REFLEKSI: Menjelang hari-hari raya agama surgawi selalu harga kebutuhan bahan keperluan kehidupan turut naik menjulang tinggi ke langit angkasa raya nan biru. Seharusnya sesuai ilmu surgawi Yang Maha Paling Berkuasa bisa menekan harga agar kaum kurang beruntung pun dapat menikmati hari kebesaranNya. Tetapi, tak pernah tanda ajaib harga murah itu terjadi. Hal ini tak lain membuktikan bahwa Mr Iblis Bin Seytan dengan wahyu komersialisme mekanisasi pasar lebih gagah berkuasa dan tak terkalahkan. Adakah diantara para pendebat dan ahli ilmu surgawi bisa menekan harga?
KOMPAS Senin, 03 September 2007 Harga Barang Terus Naik Harga Telur di Ambon Mencapai Rp 12.000 Per Kilogram Makassar, Kompas - Menjelang bulan Ramadhan, harga berbagai jenis bahan kebutuhan pokok terus merambat naik. Kenaikan terjadi akibat berkurangnya pasokan, kendala distribusi, serta psikologi masyarakat yang cenderung berbelanja lebih banyak dibanding biasanya. Berdasarkan pemantauan Kompas, Minggu (2/9), di sejumlah kota di Tanah Air, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas tepung terigu, mentega, kacang tanah, bumbu dapur, cabai merah, gula pasir, telur, dan daging ayam. Di Makassar, kenaikan harga terjadi pada bumbu, gula pasir, dan susu. Di Pasar Pabaeng-Baeng dan Sambungjawa, misalnya, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir ini. Bawang merah yang sebelumnya Rp 7.000, kemarin sudah dijual Rp 8.000 per kilogram, demikian pula bawang putih. Harga ayam potong juga naik, dari Rp 12.000 jadi Rp 15.000-Rp 17.000 per kg. Volume pembelian yang meningkat juga membuat harga bahan makanan di pasar tradisional di Kota Jambi mulai naik. Harga ayam potong naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 20.000-Rp 21.000 per kg. Harga tepung terigu naik dari Rp 4.500 jadi Rp 5.000, sedangkan harga gula pasir naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 per kg. Di Pasar 26 Ilir, Palembang, Minggu, harga beras, tepung terigu, telur, susu, dan minyak goreng juga naik. Menurut Sri, pedagang di Pasar 26 Ilir, hal itu karena stok di tingkat agen menipis. Di Bandar Lampung, harga tepung terigu naik dari Rp 108.000 menjadi Rp 125.000 per zak isi 25 kg. Harga kacang tanah yang sebelumnya Rp 10.800 menjadi Rp 11.500 per kg. Kenaikan harga juga terjadi di Yogyakarta, tetapi dinilai masih wajar. Di Yogyakarta belum terlihat kecenderungan konsumen memborong barang untuk persediaan menjelang puasa dan Lebaran. Kenaikan harga yang sangat dirasakan terjadi pada telur ayam yang kemarin mencapai Rp 10.000 per kg. "Sudah tiga hari ini harga telur ayam Rp 10.000 per kg. Harga ini naik Rp 200 dari harga sebelumnya," kata Ipah, pedagang di Pasar Induk Giwangan, kemarin. Ia menuturkan, harga telur yang diambilnya dari Kulon Progo itu naik akibat harga pakan juga naik. Rubiyati, pedagang di Pasar Beringharjo, mengatakan, kenaikan harga telur terkait dengan banyaknya permintaan telur dari pabrik-pabrik pembuat kue untuk Lebaran nanti. Di Medan dan Padang, harga telur juga terus naik, sementara harga barang lainnya cenderung stabil. Di Pasar Pringgan, harga mentega per 15 kg naik dari Rp 98.000 menjadi Rp 107.000. Di Palu, Sulawesi Tengah, para pedagang memperkirakan harga akan terus naik sampai satu hari menjelang Ramadhan. Kenaikan serupa juga terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kenaikan harga telur agak drastis, dari Rp 20.000 jadi Rp 22.000 per rak berisi 30 butir, tutur Aslam Jaya, pengecer telur di Pasar Mandonga, Kendari. Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra Daniel Paramma, stok bahan pokok cukup banyak di tangan pedagang. Di Ambon Masyarakat Ambon, Maluku, juga semakin terimpit oleh kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang bulan puasa. Kenaikan harga yang sangat mencolok terjadi pada telur yang kemarin mencapai Rp 12.000 per kg. "Sebentar lagi harga telur akan naik lagi. Kapal yang mau masuk ke Ambon kabarnya sudah mematok harga Rp 130.000 per ikat (isi enam rak)," ujar Jais, agen telur di Pasar Mardika, Ambon. Harga bumbu dapur juga naik akibat menurunnya pasokan. Harga lada melonjak hingga Rp 60.000 dari Rp 30.000 per kg karena pasokan dari Baubau, Sultra, kosong.(ITA/WAD/HLN/ANG/REI/YAS/WKM/DYA/BIL/ART/WSI/MHD) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
