<br> <br> <table align=center> <tr> <td><font size=7 color=#008080><b>Erabaru News </b></font><a href=http://www.erabaru.or.id/><font size=3 color=blue><b><u>www.erabaru.or.id</u></b></font></a><font size=7 color=#008080><b> </b></font><font size=3 color=#008080><b>| Rabu 5 September 2007</b></font> <p> <hr> <br> <div align=center> <p><font size=3 color=blue face="Arial"><b>Kehidupan:</b></font><font size=5 color=red face="Arial"><b><br> Cinta Kasih di Hati Manusia</b></font></div> <div> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>(Erabaru.or.id) - </b>Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon ketakutan, "Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja". Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, "HAI SIMON, TAK MALUKAH KAU? KAU PUNYA MANTEL MESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG. PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA?" </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing. "Simon, siapa ini? Mana mantel barunya? " </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon mencoba menyabarkan Matrena, "Sabar, Matrena.... dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang".</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Bohong!! Aku tak percaya....sudahlah, pokoknya aku tak mau dengar ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!"<br> "Astaga, Matrena! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?<br> "Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat. "Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?"</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. "Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini."</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu", demikian Simon menjawab. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur." </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja". </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?" Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon menjawab, "Sudahlah Matrena. Percayalah pada pengaturan Tuhan. Biarlah ia tinggal di sini.Tingkah lakunya cukup baik. Kalau ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia".</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. "Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan!! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!"</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon berkata, "Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara."</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon. "Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena...."</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. "Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja". </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Ini, sepatu anak-anak sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada Simon", Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak-anak itu.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung-nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, "Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?" </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Ibu itu menjelaskan, "Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri."</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya", kata Matrena.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. Sesudah tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, "Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan, tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit."</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, "Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?"</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, "Sebenarnya aku adalah adalah satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggap Tuhan kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri. Tuhan berkata padaku, 'MIKHAIL, TURUNLAH KE BUMI DAN PELAJARI KETIGA KEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI:</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>PERTAMA, APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA?</b> <b><br> KEDUA, APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA?</b> <b><br> KETIGA, APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA?'</b> </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">"Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, “Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?” Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama:<b> </b></font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>“YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH BELAS KASIH"</b> <br> "Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua:</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>“MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADA DI TANGAN TUHAN"</b> <br> "Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga:</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>“MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA.”</b> <br> Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup." Mikhail kembali ke surga. (Kristamedia)<br> </font> <hr> <div align=center> <p><font size=4 color=#800000 face="Arial">Sejarah :</font><font size=5 color=#800000 face="Arial"><b><br> Pameran “Prasasti Heliodorus” di Museum Israel</b></font><font size=3 face="Trebuchet MS"><b> </b></font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b><br> Museum Israel memperkenalkan batu prasasti berusia 2200 tahun pada tanggal 3 Mei 2007. Batu prasasti ini memberikan pandangan baru atas cerita dramatis Heliodorus dan Kuil di Yerusalem, sebagaimana diberitakan dalam Buku Kedua Makabe.</b></font></div> <div> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>(Erabaru.or.id) </b>- “Prasasti Heliodorus merupakan batu prasasti Helenistik terpenting yang ditemukan di Israel,” kata James S. Snyder, Anne dan Jerome Fisher Direktur Museum Israel.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Prasasti tersebut berhubungan dengan <i>Buku Kedua Makabe. </i>Yang menyajikan informasi yang independen dan asli atas episode penting dalam sejarah yang mengarah kepada Pemberontakan Makabe. Dimana kemenangan tersebut dirayakan setiap tahun dalam Festival Hanukah, festival Bangsa Yahudi.</font> <p><font size=4 face="Trebuchet MS">Prasasti Heliodorus</font><font size=3 face="Trebuchet MS"> </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Prasasti tersebut menguraikan informasi baru mengenai Heliodorus. Yang menurut <i>Buku Kedua Makabe</i>, menerima perintah untuk menyita barang-barang berharga dari Kuil di Yerusalem. Tetapi dihalau dari tempat suci tersebut oleh penampakan ajaib seorang penunggang kuda angker yang didampingi dua anak muda perkasa.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Pameran ini merupakan pameran publik pertama untuk Prasasti Heliodorus, yang sebelumnya dipinjamkan kepada Museum Michael dan Judy Steinhardt di New York. Prasasti tersebut mencatat korespondensi dalam bahasa Yunani Kuno antara Heliodorus dan Raja Seleukus IV, penguasa Kerajaan Seleukus (187 – 175 SM), yang merupakan pewaris dari Antiokhus IV Epifanes (terkenal dalam sejarah Hanuka). Dalam suratnya tersebut, Raja Seleukus mengumumkan pengangkatan seorang administrasi untuk mengawasi tempat-tempat suci dalam provinsi tersebut termasuk juga Tanah Israel</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Penunjukan pengawas untuk tempat-tempat suci tersebut – termasuk juga Kuil di Yerusalem. Bertujuan menggiring provinsi tersebut agar sejalan dengan Kekaisaran Seleukus. Posisi ini juga mencakup kekuasaan atas pendapatan tempat-tempat suci, terutama pajak setoran kepada raja. Dalam hal ini, masyarakat Yahudi menganggap penunjukkan ini sebagai suatu pelanggaran terhadap ideologi keagamaan Yahudi</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Episode ini mungkin dapat memberi bayangan terhadap kejadian berikutnya. Kurang dari sepuluh tahun kemudian (berkisar antara 169-168 SM), raja Seleukus baru, Antiokhus IV Epifanes dan tentaranya masuk ke Yerusalem, membunuh penduduk, merampok harta benda di Kuil, dan menodai tempat-tempat suci. Dengan demikian penunjukkan baru tersebut, yang tercatat dalam prasasti tersebut, menunjukkan mulainya keterlibatan Yunani/Seleukus dalam masalah keagamaan Yahudi, yang akhirnya terjadi Pemberontakan Makabe di tahun 167 SM.</font> <p><font size=4 face="Trebuchet MS"><b>Pameran Prasasti Bersejarah</b></font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Prasasti Batu Heliodorus merupakan bagian dari pameran khusus dengan judul “Korespondensi Kerajaan di Batu – Pengawas Tempat-tempat Suci”. Pameran tersebut dijaga oleh David Mevorah, Kurator Arkeolog Helenistik, Roma, dan Byzantine. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Dalam pameran tersebut juga ditampilkan prasasti Helenistik dari administrasi kerajaan Kekaisaran Seleukus – Prasasti Hefzibah – yang merupakan barang arkeologi kepemilikan tetap museum tersebut. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Tulisan pada prasasti Heliodorus tersebut telah diurakan dan diterjemahkan oleh Profesor Hannah cotton-Paltiel dari Universitas Ibrani dan Profesor Michael Woerrle dari Komisi Sejarah Kuno dan Epigrafi, Institute Arkeologi Jerman di Munich. Analisa komposisi kimia batu tersebut dilakukan oleh Profesor Yuvel Goren dari Universitas Tel Aviv, yang menyatakan bahwa batu tersebut berkemungkinan besar berasal dari dataran rendah antara bukit Yudea dan Pantai Mediterania.</font> <p><font size=4 face="Trebuchet MS">Penyelidikan Baru</font><font size=3 face="Trebuchet MS"> </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Batu prasasti Heliodorus menyajikan informasi salah satu dari tiga misi administrasi kerajaan Raja Seleukus IV (187 – 175 SM) yang berhasil dipertahankan. Surat terdahulu dan paling penting dari Raja Seleukus IV kepada Heliodorus, hanya tersisa bagian pendahuluannya saja.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Korespondensi antara gubernur provinsi dengan Antiokhus III, ayah dari Raja Seleukus IV, tercantum di Prasasti Hefzibah, juga diikut sertakan dalam pameran kali ini. Prasasti ini pernah dipamerkan di Museum Israel sejak ditemukan di bagian Utara Israel pada tahun 1960-an.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Penelitian menyeluruh Cotton-Paltiel, Woerrle dan Goren telah dipublikasikan di <i>Zeitschrift für Papyrologie und Epigraphik</i>, jurnal internasional terkemuka dalam publikasi dokumen dari jaman kuno.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">http://en.epochtimes.com/news/7-5-6/54964.html</font> <p> <hr> <div align=center> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>Berita dari Amnesty Internasional:</b></font><font size=5 color=blue face="Trebuchet MS"><br> Cara Kasar untuk ‘Membersihkan’ Beijing</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><br> <b>Para pendemo, banyak yang dari Tibet, meneriakkan nyanyian-nyanyian selama rapat umum yang disponsori oleh Amnesti Internasional yang menunjuk pelanggaran-pelanggaran HAM China beresiko melanggar piagram Olimpiade. Protes tersebut dilakukan bertepatan dengan satu tahun menjelang Olimpide Beijing 2008. </b></font></div> <div> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>(Erabaru.or.id) </b>- Amnesti Internasional (AI) cabang Irlandia mengatakan kepada The Epoch Times bahwa rejim komunis China terus menggunakan cara-cara kasar untuk mengontrol para pemrotes menjelang Olimpiade 2008. Perhatian utama penguasa China pada masa ini dalam persiapannya untuk menyambut pesta olah raga dunia adalah pada ‘stabilitas sosial’, bukannya memenuhi janji yang dibuatnya di tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">“Di samping beberapa reformasi terbatas, perhatian utama China menjelang Olimpiade kelihatannya adalah untuk menjaga ‘stabilitas’ , hal ini terwujud dalam desakan-desakan untuk ‘membersihkan’ Beijing dan membersihkan kota yang ‘tidak diinginkan’,” tandas juru bicara Amnesti Internasional Roxanne Macara kepada The Epoch Times</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Sayangnya, menurut Macara, pemerintah China terus mengandalkan cara-cara kasar untuk melakukan “pembersihan” Beijing, seperti misalnya menggunakan metode ‘Pendidikan ulang melalui kerja paksa’ dan ‘Rehabilitasi Paksa Narkoba’ – dimana keduanya nampaknya sedang diperluas di Beijing sehubungan dengan Olimpiade tersebut.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"> “Kita juga telah melihat penindasan terhadap para aktivis yang diintensifkan, termasuk beberapa di Beijing yang telah dipenjara maupun yang masih di bawah pengawasan ketat polisi, termasuk bertambahnya penggunaan ‘tahanan rumah’,” tambahnya. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Amnesti Internasional juga menyatakan keprihatinannya terhadap penutupan beberapa saluran media baru-baru ini di China. “Ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan dan nampak seperti bagian dari upaya-upaya yang lebih luas untuk memperkuat kontrol pemerintah terhadap informasi menjelang Olimpiade.”</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Sebagai bagian dari kampanye AI untuk menekan Komunis China guna memperbaiki situasi HAM-nya menjelang Olimpiade, mereka meminta pembebasan sejumlah orang yang ditahan secara ilegal. “Satu kasus yang kami soroti menjelang Olimpiade Beijing adalah Bu Dongwei, yang telah diperintahkan untuk ‘Pendidikan ulang melalui kerja paksa’ setelah polisi menemukan literatur Falun Gong di rumahnya. Dia adalah seorang tahanan politik dan harus dibebaskan.”</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Pada saat itu Amnesti Internasional bukan meminta suatu pemboikotan terhadap Olimpiade 2008 tetapi telah menyatakan bahwa jika situasi HAM di China tidak diperbaiki, posisi mereka mungkin berubah.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">AI sedang mendorong orang-orang yang berencana mengunjungi China selama Olimpiade untuk mencari informasi lebih banyak mengenai kampanye mereka guna memperbaiki keadaan HAM di negerri itu sebelum mereka melakukan perjalanan. (www.amnesty.ie)</font><font size=3 color=blue face="Trebuchet MS"><u><br> </u></font><a href="http://en.epochtimes.com/news/7-8-21/58880.html"><font size=3 color=blue face="Trebuchet MS"><u>http://en.epochtimes.com/news/7-8-21/58880.html</u></font></a> <p> <hr> <div align=center> <p><font size=3 color=#800000 face="Trebuchet MS"><b>Berita dari Jakarta:</b></font><font size=5 color=red face="Arial"><b><br> Bunga Cinta</b></font> <p><a href=http://www.erabaru.or.id/video/loveflower0907.rm><img src=cid:_2_06E4481806E444D0000B25154725734D></a><a href=file:///D:/EB/video/kambdengue0807.rm></a><a href=file:///D:/EB/video/jpnbullchamp0807.rm></a><a href=file:///D:/EB/video/urbanfest0807.rm></a><a href=file:///D:/EB/video/sctvawards0807.rm></a><a href=file:///D:/EB/video/munchentorch0807.rm></a><a href=file:///D:/EB/video/loveflower0907.rm></a><font size=3 color=blue face="Trebuchet MS"><u><br> </u></font><a href=http://www.erabaru.or.id/video/loveflower0907.rm><img src=cid:_2_06E4587C06E444D0000B25154725734D></a><font size=2 face="Trebuchet MS"><br> NTDTV Video (Klik Untuk Nonton)- Bahasa Indonesia. Setelah klik, tunggu beberapa saat sampai muncul window Real Media yang akan menayangkan video liputan berita ini. <br> Cara Save Video: Klik kanan, klik Save Target As...</font> <p><font size=2 face="Trebuchet MS">Bila Gambar Tidak Muncul, Klik langsung link ini untuk melihat video: </font><a href=http://www.erabaru.or.id/video/loveflower0907.rm><font size=2 color=blue face="Trebuchet MS"><u>http://www.erabaru.or.id/video/loveflower0907.rm</u></font></a><font size=3 color=blue face="Trebuchet MS"><u><br> </u></font><a href="http://www.real.com.au/7030.html?src=apac_home"><font size=2 color=blue face="Trebuchet MS"><u>Format Video : Realmedia (Download Real Gratis) </u></font></a></div> <div> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>(Erabaru.or.id) -</b> Seiring keinginan seseorang untuk memberikan sesuatu yang berbeda kepada orang yang disayanginya, muncul beberapa kreativitas dari mereka yang patut kita acungi jempol. Salah satunya adalah bunga cinta ini, bunga ini mulai mewabah dan menjadi kegemaran masyarakat Indonesia semenjak diperkenalkan pertama kalinya pada 2 bulan lalu. Penamaan bunga cinta ini juga didasarkan pada cerita salah seorang pembuatnya yang berhasil merebut hati sang kekasih lewat bunga unik ini, maka itu ia menamakannya bunga cinta. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Bunga cinta ini, sangat mudah untuk ditemui di tengah keramaian malam dan berbagai festival di Indonesia. Ditemui di sela-sela Festival Jalan Wijaya yang diadakan 1-2 September, salah seorang pembuat bunga cinta, Bapak Iwan, menuturkan bahwa pembuatan bunga yang terbuat dari plastik ini, hanya memerlukan waktu 1 menit untuk mendapatkan 100 tangkai bunga ini. Dan untuk menikmati keindahan bunga ini, para pengunjung harus merogoh kocek Rp.10.000,- untuk 12 tangkai bunga ini.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Jadi, jikalau anda ingin menggaet hati orang yang anda sayangi, bunga unik dari Indonesia ini, boleh menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan hati orang yang anda sayangi.</font> <div align=center> <p> <hr> <p><font size=4 color=blue face="Trebuchet MS">Opini: Kebakaran Besar Abad Ini - Para Dewata Yunani Memilih Putus Hubungan dengan PKC</font><font size=3 face="Trebuchet MS"> </font><font size=2 face="Trebuchet MS"><br> Oleh: Zhang Jielian</font><font size=3 face="Trebuchet MS"> </font> <p><a href=http://epochtimes.com/i6/708282323331497.jpg><img src=cid:_2_06E4796406E4761C000B25154725734D></a><font size=3 face="Trebuchet MS"><b><br> Kebakaran besar hutan Yunani, lokasi pengambilan api suci Olympiade terbakar hangus.</b></font></div> <div> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>(Erabaru.or.id) -</b> Berbicara tentang bencana alam, bencana alam kelas super semakin lama semakin merajalela saja di dunia. Kebakaran besar abad ini di Yunani termasuk salah satu peristiwa tragedi kemanusiaan zaman terkini, kehidupan yang tidak sempat meloloskan diri sehingga tewas dan terluka dalam menghadapi bencana yang datangnya secara tiba-tiba tersebut membuat orang iba dan berduka; kerugian materiel sangat besar juga membuat semua orang bersedih. Namun, dibalik bencana alam barangkali masih tersembunyi semacam kehendak Langit. Untuk membaca pertanda fenomena langit di balik bencana tersebut, barangkali ini adalah perwujudan dari sudut pandang kemanunggalan Langit dan manusia (<i>Red:</i> dalam bahasa Tionghoa, Langit identik dengan Yang Maha Kuasa) - suatu ciri khas kebudayaan Tiongkok kuno. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Ditilik dari sudut pandang ini, kami percaya, kondisi kebakaran yang luar biasa di tempat muasal Olympiade – Yunani pasti punya suatu keterkaitan intern dengan Olympiade PKC (Partai komunis China) yang sarat dengan pro-kontra, yang akan diselenggarakan tahun depan. Pertanda dari Yang Maha Kuasa barangkali juga berada di dalamnya. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>SITUS KUIL DEWATA MASIH EKSIS NAMUN LOKASI PENGAMBILAN API SUCI MUSNAH SUDAH</b><br> Semenjak tanggal 24 Agustus, sebuah kebakaran besar yang terganas selama beberapa dekade ini telah mengakibatkan separo wilayah Yunani dalam kepungan lautan api. Kebakaran besar dari semenanjung Peloponesse di bagian selatan Yunani pada tanggal 26 mengancam lokasi sumber api suci Olympiade yakni: Situs kuno kota Olympia. Situs kuno tersebut secara gaib terhindar dari bencana, sedangkan tempat dimana berlangsungnya ritual pengambilan api suci Olympiade untuk setiap pra-penyelenggaraan pesta Olympiade malah terbakar habis.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Betapa parah situasi kebakaran di Yunani terlihat dengan jelas dari foto satelit yang dipublikasikan NASA: di angkasa Yunani membubung asap pekat raksasa. Menurut statistik awal, luas hutan yang terbakar mencapai 4.000 hingga 6.000 hektar, kurang lebih setara dengan 16.000 lapangan baseball, diantaranya termasuk sejumlah besar hutan purba milik taman nasional Sarisa. Hutan purba alami yang hangus terbakar tersebut jikalau ingin dipulihkan seperti sedia kala, maka paling sedikit membutuhkan 50 sampai 70 tahun, selain itu juga terdapat jenis tanaman yang agak langka, waktu pemulihannya bahkan bisa mencapai 250 tahun. Maka sesudah kebakaran besar, tak heran media Yunani menjulukinya dengan judul head line: “Satu percikan api membakar beberapa generasi”. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Di dalam bencana kebakaran ini, yang paling menegangkan ialah pada tanggal 26 api besar sudah mengarah ke lokasi situs peninggalan Olympia Yunani. Menurut seorang anggota pemadam setempat, kuil dewata yang berlokasi di dalam areal asal-muasal olahraga Olympiade modern, di sekelilingnya adalah lereng gunung yang dipenuhi dengan pohon pinus lebat dan rumput ilalang tinggi, api besar pernah merapat hingga berjarak hanya beberapa meter saja dari lokasi yang dilindungi. Ada orang yang menggambarkan sewaktu api berada pada kondisi terganas, dalam tempo tiga menit bisa merambat 6 km jauhnya, betul-betul bagaikan neraka, akan tetapi di hadapan kuil dewata, api tersebut malah secara tak terduga berhenti menerjang, dan berbalik arah, namun lokasi penyelenggaraan ritual pengambilan benih api olympiade bagi PKC yang bakal dilangsungkan pada bulan Maret tahun depan, telah terbakar habis sampai ludes. <br> <br> Selagi menteri kebudayaan Yunani merasa bersyukur atas selamatnya situs kuno dan museum tanpa mengalami kerugian berarti, PKC malah bagaikan duduk di atas permadani berjarum, pengawasan internet pihak birokrat mulai dengan ekstra ketat mengontrol segala berita detail mengenai terbakarnya lokasi ritual pengambilan api suci, maraknya pemberitaan bencana kebakaran Yunani diperlakukan seolah tak terlalu penting. PKC yang ekstrem sensitive terhadap berita negatif semakin mewaspadai bahwasanya bencana api besar ini sesungguhnya ialah datang khusus menerjangnya , secara psikologis, beban PKC sedikitpun tidak lebih ringan dibandingkan pemerintah Yunani. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>DENGAN BENCANA API BESAR ABAD INI PARA DEWATA YUNANI MEMILIH PUTUSKAN TALI JODOH DENGAN OLYMPIADE - PKC</b> <br> Di dalam legenda Yunani, api diperoleh Prometheus dari Zeus, sebagai hadiah diberikan bagi umat manusia. Api mewakili perintah dewata dan diambil dari api suci yang berasal dari gunung Olympia, ia melambangkan keadilan, perdamaian dan kebebasan, serta memusnahkan kejahatan dan nafsu buruk. Dimana api suci tiba, orang-orang meletakkan senjata, menghilangkan salah faham antar mereka, kembali ke perdamaian dan bersama-sama menghadiri pesta meriah olah raga.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Api, di dalam negeri Yunani memiliki sifat sakral yang mutlak. Kebakaran begitu besar yang sanggup menghanguskan separo wilayah Yunani pastilah bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan oleh manusia. Manusia memang bisa menggunakan api untuk berbuat jahat, tetapi yang bisa menggerakkan api membakar negara pastilah suatu hal yang lain, ia dihasilkan oleh berbagai faktor yang mengerucut, terlalu banyak “kebetulan” sehingga membentuk jadi suatu kepastian. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Secara gaib api besar mendadak berhenti di hadapan situs kuno kuil dewata, namun tanpa ampun telah membakar habis lokasi titik pengambilan api bagi Olympiade PKC untuk tahun depan. Ini sepenuhnya telah memperlihatkan kesaktian api besar tersebut. Dapat dikatakan, kuil dewata Yunani betul-betul adalah subyek yang ingin dilindungi oleh dewata, dari sini bisa disimpulkan, bahwa kuil dewata nyata-nyata memiliki sisi kedewaannya, sedangkan api suci Olympiade modern disambut dari tempat ini, maka berarti ia sungguh-sungguh mempunyai makna yang mengemban dan mewariskan tali perjodohan Langit. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Namun berbeda dengan keajaiban yang terjadi pada kuil dewata, lokasi dimana berlangsungnya upacara ritual pengambilan api suci Olmpiade setiap kali diadakannya pesta Olympiade, malah telah terbakar habis. Boleh dikatakan, PKC pada bulan Maret tahun depan akan datang kesini mengambil “api suci”, tapi realitanya sudah tidak ada lagi kandungan makna “suci”. Lokasi upacara ritual yang telah berlangsung terus menerus selama 100 tahun kini musnah sudah. Jalan untuk “api suci” Olympiade PKC telah buntu. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Ditinjau dari suatu sudut pandang, para dewata Yunani tidak segan-segan dengan sebuah api raksasa abad ini sebagai pengorbanan di atas dunia, pada akirnya memutus dan memusnahkan sumbu api suci bagi Olympiade Beijing. Apakah makna tindakan ini? Yaitu, para dewata Yunani secara terbuka telah memilih putuskan tali perjodohan dengan Olympiade PKC. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS"><b>API SUCI Hak Asasi Manusia KEMBALI PADA KEHENDAK DEWATA</b><br> Fenomina langit diperlihatkan kepada manusia, menggetarkan hati dan sukma. Apakah dengan demikian Tuhan tidak lagi mengurusi Olympiade di dunia manusia? Diteliti lebih mendalam, tidak juga! Jelas terdapat sebuah api suci yang sedang bergulir di dunia manusia. </font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Barangkali memang sudah kehendak Tuhan, justru 10 hari sebelum melikuidasi benih api Olympiade PKC dengan kebakaran besar Yunani, di Athena telah berhasil diproklamirkan Api Suci HAM – suatu benih api yang berhubungan dengan Olympiade.</font> <p><font size=3 face="Trebuchet MS">Tanggal 9 Agustus menjelang kedatangan malam hari, di pusat kota Athena – ibu kota Yunani telah berkumpul para perwakilan dan pendukung dari berbagai lapisan masyarakat berasal dari empat benua: Eropa, Amerika, Asia dan Australia, dikala pesta Olympiade Beijing tahun 2008 masih berjarak waktu genap satu tahun, di lokasi muasal Olympiade, telah disulut obor suci HAM, perjalanan penyampaian obor secara estafet yang berdurasi satu tahun di seluruh dunia telah dimulai, 1
[Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
