Refleksi: Masyaallah. Harga bumbu pun diikut ramaikan turut naik. Cilaka dunia 
NKRI! Bukan saja harga bahan makanan dinaikan, tetapi bumbu pun dipakai untuk 
turut mengeruk laba besar. Bagaimana kalau puasa makan makanan enak?

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=37873&ik=5


      Bumbu Masak Naik 50%   
     
      Senin 3 September 2007, Jam: 18:47:00   
     
      CIREBON (Pos Kota) - Harga sembako di sejumlah pasar tradisonal di 
Cirebon, Jawa Barat, masih pluktuatif, yang dikeluhkan justru pada bumbu masak 
yang harganya naik hampir 50 persen dari harga normal. Kondisi jelas membuat 
ibu rumah tangga was-was terlebih menjelang bulan puasa. 

      Pantauan di Pasar Kanoman, Pasar Sumber dan Pasar Jagasatru, hampir semua 
bahan sembako harganya tidak mengalami perubahan dari sebelumnya, baik itu 
beras, telur dan daging sapi dan ayam, pasalnya kenaikan itu hanya beberapa 
ratus perak saja. Bahkan khusus minyak goreng, harganya justru mengalami 
penurunan. 

      Namun demikian, ada sebagian jenis sembako yang mengalami kenaikan 
diantaranya cabe merah yang kini dijual dengan harga Rp 8 ribu/Kg, yang 
ditingkat pengecer harga itu mencapai Rp 10 ribu/Kg. 

      "Pasokan saat ini memang masih bagus, saya dan pedagang lain disini tiap 
hari mendapatkan paling 4 kuintal (400 Kg, red), yang didatangkan dari Brebes, 
Jawa Tengah," kata Diding, 38, pedagang cabe di Pasar Jagasatru. Namun 
demikian, yang dikeluhkan kalangan ibu rumah tangga justru pada jenis bumbu 
masak, seperti Ketumbar, Kemiri, gula merah, jenis bumbu masak yang memang 
sangat diperlukan. 

      Widi, 55, pedagang di Pasar Tradisional Jagasatru yang menjadi pusat 
pasar grosir di Cirebon mengungkapkan, Kemiri yang semula dijual Rp 13 ribu/Kg, 
kini harganya melonjak menjadi Rp 19 ribu/Kg. Ketumbar saat ini harganya sudah 
menyentuh Rp 15 ribu/Kg padahal sebelumnya masih Rp 10 ribu/Kg. Begitupun 
dengan gula merah, kini dijual Rp 6.900/Kg yang beberapa hari lalu masih dijual 
dengan harga Rp 6.200 perkilo. 

      INDRAMAYU 
      Harga berbagai jenis sembako (sembilan bahan pokok) yang dipantau di 
Padar Indramayu, Jawa Barat, kini cenderung bergerak naik menjelang puasa 
ramadhan tahun ini. Stok beras di gudang-gudang tengkulak maupun di gudang 
pasar daerah masih terlihat menumpuk. Jumlahnya cukup untuk 2 bulan ke depan. 

      Sekalipun jumlahnya melimpah. Akan tetapi harga beras di sejumlah pasar 
daerah seperti Pasar Daerah Indramayu, Haurgeulis, Jatibarang dan Karangampel 
menunjukkan peningkatan dari waktu sebelumnya. 

      Kenaikkan harga beras berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 per Kg. 
Berikut catatan harga beras di sejumlah Pasar Daerah di Kab. Indramayu. Beras 
kualitas 1 Rp 5.000 per Kg harga sebelumnya Rp 4.800 per Kg. Beras kualitas 
menengah Rp 4.800 per Kg harga lama Rp 4.600 per Kg dan beras kualitas biasa 
harganya mencapai Rp 4.600 per Kg padahal sebelumnya hanya Rp 4.400 per Kg. 

      BANDUNG 
      Sementara itu, ibu rumah tangga di kota Bandung, semakin resah menyusul 
harga minyak tanah di kota ini kian hari semakin 'bau' alias mahal. Harga per 
liter di warung-warung tercatat Rp 4.800 atau naik Rp 800 dari pean lalu. " 
Minyak tanah memang bau, dan harganya kini semaiin bau. Walau bau banyak 
dicari," kata salah seorang ibu rumah tangga, Ny Erwin, di wilayah margacinta, 
Senin (3/9). 

      Dia mengaku sangat menyesal atas sikap pemerintah yang nampak diam dalam 
menyerap aspirasi masyarakat masalah minyak tanah. Terbukti, meski masyarakat 
dimana-mana antre memburu minyak, namun, bnelum ada solusi yang handal dalam 
mengatasi masalah tersebut. "Puasa sebentar lagi. Minyak tanah tak terus bikin 
masalah, sementara harga sembako terus melejit dan tak bisa dibendung. Mau 
dibawa kemana negara ini," katanya kesal. 
     
     
      (dono/taryani/darman)  


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke