REFLEKSI: Bagaimana bisa serius kalau mereka tidak  tahu dan tidak mau  
mengerti masalanya. Kalau bacaannya cuma itu-itu saja dan oleh sebab itu pula 
pandangan terhadap kemajuan dunia pun sempit ke abad kegelapan yang berakibat 
tak serius dan tidak bisa memberikan impuls dan dorongan bagi perkembangan ilmu 
pengetahuan dunia modern.   

http://www.antara.co.id/arc/2007/7/17/pemerintah-tak-serius-kembangkan-rekayasa-genetika/

17/07/07 17:46

Pemerintah Tak Serius Kembangkan Rekayasa Genetika

Jakarta, 17/7 (ANTARA) - Pengamat pertanian Bustanul Arifin menilai pemerintah 
tidak serius mengembangkan produk rekayasa genetika atau bioteknologi di 
Indonesia sehingga perkembangannya hingga saat ini lamban.

Dalam seminar bertajuk "Tinjauan Sosial Ekonomi dan Lingkungan Tanaman Produk 
Rekayasa Genetika" di Jakarta, Selasa, dia mengatakan, saat ini pengembangan 
produk rekayasa genetika di tanah air masih bersifat "buka-tutup" dan tidak 
fokus.

"Pemerintah belum fokus mengembangkan produk rekayasa genetika dan masih 
bersifat `on-off` atau buka tutup," kata Guru Besar dari Universitas Lampung 
itu.

Menurut dia, pengembangan produk rekayasa genetika bisa diterapkan untuk empat 
komoditas pangan utama yakni padi, jagung, gula dan kedelai. 

Dikatakannya, salah satu hal yang penting untuk mendukung pengembangan produk 
rekayasa genetika yakni dengan meningkatkan kegiatan penelitian.

Indonesia, tambahnya, sangat membutuhkan terobosan perubahan teknologi untuk 
meningkatkan produksi pangan, terutama beras, dan pangan strategis lain jagung, 
kedelai, gula atau yang diusulkan secara resmi sebagai special products (SPs) 
dalam kerangka perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 

Oleh karena itu ujar peneliti Senior InterCAFE-IPB, Bogor itu, penelitian 
terhadap pengembangan produk bioteknologi seharusnya tidak dihalang-halangi 
apalagi untuk melakukan uji adaptasi yang penting guna mengetahui apakah 
komoditas tersebut memiliki dampak yang menguntungkan atau merugikan.

Sementara itu Direktur PG Economics, Ltd, sebuah lembaga penelitian independen 
di Inggris, Graham Brokes mengatakan, untuk mengembangkan produk rekayasa 
genetika di Indonesia diperlukan regulasi dari pemerintah.

Dalam studinya bertajuk "Tanaman Modifikasi Genetika: Dampak Sosial Ekonomi dan 
Lingkungan Sembilan Tahun Pertama 1996-2004", Brokes mengungkapkan, penggunaan 
teknologi rekayasa genetika mampu meningkatkan pendapatan petani.

Pada 2004, tambahnya, pendapatan petani secara global mencapai 4,8 miliar dolar 
AS dan pada 2005 naik menjadi k5,6 milair dolar AS sementara selama 1996-2004 
manfaat ekonomis yang diterima mencapai 27 miliar dolar AS.

Lonjakan pendapatan petani di tahun 2005, menurut dia, lebih besar disumbang 
oleh perolehan petani yang menanam kacang kedelai yang toleran terhadap 
herbisida sebesar 2,281 miliar dolar AS, disusul petani yang menanam kapas 
biotek tahan insektisida sebanyak 1,7 miliar dolar AS.

Selain itu juga dari petani yang menanam jagung dan kanola yang toleran 
herbisida dan tahan insektisida menyumbang perolehan angka pendapatan sebesar 
628 juta dolar AS.(*)


Copyright © 2007 ANTARA




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke