http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007082103024016
Selasa, 21 Agustus 2007
BURAS
Kerangkeng Koruptor!
H.Bambang Eka Wijaya:
"SIBUK membuat desain apa?" tanya Umar. "Mirip kurungan ayam?"
"Desain kerangkeng anyaman bambu!" jawab Amir. "Untuk membawa hasil
buruan hidup!"
"Memangnya mau berburu apa?" kejar Umar.
"Berburu koruptor!" tegas Amir. "Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus
(Jampidsus) Kemas Yahya Rahman sudah menyampaikan perintah Jaksa Agung agar
setiap tahun kejaksaan negeri (kejari) menuntaskan lima kasus korupsi,
kejaksaan tinggi (kejati) tiga kasus dan mengirim satu kasus ke Kejaksaan
Agung! Kode operasinya 5-3-1."
"Berarti akan terjadi perburuan besar-besaran terhadap koruptor!" sambut
Umar. "Tapi, apa kejaksaan butuh kerangkeng bambu untuk membawa hasil
buruannya? Kejaksaan kan punya mobil tahanan canggih!"
"Kita tawarkan dengan proposal yang sangat meyakinkan perlunya kerangkeng
bambu ini buat koruptor!" jelas Amir. "Korupsi kejahatan luar biasa, tak
berperikemanusiaan, karena uang rakyat yang mayoritas masih miskin dan papa
ditilap untuk kepuasan pribadi, keluarga, dan kelompok! Akibatnya rakyat tambah
miskin, tak sedikit terlunta-lunta di negeri orang untuk mencari penghidupan
sebagai babu atau kuli, tak peduli tersiksa siksa lahir-batin! Tapi dengan
harta korupsinya yang berlimpah-limpah, jauh dari sebanding dengan gajinya,
selama ini koruptor malah dihormati di tengah masyarakat!"
"Dengan pandangan warga masyarakat yang permisif terhadap koruptor,
korupsi justru menjadi peluang untuk meraih status sosial, bukan perbuatan yang
bisa membuat dirinya tercela di tengah masyarakat!" sambut Umar. "Atas
pandangan masyarakat yang demikian terhadap korupsi itu memang perlu suatu
shock therapy untuk mengubahnya!"
"Nah, itu!" timpal Amir. "Kerangkeng bambu bisa menjadi terapi kejut bagi
sikap permisif masyarakat itu, lebih-lebih buat para koruptor agar mengurangi
nafsu serakahnya!"
"Tapi, apakah membawa terpidana korupsi dengan kerangkeng bambu tak
diprotes soal manusiawinya?" kejar Umar.
"Di China koruptor dihukum gantung!" tegas Amir. "Juga, bagaimana
koruptor menuntut perlakuan manusiawi terhadap dirinya, jika tindakannya
mengorupsi uang rakyat yang mayoritas sedang menderita itu dia lakukan tanpa
rasa perikemanusiaan? Perlu dibuat gerakan budaya menggugah warga bahwa korupsi
itu tindakan tak bermoral!"
"Kalau untuk itu, kerangkeng bambu koruptor bisa dipajang di tempat
strategis guna selalu mengingatkan orang, di kerangkeng itulah tempat paling
tepat bagi koruptor!" sambut Umar. "Sebagai gerakan budaya, kalaupun para
koruptor yang sudah tebal karat di hatinya hingga tak terpengaruh gerakan itu,
setidaknya pada generasi muda berbekas sepanjang hayat kesan betapa buruknya
perbuatan korupsi! Artinya, ada upaya untuk menghilangkan korupsi dari
kehidupan masyarakat, meskipun mungkin baru terwujud satu generasi ke depan!"
"Begitulah!" tegas Amir. "Untuk sekarang, operasi 5-3-1 kejaksaan bisa
menjadi garis start perjalanan menuju budaya baru--yang bersih dari
korups--itu!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/