Van Mook lahir di Semarang... Dia adalah orang Semarang.
Orang Semarang seyogiyanya memberikan penghargaan kepada van Mook yang dari tahun 1917 sudah menginginkan Indonesia Merdeka dan yang mengusulkan kepada ratu Wilhelmina untuk mengucapkan jaji 7 Desember itu - dan yang kemudian 'diterjemahkan' ke Perjanjian Linggarjati... --- In [email protected], "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> > cut-------> > Kembali ke nama jalan: apa nggak bagus kalo kita usulkan kepada warga > kota Semarang, tempat kelahiran van Mook untuk bikin jalan van Mook > lengkap dengan patungnya ditengah jalan... > > Atau orang Semarang sama kerdil otaknya seperti orang Sunda yang nggak > mau ada jalan Mojopahit di kota-kota Sunda? > ++++ > Di buku sejarah Indonesia aku pernah sedikit tahu mengenai Van Mook, dan > tidak/belum mengerti dengan baik karena usiaku pada waktu itu masih kicit > ( kitaran SD/SMP ), yang jelas untuk menjadikan nama jalan terutama di kota > Semarang, sepertinya sulit terlaksana, kecuali dibuat dahulu sister city > antar Semarang dengan salah satu kota di Belanda ( bisa saja tempat > kelahiran orang tua Van Mook ), dengan cara ini minimal Belanda bisa > 'memberi' sesuatu dengan imbalan nama jalan Van Mook ( maklum warga Semarang > ntu peditnya mirip urang Padang juga ). > > Ada solusi lain, sebar luas kan kisah nyata mengenai Van Mook dan Tan Malaka > sehingga masyarakat banyak di Indonesia sadar bahwa masih banyak pahlawan > yang sudah tiada tidak tercatat karena sejarah Indonesia umumnya dibuat oleh > pemenang. > > Jawa Barat memang anti nama nama kerajaan dari Jawa Tengah dan Timur karena > sampai saat ini masyarakat Jawa Barat masih percaya bahwa kerajaan di Jawa > Barat belum pernah dikalahkan oleh kerajaan dari Jawa Tengah, malah sampai > akhir hayatnya Prabu Siliwangi menghilang bersama para ponggawa yang > setianya plus termasuk bangunannya......( konon dihilangkan oleh Sunan > Gunung Djati karena Prabu Siliwangi ogah menjadi mualaf ), dan peninggalan > dari Prabu Siliwangi tinggal suku Baduy yang berasal dari kelompok keluarga > pekerja Prabu Siliwangi, dan sampai saat ini masih tidak mengakui NKRI, > melainkan Kerajaan...( salah satu acaranya adalah pemberian upeti ke pihak > pemerintah yang di beri kan setahun sekali dalam bentuk hasil bumi. > Dalam hal ini bisa di pikirkan bagaimana kabayan nya masyarakat Sunda, > seorang Prabu saja lebih memilih menghilang, apalagi disuruh oleh para wong > Jawa dengan nama Jawa............nehi nehi lah.. > > Yang unik Bogor saat ini banyak memberi nama jalan dengan para tokoh > masyarakat Bogor, semisal Euncesumanta Diredja ( nama jalan ke rumah ku ), > ditanya siapa dia tidak ada yang tahu, akhirnya aku jawab bahwa beliau > adalah kakek dari sopirku............beres. > > sur ( asyik juga ada jalan Van Mook, seperti Bogor yang sudah memiliki > banyak istilah Holanda semisal bellanevue ? , dan Buitenzorg ) > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <walsuparmo@> wrote: > > Salam, > H.J.van MOOK hanya gupernur jenderal Hindia Belanda yang > TERAKHIR.Jabatannya semula mulau tahun 1938- 1942 adalah DIRJEN > PERDAGANGAN atau MENTERI PERDAGANGAN Hindia Belanda(sebab itu ia > kenal NADJAMUDDIN DAENG MALEWA yang dijadikannya Perdana Menteri > NIT) sebab pangkat menteri hanya terdapat dinegara induk yaitu > negeri Belanda. > Seorang gubernur jenderal tidak berwenang meskipun hanya gagasan > saja, untuk memberi kemerdekaan Hindia Belanda karena itu ada > ditangan Ratu. > Bagaimana Anda sampai ke tahun 1917? Kalau dinegeri Belanda ada > jalan Syahrir itu karena orang Belanda otaknya tidak KERDIL. Jangan > mengharap itu dari bangsa Indonesia, sedangan jalan MAJAPHIT saja di > kota2 JAWA BARAT tidak ada karena orang Sunda selama sejarah selalu > melawan penjajahan orang Jawa atau Majapahit(trauma). Gajah Mada > telah melakukan SUMPAH PALSU sebab Kerajaan Pejajaran itu TIDAK > pernah tunduk kepada Majapahit.Ini kalau kata "AKHLI" sejarah > Indonesia yang sering juga MEMALSU SEJARAH benar adanya. > Wasalam, > Wal Suparmo > > > -- In [EMAIL PROTECTED], "utusan.allah" <utusan.allah@> > wrote: > > > > > > Jadi, van Mook sejak tahun 1917 sudah menginginkan Indonesia > merdeka... > > > > Karena di Jakarta ada jalan Thamrin bagaimana kalau kita usul ada > > jalan van Mook? > > > > Atau bandar udara Sukarno-Hatta kita usul diganti jadi bandar udara > > van Mook? > > > > Bagi yang tidak tahu: di Leiden aja ada jalan Syahrir > (Sjahrirstraat..) > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
