KE NUSAKAMBANGAN. Terpidana Bom Makassar, Agung Abdul Hamid
kemarin dijaga ketat aparat keamanan saat keluar dari Lapas Kelas IIA Maros
(atas). Agung bersama 14 napi lainnya digiring ke mobil dalmas, sebelum
diterbangkan menuju Nusakambangan (kanan). (FOTO MUKHLIS AMANS HADI/FAJAR)
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=39426
Agung Hamid ke Nusakambangan
(04 Sep 2007, 103 x , Komentar)
Dijaga Ketat Aparat Brimob,Sempat Dititip di LP Maros
MAROS - Terpidana kasus bom Makassar Agung Abdul Hamid, akhirnya harus
menjalani hari-harinya sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
Nusakambangan, Jawa Tengah. Bersama dengan 14 narapidana lainnya, otak kasus
peledakan restoran cepat saji Mc Donald's dan show room NV Hadji Kalla Desember
2002 lalu itu, diterbangkan melalui bandar udara Hasanuddin, kemarin, sekitar
pukul 17.35 Wita.Sebelumnya, Agung sempat dititip di Lapas Kelas IIA Maros.
Namun, tidak sampai 24 jam di lapas ini, suami dari Ir Panca Budi dan dokter
Etty Suwardi itu langsung digiring aparat kepolisian ke bandara dengan
pengawalan ekstra ketat.
Sekadar diketahui, setelah Agung divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri
Makassar, ia memang menjalani penahanan di Lapas Gunungsari, Makassar. Namun,
Minggu malam, 2 September lalu, sekitar pukul 19.30 Wita, Agung dijemput aparat
kepolisian untuk selanjutnya diberangkatkan ke Nusakambangan.
Informasi yang diperoleh Fajar, rencananya malam itu, Agung akan langsung
diberangkatkan ke Nusakambangan. Hanya saja, terkendala transportasi udara,
Agung bersama 14 napi lainnya, terpaksa harus menginap di Maros alias dititip
di LP Kelas II A Maros.
Proses pengiriman Agung ke Nusakambangan sebenarnya nyaris tidak diketahui
wartawan. Fajar yang memperoleh informasi bahwa Agung sudah tidak ada di Lapas
Gunungsari, berusaha untuk mencari jejak terpidana kasus terorisme itu. Malah,
beberapa penerbangan menuju ke Semarang, Jawa Tengah, sejak Minggu malam hingga
Senin siang, ditelusuri.
Terakhir, Fajar memperoleh informasi, Agung masih dititip di Lapas kelas II A
Maros hingga pukul 17.00 Wita. Setelah dicek, ternyata benar. Malah, sejak
Senin siang, aparat kepolisian setempat sudah menyiagakan kesiapan
pemberangkatan Agung.
Sebanyak satu mobil pengendalian massa (Dalmas) aparat Polresta Maros yang
dipimpin Kabag Ops, Kompol Abd Karim didampingi Kasat Samapta, AKP Edy Anwar,
dan didukung satu unit mobil patroli Polsekta Mandai, yang dipimpin Kapolsekta,
AKP Suaib Abd Majid, sudah melakukan pengamanan dan mensterilkan lapas sejak
pukul 14:00 Wita.
Sekitar pukul 16:30 Wita, Kalapas IIA Maros, Agus Budi Hartono, Bc.IP,SH,MH,
datang ke Lapas menemui Kompol Abd Karim di ruang Kepala Seksi Keamanan Lapas,
Syamsul S.Sos. Keduanya langsung membicarakan menyangkut pemberangkatan para
napi tersebut. Namun, Agus Budi Hartono yang tiba-tiba menyadari kehadiran
Fajar, tiba-tiba mengajak Abd Karim ke ruangan tertentu.
Tak lama kemudian, salah seorang petugas Lapas, meminta segenap aparat yang ada
di ruangan Kepala Seksi Keamanan, agar keluar dari Lapas, termasuk Fajar.
Begitu aparat dan Fajar keluar dari kantor Lapas, ternyata di depan pintu,
sudah berdiri istri Agung Abdul Hamid, dr Etty Suwandi yang menunggu saat-saat
suaminya akan diangkut ke mobil menuju Bandara Hasanuddin. Istri Agung Hamid
itu, datang sekitar pukul 17:00 Wita.
Sekitar pukul 17:30 Wita, mobil Taranspas plat merah DD 7777 AI, masuk ke Lapas
dan parkir di depan pintu masuk. Sebanyak 16 orang anggota Brimobda Polda
Sulselbar, bersenjatakan lengkap, langsung menggelar pasukan. Usai menghitung,
mereka langsung masuk Lapas menjemput dan mengawal ke-15 napi tersebut.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas Lapas, terlihat membawa barang-barang para
napi yang akan dikirim itu, menaikkannya ke mobil Transpas DD 7777 AI. Terlihat
perlengkapan salat Agung Abd Hamid, juga dinaikkan ke bagasi bagian belakang
mobil.
Informasi yang diperoleh Fajar, dalam rombongan 15 napi itu, hanya Agung Hamid
yang terkait kasus terorisme. Sementara, 14 lainnya terkait dengan kriminal
murni yang hukumannya rata-rata di atas 18 tahun. Diantaranya juga ada lima
orang terpidana kasus perahu di Bone.
Ketatnya pengamanan para napi ini, juga ditandai dengan pengawalan setiap napi
oleh seorang anggota Brimob bersenjata lengkap. Malah, dua diantara Brimob yang
mengawal itu berpangkat perwira. Hanya saja, tidak diperoleh informasi, apakah
para napi yang kemarin terbang dengan Merpati Airlines itu, dikawal Brimob
hingga ke Nusakambangan. (lis)
Komentar pembaca
Amrozi # Pasuruan # 04 Sep 2007
Lalu kapan mereka2 ini di eksekusi, teroris poso khan sudah (Tibo
cs) kok pemerintah kesannya takut untuk mengeksekusi kalo terorisnya agama
Islam..? apakah krn negara kita mayoritas agama Islam..? jangan ada yg
dibeda2kan donk..mereka khan pembunuh manusia yg tidak berdosa dengan berdalih
memerangi maksiat. Mereka ini adalah orang2 kafir.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/