http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=9191

Senin, 03 Sept 2007,


NU Cabang Fatwakan Haram, PB NU Terkejut 


Soal Pembangunan PLTN Muria di Jateng 
JEPARA - Pro dan kontra pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di 
Semenanjung Muria, Jawa Tengah (Jateng), mulai memasuki wilayah fatwa. Kemarin 
(2/9), Pengurus Cabang NU (PC NU) Jepara mengeluarkan fatwa mengejutkan: 
Pembangunan PLTN di Muria haram. 

Keputusan tersebut merupakan hasil bahtsul masail (pembahasan masalah) yang 
dilakukan sejumlah kiai dan pengurus PC NU plus Lajnah Bahtsul Masail (LBM) PW 
NU Jateng. Hasil bahtsul masail itu disampaikan dalam jumpa pers di gedung PC 
NU Jepara. 

Sekretaris Tim Perumus KH Ahmad Roziqin mengatakan, bahtsul masail tersebut 
dilaksanakan mulai Sabtu (1/9) hingga kemarin. "Pembangunan PLTN Muria lebih 
banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Karena itu, kami memutuskan haram!" kata 
Roziqin.

Kepada para wartawan, Roziqin mengatakan, selama merumuskan persoalan tersebut, 
pihaknya senantiasa memegang prinsip ajaran ahlussunnah wal jamaah, tawassuth, 
i'tidal, tasamuh, dan tawazun. "Hasilnya, limbah radioaktif jauh lebih 
berbahaya dibandingkan energi yang menurut perhitungan kami hanya dua sampai 
empat persen saja," lanjutnya.

Ketua Tim Perumus KH Kholilurahman menambahkan, sikap PC NU Jepara itu akan 
disampaikan ke PW NU Jateng dan PB NU. "Menurut kami, sebaiknya pemerintah 
membatalkan rencana pembangunan PLTN Muria karena secara nyata rencana tersebut 
telah menimbulkan tarwi' al muslimin (keresahan umat)," katanya.

Di tempat terpisah, fatwa haram PC NU Jepara itu mengejutkan organisasi 
induknya, yakni PB NU. Fatwa haram tersebut dianggap berlebihan. 

Ketua PB NU Ahmad Bagja mengatakan, pihaknya terkejut mendengar fatwa haram 
tersebut. "Bagi kami, itu agak berlebihan. Kami belum membahas. Tapi, keputusan 
PC NU Jepara itu kami nilai sebagai masukan atau rekomendasi," ungkapnya.

Dalam minggu ini, PB NU baru akan membahas rencana pembangunan PLTN Muria yang 
memunculkan reaksi keras masyarakat Jepara dan sekitarnya itu. Dalam pembahasan 
nanti, kata Ahmad, PB NU sepertinya tidak akan terlalu jauh sampai ke penentuan 
fatwa halal atau haram bagi PLTN Muria. "Kami akan kaji manfaat dan mudaratnya. 
Dari aspek agama dan ilmiah," ujarnya.

Karena persoalan PLTN Muria banyak melibatkan warga NU di Jepara dan wilayah 
Jawa Tengah lainnya, Ahmad juga akan membawa persoalan PLTN Muria ke rais 
syuriah untuk dimintakan pertimbangan dari sisi kajian Alquran. 

Saat ini, PB NU masih menunggu laporan dari PC NU Jepara terkait dengan 
keluarnya fatwa haram PLTN Muria itu. "Sampai sekarang, laporan resmi justru 
belum masuk," jelasnya. (zis/nto


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke