin menderita dengan kekurangan sumber air bersih. 

Selain itu likuifaksi juga bisa menyebabkan "bouyant rise of buried structures" 
yang menimbulkan ledakan pada pipa gas atau tanki bahan kimia terpendam di 
dalam tanah. 

Namun demikian studi tentang struktur tanah di Jakarta sangat minim, belum ada 
pemetaan area mana saja di Jakarta yang mengandung lapisan pasir lepas dan 
jenuh air yang berbahaya jika didirikan bangunan di atasnya. 

"Kesulitan kami melakukan studi struktur tanah di Jakarta karena Jakarta sudah 
terlanjur padat dengan aspal, beton dan bangunan, padahal studi geologi perlu 
menggali dan membor lokasi-lokasi yang ingin diketahui," katanya. 

Sumber gempa bagi Jakarta, ujarnya, bisa berasal dari subduksi di sepanjang 
barat Sumatera hingga selatan Jawa, sesar di Jawa Barat dan gempa Krakatau yang 
memiliki rentang umur ledakan sekitar 200 tahun. 

Ditanya soal kerawanan reklamasi pantai di utara Jakarta, menurut dia, bisa 
saja dibuat menjadi tidak rawan likuifaksi asal lapisan tanah di bawahnya 
dipadatkan..


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke