Konstanta Pi Lebih Memenuhi Sebagai Wahyu Allah Katimbang AlQuran ! Dari sudut tinjauan agama, maka Allah itu adalah angan2 umat yang percaya yang memberi berbagai illustrasi yang bisa sama sekali berbeda dari persepsi satu umat ke umat lainnya meskipun sesama agama kepercayaannya.
Segala sesuatu bisa dipastikan dan dibuktikan eksistensinya atau keberadaannya hanya apabila bisa didefinisikan secara jelas. Segala sesuatu yang tidak bisa didefinisikan, atau tidak ada definisinya atau tidak pasti definisinya, maka tidak pernah dianggap eksist tidak pernah dianggap ada karena tidak ada yang bisa mengatakan sesuatu yang enggak ada itu sebagai ada. Demikianlah, semua keberadaan yang ber-beda2 illustrasinya tergantung dari persepsi masing2 dari mereka yang menganggapnya "ada", maka hal seperti ini kita namakan "angan2" atau merupakan "bagian dari angan2". Agak berbeda dengan "Wahyu", karena untuk kosakata "wahyu" ini lebih mudah untuk didefinisikan dalam kesepakatan pen-definisiannya. Misalnya saja, kalo kita bisa sepakat bahwa "Wahyu" adalah "pesan" yang disampaikan kepada kita dari alam semesta atau object misterius yang tidak eksist tetapi merupakan alam gaib, maka wahyu ini bisa dipersepsi jadi sama oleh mereka yang mempersepsinya meskipun dengan cara2 yang berlainan. Contohnya, dengan suatu teknik tertentu, ada satu orang yang bisa mempersepsikan bahwa ukuran lingkaran ataupun luas sebuah lingkaran berkaitan dengan nilai pi yang kemudian nilai pi ini dibuktikan merupakan angka yang mendekati 22/7. Maka dengan teknik lainnya yang berbeda, ada orang lainnya yang bisa juga mempersepsi hal yang sama. Hal ini memang merupakan keajaiban alam semesta bahwa ada angka pi yang tidak kelihatan dengan mata ataupun bisa diraba dengan detektor apapun juga, namun terbukti angka pi ini eksist karena berhasil dipersepsi secara sama. Mungkin Pi ini bisa dianalogikan, disimbolkan, di illustrasikan sebagai "pesan" ataupun sebagai wahyu Allah yang aseli, atau yang otentik karena keberadaannya bukan berasal dari hasil tulisan manusia melainkan berasal dari hasil observasi berbagai manusia yang bisa dipersepsi secara sama. Dengan membandingkan dengan Pi inilah, kita bisa membuktikan bahwa AlQuran bukan pesan dari kekuatan misterius ataupun kekuatan gaib ataupun dari alam semesta karena selain persepsinya tidak sama antara mereka yang percaya dan mereka yang tidak percaya, bahkan juga tidak sama antara mereka sesama yang percaya. Hal ini ditunjang dengan fakta2 bahwa AlQuran merupakan tulisan2 dari hafalan2 masyarakat yang dikumpulan untuk kemudian ditulis oleh seseorang yang bukan nabi atas perintah seorang penguasa yang menjabat kekuasaan sebagai Caliph pada waktu itu. Apalagi, hafalan2 dari masyarakat yang dikumpulkan untuk ditulis menjadi kitab AlQuran waktu itu, juga di sensor, karena tidak semua yang dihafalkan oleh masyarakat boleh dituliskan kedalam kitab Alquran yang direncanakan design isinya oleh sang Caliph itu sendiri. Pada waktu pengumpulan hafalan2 itu, ada seorang yang bernama Abu Khaliqi yang berumur sekitar 40 tahun mengungkapkan kejadian yang disaksikannya yang selalu diingatnya untuk kemudian dihafalkannya, yaitu tentang kejadian yang dilihat dan didengarnya sendiri bahwa Nabi Muhammad menunjuk Ali cucunya sebagai pengganti nabi nanti setelah nabi meninggal dunia. Bapak Abu Khaliqi ini datang menghadap Zait bin Tzabit untuk menyampaikan pesan langsung dari sang Nabi yang diingatnya, dipesannya, dan didengarnya langsung dari mulut sang nabi. Tapi karena pesannya ini disensor oleh Abu Baqar yang merasa kedudukannya terancam, maka si penulis AlQuran Zaid bin Tzabit dilarang untuk menuliskan pesan ini. Dan masih banyak sekali pesan2 yang berasal dari ajaran2 nabi Muhammad yang dihafal oleh umatnya yang dilarang oleh penguasa Abu Baqar yang bertindak sebagai Caliph dengan melalui cara2 mengangkatnya diri sendiri. Dilain pihak, hal yang sama juga terjadi dipihak Islam aliran Shia dimana mereka mencatat pesan Abu Khaliqi ini dalam Alquran Shia, namun juga mensensor pesan2 lainnya yang menguntungkan Abu Baqar. Akibat sensor menyensor dalam penulisan AlQuran, sudah jelas, hasilnya adalah AlQuran yang tidak berisi wahyu, dan juga tidak berisi ajaran nabi Muhammad. Isinya tidak lebih dan tidak kurang hanyalah pesan2 penguasa yang berkuasa yang mengangkat dirinya sebagai Caliph. Oleh karena itulah, AlQuran bukanlah buku Autentik selain tidak mencantumkan nama penulisnya, tidak ada nama penerbitnya, dan juga tidak ada yang bertanggung jawab atas kebenaran isinya karena isinya berasal dari hafalan2 maupun catatan2 yang sudah disensor secara ketat untuk kepentingan vested Interest sebuah kekuasaan. Dari argumentasi diatas, bisa disimpulkan bahwa, konstanta Pi bisa disimbolkan sebagai pesan misterius yang berasal dari alam semesta, atau yang juga bisa disimbolkan sebagai illustrasi Allah karena ternyata bisa dipersepsi secara sama oleh setiap manusia apapun agamanya. Dan persepsi ini tidak berubah karena berubahnya kepercayaan si pemirsa. Dengan demikian, Pi lebih mencerminkan sebagai wahyu Allah katimbang AlQuran. Apalagi hafalan manusia bisa selalu terlupa, namun Pi tanpa perlu dihafal sekalipun bisa setiap saat dipersepsi oleh semua umat manusia tanpa membedakan apa agamanya. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
