http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/12/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Utang Luar Negeri Bertambah

[JAKARTA] Pemerintah menambah plafon jumlah utang luar negeri yang berasal dari 
Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) serta Japan Bank for International 
Cooperation (JBIC). Penambahan jumlah pinjaman luar negeri itu ditujukan untuk 
pinjaman program dalam APBN Perubahan 2007. 

Namun, pemerintah menegaskan bahwa penambahan pinjaman luar negeri tersebut 
bukan utang baru. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito 
Abimanyu, membenarkan adanya penambahan plafon utang luar negeri tersebut di 
Departemen Keuangan, Rabu (11/7). 

"Bukan utang baru, tapi jumlahnya ditambah," ujar Anggito. Penambahan utang 
tersebut sebagai upaya pembiayaan defisit anggaran dalam RAPBN Perubahan 2007 
yang diprediksi membengkak dari Rp 40,5 triliun atau 1,1 persen terhadap produk 
domestik bruto (PDB) menjadi Rp 62 triliun atau 1,6 persen terhadap PDB. 

Dalam RAPBN 2007 yang diusulkan pemerintah ke DPR, rasio utang terhadap PDB 
naik dari 35,35 persen menjadi 35,61 persen. Sementara penarikan pinjaman luar 
negeri bruto naik dari Rp 40,3 triliun menjadi Rp 42,4 triliun dengan rincian 
pinjaman program meningkat dari Rp 16,3 triliun menjadi Rp 19,1 triliun. 

Sedangkan penarikan pinjaman proyek lebih rendah 2,8 persen dari asumsi awal di 
APBN 2007 yakni dari semula Rp 24 triliun menjadi Rp 23,3 triliun. Anggito 
menjelaskan, penambahan jumlah utang luar negeri itu sebagai alternatif 
terakhir untuk pembiayaan defisit anggaran. 

"Prinsipnya, kalau utang luar negeri yang pinjaman program, itu sebagai upaya 
terakhir. Kita prioritaskan utang dalam negeri, tapi kalau sudah maksimum akan 
kita gunakan alternatif yang kedua, kita minta plafonnya dinaikkan dari Bank 
Dunia, ADB, serta JBIC," kata Anggito. 

Ia menegaskan penarikan utang tersebut bisa dijadwalkan karena pinjaman program 
biasanya bersifat berkesinambungan (multi years). Menurutnya juga, walau pun 
ada penambahan rasio utang terhadap PDB namun tetap aman dan tidak berisiko. 

"Bisa naik turun. Waktu Jepang (pinjaman ke JBIC-red), tidak kita tarik. Yang 
penting programnya berdimensi multi years dan penarikannya tergantung pada 
kondisi APBN," kata Anggito. 

Ia juga membenarkan adanya beban bunga yang harus dibayar dengan penambahan 
utang tersebut. Namun, sifat dari pinjaman program itu merupakan pinjaman lunak 
dengan bunga yang murah dan berjangka waktu panjang. Pinjaman program bukan 
untuk pembangunan fisik namun ditujukan untuk perbaikan tata kelola pemerintah 
seperti reformasi keuangan dan fiskal. 

Namun, beban bunga itu akan dikenakan jika pemerintah menarik pinjaman luar 
negeri tersebut tahun ini juga. Tetapi, sambung Anggito, penambahan pinjaman 
dalam RAPBN-P 2007 bukan berarti harus ditarik tahun ini. 

"Nanti pada September atau Oktober kita tetapkan kira-kira perlu atau tidak. 
Tapi kan harus direncanakan, kita naikkan plafonnya dulu supaya Bank Dunia 
meminta persetujuan dari dewan untuk menaikkan," kata Anggito. [L-10] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 12/7/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke