Posting lama
--- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Bila internet memungkinkan tiap orang di Indonesia, artinya juga
orang islam, untuk membaca berita dari berbagai sumber, ada
beberapa kesempatan yang hanya bisa dinikmati oleh orang Islam
Indonesia di negeri demokratik..
Pertama atmosfer kebebasan berfikir, kebebasan menyatakan
pendapat..
Kita lihat di negeri demokratik, boleh dibilang tiap hari, betapa
orang non Islam itu dengan bebas ngomong tentang Yesus yang
dikatakan anak haram dan entah apa lagi...
Juga tentang kejahatan perang yang dilakukan Bush dan Blair..
Atau tentang Muhammad, tentang al-Mushaf...
Atau kedunguan dan kebiadaban orang Islam yang membunuh Theo van
Gogh..
Jadi, orang Islam Indonesia yang berada di negeri demokratik
bisa merasakan dan menikmati betapa leganya atmosfer kebebasan
itu.
Beda dengan orang Islam yang berada di Indonesia.
Kebebasan itu tidak luas betul di Indonesia.
Tapi bukan hanya itu kelebihan yang dinikmati oleh orang
Islam yang berada di alam demokratik.
Yang penting pula adalah relatif mudahnya dan relatif murahnya
mendapatkan buku-buku dan tulisan para orientalis....
Ambil buku tulisan Wansbrough dan murid-muridnya yang baru
terbit atau yang di cetak ulang.
Atau buku Lüling dan Luxenberg.
Rata-rata dibawah 50 dollar, yang kira-kira sama dengan harga
makan di restoran sederhana untuk dua orang.
Malah sering juga jauh dibawah itu.
Buku-buku yang sudah out of print juga sering masih bisa dibeli
di antiquariat walaupun harganya suka jauh lebih mahal...
Buku "Hagarism..." tulisan Michael Cook dan Patricia Crone saya
baca di Amazone harganya hampir empat ratus dollar....
Tapi di negeri demokratik ada perpustakaan...
Dan bila di kota tempat tinggal kita tidak ada perpustakaan yang
punya buku yang mau kita baca, sering kita bisa meminjam buku
itu dari kota atau bahkan dari negeri lain melalui perpustakaan
yang ada dikota kita...
Jadi, orang Islam yang berada di negeri demokratik, disamping
berkesempatan menghirup udara bebas dan melegakan, juga punya
kesempatan luas untuk membaca dan memperluas cakrawala...
Untuk berfikir dengan bebas.
Untuk dengan bebas memperluas cakrawala.
Kemudahan dan kebebasan itu menimbulkan hutang budi.
Hutang budi kepada alam demokratik yang memungkinkan kita
menikmati kebebasan dan kemudahan itu.
Hutang budi kepada sesama orang Islam yang tinggal di Indonesia
dan tidak berkesempatan manikmati kebebasan dan kemudahan itu.
Agar jelas: adalah kewajiban moral tiap orang Islam yang sempat
menghirup atmosfer kebebasan dan yang menikmati kemudahan untuk
memperluas cakrawala itu untuk menyampaikan penglihatannya dan
bacaannya kepada mereka yang tidak sempat menikmati semuanya
itu.
Sepanjang pengetahuan saya, hanya Hasan Basri ("Proletar") yang
sekarang hidup di Amerika dan Sasis yang pernah hidup di Amerika
(dan sekarang tidak sering muncul lagi, if at all, di dunia
internet) yang memenuhi tugas moral mereka itu.
Saya sendiri berusaha menurutkan jejak mereka.
--- End forwarded message ---
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/