Drs. Mowo Purwito : Keselarasan al-Qur'an dengan science
tanggal : 31/03/2007

al-islahonline.com : 
Fenomena Mu'alaf dan Murtadin 

Satu fenomena yang terjadi dalam keagamaan adalah, mayoritas orang-
orang non Islam yang masuk menjadi Islam -mu'alaf- adalah orang-
orang dari kalangan intelektual, baik dalam bidang science, politik, 
ekonomi, kedokteran, sejarah maupun dalam bidang keagamaan itu 
sendiri, kalau boleh kita asumsikan, masuknya mereka ke dalam Islam 
adalah karena adanya sikap mau berpikir tentang kebenaran dan pintu 
hati mereka terbuka untuk dapat menerima kebenaran, singkatnya, 
mereka mau masuk ke dalam Islam adalah karena alasan adanya 
kebenaran dalam ajaran Islam. 

Sementara itu, mayoritas orang-orang Islam yang keluar dari Islam -
murtadin- adalah orang-orang awam -berpendidikan rendah- baik dalam 
bidang ilmu keduniaan maupun dalam bidang keagamaan, dan biasanya 
pula, mereka itu adalah orang-orang yang secara ekonomi berada pada 
level menengah ke bawah bahkan pada level terbawah, di mana keadaan 
tersebut seringkali menempatkan mereka berada pada tekenan hidup 
yang cukup tinggi, adanya paduan tingkat pendidikan yang rendah 
dengan tekanan kehidupan yang tinggi menyebabkan mereka mudah 
terbujuk, terayu dan terintimidasi untuk keluar dari Islam, 
singkatnya, mereka keluar dari Islam tidaklah karena mereka telah 
menemukan kebenaran dalam ajaran agama yang baru akan dipeluknya. 

Kisah masuk Islam-nya Bapak Drs. Mowo Purwito Rahardjo Dip HRD, STh 
berikut akan memberikan gambaran tentang fenomena tersebut, beliau 
adalah intelektual dalam bidang theologi –keagamaan-, mengetahui 
sedikit science dan mengetahui alasan alasan orang-orang Islam yang 
keluar dari Islam. Semoga kisah beliau tersebut dapat memberikan 
wacana baru dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin. 

Bermula dari mengajar Islamologi

Tidak ada firasat, tidak ada gambaran sedikitpun dalam benak ini 
bila akhirnya saya menjadi seorang muslim, semua berjalan bagai air 
yang mengalir begitu saja.

Sebelumnya, saya adalah dosen sosiologi agama di sebuah seminari 
Alkitab Nusantara dan beberapa seminari di Indonesia, hingga suatu 
ketika DR. Wagiono Ismail, dosen Islamologi di tempat saya mengajar, 
meninggal dunia, karena tidak ada dosen pengganti maka pihak 
Seminari memutuskan saya untuk menggantikan DR. Wagiono Ismail 
mengajar Islamologi. 

Mau tidak mau, saya harus belajar tentang ke-Islaman lebih jauh dan 
mendalam, tentu saja bukan untuk mencari kebenaran, melainkan hanya 
untuk keperluan mengajar dan perbandingan belaka.

Maka saya beli buku-buku tentang ke-Islam-an yang layak untuk 
diajarkan kepada mahasiswa-mahasiswa saya. Sebelum saya mengajarkan 
Islamologi, rektor tempat saya mengajar berpesan, bahwa mata kuliah 
Islamologi harus diajarkan secara komparatif, artinya hanya sebagai 
studi banding antara Islam dan Kristen, sayapun berpikir keras 
bagaimana membandingkan ajaran Islam yang luas dengan mata kuliah 
yang hanya dua SKS. 

Akhirnya, saya mengfokuskan pada tiga pembahsan pokok, yaitu :

1. Konsep Ketuhanan (Theos)
2. Konsep Kemanusiaan (Antrophos)
3. Konsep Alam semesta (Cosmos)

Saya mulai mendalami perbandingan ketiga konsep tersebut dalam agama 
Islam dan Kristen, dan akhirnya saya menemukan perbandingan yang 
sangat mencolok bahkan bertentangan antara ketiga konsep dalam agama 
Kristen dengan ketiga konsep tersebut dalam agama Islam. 

Pertama, tentang konsep ke-Tuhan-an, dalam agama Kristen Tuhan itu 
Transenden dan Imanen, Transenden artinya Tuhan itu jauh berada di 
luar alam semesta , Imanen artinya Tuhan itu berada dalam alam 
semesta, atau ikut dalam proses yang ada dalam alam semesta –hadir-, 
singkatnya Tuhan jauh berada di luar alam tetapi hadir di dalamnya, 
Dia sangat berkuasa dan hadir di mana-mana, tetapi karena Tuhan 
terlalu jauh, maka Ia punya inisiatif yang baik, Dia rela menurunkan 
dirinya menajdi manusia sebagai sosok Yesus agar dapat berinteraksi 
dengan manusia, inilah yang kemudian di sebut teori REINARNASI. 
Tuhan yang baik ini juga rela mengorbankan dirinya untuk menebus 
dosa-dosa manusia di kayu. 

Konsep ke-Tuhan-an dalam Kristen tersebut akhirnya saya bandingkan 
dengan 20 sifat Allah yang ada dalam Islam, Di dalam Islam 
disebutkan Allah itu mukhalafatuhu lil hawadits, Artinya Allah itu 
mustahil serupa dengan makhuknya, karena Allah itu sangat Suci dan 
sangat berkuasa, tidak mungkin Allah itu akan merubah dirinya 
menjadi manusia, kenapa Allah yang begitu sangat berkuasa harus 
merubah dirinya menjadi manusia ?

Kedua, tentang konsep ke-manusia-an, dalam ke-Kristen-an disebutkan 
bahwa manusia sudah dalam keadaan berdosa sejak dilahirkan, di mana 
dosa tersebut adalah sebagai warisan dari adam yang telah jatuh 
dalam dosa, di mana dosa tersebut tidak akan pernah putus dari 
generasi ke generasi. Yang bisa memutus hanyalah iman kepada Yesus 
sang penebus dosa yang mati di kayu salib. Dosa warisan/turunan 
tersebut menjadi persoalan yang cukup janggal, bagaimana seorang 
bapak harus mewariskan dosa kepada anaknya.

Berbeda dengan konsep ke-manusia-an dalam Islam, di mana disebutkan 
bahwa manusia dalam keadaan fitrah ketika dilahirkan, seperti kertas 
putih yang tidak ada noda setitikpun, hal ini rasioanl, kenapa ? 
Allah menciptakan manusia dalam keadaan suci, karena manusia ketika 
dilahirkan memang belum berbuat dosa setitikpun, tidak adil kalau 
seorang bayi yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba harus menanggung dosa 
yang sama sekali tidak diperbuatnya. Dosa tidaknya seorang manusia 
adalah akrena perbuatannya sendiri, dalam psikologi sosial, hal ini 
disebut sebagai stimulus respons, bila rangsangan dari luar baik, 
maka seseorang akan tetap baik dengan sendirinya, sebaliknya akan 
menyebabkan seseorang berbuat tidak baik. 

Ketiga, tentang konsep alam semesta, dalam Al-kitab, terdapat 
kejanggalan-kejanggalan dalam teori kejadian misalnya bagaimana 
terjadi siang dan malam dan terdapat tumbuh-tumbuhan padahal 
matahari belum diciptakan, bukankah tidak akan ada siang dan malam 
dan tidak akan ada tumbuh-tumbuhan bila tidak ada matahari ?. Dalam 
Al-qur'an lebih mampu mengungkap-kan fakta-fakta semacam itu. Misal 
proses kelahiran bayi dari rahim hingga keluar dari rahim dijelaskan 
sejelas-jelasnya, sementara dalam Alkitab tidak ada. Subhanallah , 
sungguh luar biasa! Al-qur'an sangat scientific (ilmiah) dan tidak 
bertentangan dengan nalar.

Islam Pesat Di Eropa

Perbandingan yang saya telaah, khususnya dalam teori tentang kosmos, 
saya coba hubungkan dengan berkembangnya Islam di Eropa. Kenapa 
Islam berkembang pesat di Eropa sementara di Asia bergerak secara 
statis. Ternyata setelah membaca banyak hal, saya menyimpulkan ada 
tiga hal yang membuat islam berkembang pesat di Eropa. 

Pertama, orang Barat setelah melihat Islam dalam perspektif science, 
itu lebih tergugah menjadi muslim daripada melihat Islam dari sisi 
tradisional kultural. Cara berpikir Barat yang rasional cocok dengan 
Al-qur'an yang ternyata mengungkap fakta-fakta science yang lebih 
rasional. 

Kedua, Islam berkembang di Eropa karena black muslim. Kenapa orang 
kulit hitam menjadi muslim? Ternyata, ketika dia menjadi bagian 
komunitas di gereja, diskriminasi itu masih terjadi. Tetapi dalam 
Islam diskriminasi tidak ada, mereka punya kesempatan menjadi imam, 
khatib atau apapun.

Ketiga, Islam berkembang di Eropa disebab-kan orang Kristen sendiri 
yang meragukan eksistensi Alkitab, yakni Alkitab yang mereka gunakan 
sekarang ini adalah kitab-kitab yang penentuan untuk digunakan baru 
terjadi setelah 3 abad masa Yesus berdakwah dan itupun harus 
membuang kitab-kitab lain yang jumlahnya puluhan bahkan dapat 
mencapai di atas seratus, dan penentuan kitab-kitab yang digunakan 
itupun tidak terlepas dari muatan politis karena tidak terlepas dari 
kebijakan kaisar yang berkuasa saat itu. 

Terbukti setelah penentuan tersebut banyak di-temukan kitab-kitab 
yang secara arkeologis mempunyai nilai yang sangat tinggi namun 
tidak digunakan oleh gereja karena isinya tidak sesuai dengan 
doktrin gereja saat ini. 

Bila kemudian gereja tidak mau Alkitab yang sekarang dipakai 
digugat, itu sangat maklum, karena untuk menjaga sakralitas Alkitab 
itu sendiri, karena kalau Alkitab tidak sakral lagi, bagaimana nanti 
nasib umat Kristen ? 

Masuk Islam

Adanya keselarasan al-Qur'an dengan science dan adanya ketidak 
selarasan Alkitab dengan science, juga karena njlimetnya konsep 
ketunggalan Tuhan dalam Kristen, hingga menjelaskan kepada orang 
Kristen saja sulitnya setengah mati apalagi kepada orang Islam pasti 
sampai matipun tidak akan paham, berbeda dengan konsep ketunggalan 
Tuhan dalam Islam, yang anak umur 5-6 tahun saja sudah dapat 
memahami begitu juga orang di luar Islam, hal tersebutlah yang 
akhirnya mendorong saya untuk memeluk Islam tepatnya 16 September 
2006 di forum Arimatea Malang. 

Rintangan sebagai Mu'alaf

Sebagai manusia, tentu sangat logis bila dalam hidup ini kita 
menghadapi resiko, begitu juga ketika saya memutuskan untuk memeluk 
agama Islam, teror atau ancaman serius, teguran dan nasehat kerap 
kali saya terima, baik dari jemaat geraja maupun dari sebuah partai 
Kristen, kebetulan saya menjadi pengurus inti sebuah partai Kristen 
di Malang, namun dari kalangan majelis gereja dan akademis tidak 
begitu nampak, juga tidak ada rintangan dari keluarga. 

Bagi saya, demi kebenaran hakiki memang harus berkorban, bahkan 
segala fasilitas yang selama ini saya peroleh dan akan saya peroleh 
harus saya tinggalkan, rencana ke Amerika sekeluaraga selama 4 
tahun, dan kandidat Master Theologi Seminari Alkitab Nusantara yang 
seharusnya wisuda Februari 2007 juga saya tinggalkan demi mencapai 
kebenaran dalam Islam.

Seharusnya Seperti Barat Memandang Islam

Islam yang selaras dengan nalar dan sempurna, sayangnya dikotori 
oleh ulah beberapa orang Islam sendiri, seperti pengalaman saya 
ketika berkunjung ke keluarga seorang kyai terkenal, ketika anak 
saya bermain-main ke belakang rumah pak kyai, anak saya kaget bukan 
main ketika pak kyai tersebut marah-marah kepada pembantunya dengan 
perkataan yang sangat tidak layak untuk didengar. 

Dari situ anak saya menilai bahwa Islam itu jahat, anak saya 
mengambil kesimpulan dari fenomena kecil yang tidak mewakili ajaran 
Islam itu sendiri tetapi anak saya mengeneralisir begitu saja.

Sayapun akhirnya mencoba menjelaskan kepada anak saya, bahwa jangan 
melihat orangnya, tetapi lihatlah ajarannya, Sebab, manusia di agama 
manapun ada yang baik dan ada yang jahat.

Tapi apa yang dilakukanoleh anak saya adalah secara umum juga 
dilakukan oleh umat Kristen, yang menilai Islam sekarang ini tidak 
dari dimensi ajarannya secara langsung, tetapi menilai Islam dari 
dimensi pemeluknya , artinya, kalau ada orang Islam yang jahat, 
amburadul maka diblowup Islam memang jahat dan amburadul.

Paradigma ini harus diubah, Islam harus dilihat seperti orang Barat 
melihat Islam dari perspektif normatif Science, sehingga mereka 
dapat melihat kebenaran, kemuliaan dan keindahan ajaran Islam itu 
sendiri. 


Waspada

Sebagai mantan misionaris, saya ingin menyampaikan kepda teman-teman 
semua mengapa banyak orang Islam dari kalangan grassroot (baca: 
menengah bawah) yang murtad menjadi Kristen. Sebenarnya bukan 
persoalan ekonomi saja, tetapi persoalan bagaimana mereka (Kristen) 
meruntuhkan keyakinan kita.

Tentu saja yang mejadi sasaran empuk adalah orang-orang Islam yang 
awam terhadap agamanya, seperti misalnya kalau akidah kita di utak-
atik oleh mereka, katanya Islam itu rahmatan lil alaman, tetapi 
mengapa dalam al-Qur'an utamanya surat-surat yang turun di Madinah 
secara ekslusif ditujukan kepda orang-orang yang beriman saja – yaa 
ayyuhalladziina aamanuu-, bukankah hal itu berarti Islam hanya untuk 
orang-orang yang beriman saja dan bukan untuk seluruh alam ?

Tentu saja hal-hal sepele semacam dapat menjadi hal yang besar bagi 
orang awam, oleh karena itu, kita harus memperhatikan saudara-
saudara kita yang awam baik dari sisi akhirat maupun dari sisi 
dunianya. 
        
Shalom,
Tawangalun.



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke