Memang ada baiknya penyambutan pejabat negara tidak perlu terlalu protokoler, 
dibuat meriah, membawa pengikut dan para abdinya berlebihan. Diswamping 
membebani anggaran dan cuma suka hal-hal yang meriah dan haus tepuk tangan 
lebih baik biasa saja yang penting hasil kunjungannya itu konkret bisa 
dirasakan hasilnya oleh kalangan bawah. Saya pikir rakyat sudah benar tidak 
perlu menyambut keterlaluan, karena kalo mereka disuruh menyambut dan harus 
meninggalkan pekerjaan beban rakyat makin berat hanya karena penyambutan yang 
harus meriah. Iya kan?? 

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:           Refleksi: Rakyat Desa Totolan 
memberikan contoh bagus bagi desa-desa lain untuk melakukan hal yang sama.

Harian Komentar

12 Juli 2007

Menteri Disambut 'Adem-ayem' di Minahasa 


Acara penyambutan terhadap kunjungan Menteri Negara Pembangunan Desa Tertinggal 
(PDT), Ir Mohamad Lukman Edy, Rabu (11/07) kemarin di Desa Totolan, Kecamatan 
Kakas, terkesan 'adem-ayem'. Padahal dalam kunjungan beberapa menteri 
sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa nampak selalu antusias 
menyambutnya dengan meriah.

Namun terpantau harian ini, penyambutan menteri mirip penyambutan seorang camat 
yang datang berkunjung ke suatu desa. Atau mungkin sambutan terhadap camat bisa 
lebih meriah dibandingkan yang terjadi kemarin. Jadi tak heran apabila timbul 
kesan bahwa pemkab kurang siap menyambut kedatangan menteri negara yang satu 
ini.

Indikator lain, yakni tidak adanya susunan acara resmi dalam pertemuan menteri 
dengan masyarakat Desa Totolan. Artinya, protokoler yang harusnya ada, tidak 
disiapkan. Bahkan Wakil Bupati Rull Kuron sendiri tidak diper-siapkan dengan 
naskah sam-butan. Kehadiran pejabat pemkab pun sangat minim. Hitung-hitung, 
hanya tiga pejabat Eselon II yang hadir.
"Kalau memang Bupati Minahasa Vreeke Runtu dan sejumlah pejabat penting se-dang 
berada di luar daerah, setidaknya pemkab bisa mensiasati agar acara pertemuan 
Menteri PDT bisa bergairah meskipun bupati tidak ada," celetuk Jemy Tumonggor, 
warga Kakas yang ikut dalam acara tersebut.
TAK SETUJU BLT

Sementara itu, dalam pertemuan dengan warga Kakas, Menteri Negara Pembangunan 
Daerah Tertinggal (PDT), Ir Mohamad Lukman Eddy, nampaknya kurang setuju dengan 
program pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin. Sebab 
menurutnya, kurang efektif memerangi kemiskinan.

"Mohon maaf. Tapi saya kurang sependapat dengan program BLT ini. Karena yang 
diberikan kepada masyarakat adalah uang tunai. Dan pasti uang ini akan langsung 
habis dalam beberapa hari saja. Setelah itu, masyarakat miskin penerima dana 
akan kembali kepada kehidupan-nya semula," ujar Lukman, Rabu (11/07) kemarin, 
di Desa Totolan Kecamatan Kakas. 
Sebaiknya, terang Lukman, bantuan kepada masyarakat berupa usaha, yang bisa 
memberikan nilai tambah secara kontinyu bagi masyarakat. 

"Lebih baik kalau kita memberikan bantuan untuk pemberdayaan masyarakat di 
desa, seperti yang sedang kita lakukan sekarang. Ini lebih bermanfaat untuk 
peningka-tan kesejahteraan masyarakat, karena keuntungannya bersifat jangka 
panjang," pungkasnya lagi.(dav

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke